Biarkan saja….

Juli 3, 2008 by anagustini

Biar saja aku yang mengalah untuk semesta ini.

Biarkan angin berbuat seindah yang dia pikirkan.

Aku telah menyerah dan kamu pun puas.

hawa gemerutuk dalam dada akan aku tiup.

Tsunami tak akan masuk ke bibir pantai lagi

Aku tak mau lagi berseteru dengan semestamu.

Aku akan berjalan santai di setapak yang damai.

Biarkan aku melangkah walau harus berjinjit.

Tono

Juli 1, 2008 by anagustini

Siang hari bolong, tiba-tiba handphone Tuti berbunyi, “halo, iya saya sendiri oh iya, kenapa bu, hmmm, kapan ? oh….”, demikian pembicaraan itu mengalir . Tuti ternyata diminta untuk datang ke sekolah anaknya untuk mengambil rapot . Tuti adalah ibu dari seorang anak yang bernama Tono. Tuti bekerja di Jakarta, sementara Tono bersekolah di Bandung dan tinggal dengan kakek neneknya. Keadaan yang memaksa mereka sehingga harus berpisah jauh, tetapi apa boleh buat demi kelangsungan hidup, Tuti harus rela berpisah dengan anaknya, Tono. Mereka hanya berkesempatan bertemu dua hari dalam seminggu, selebihnya komunikasi mereka dilakukan melalui telepon.

Ternyata hari yang ditentukan untuk pengambilan rapot itu bentrok dengan jadwal presentasi Tuti dengan kliennya. Sesaat Tuti merasa kebingungan, hmm bagaimana yah, si buah hati atau tetap untuk datang meeting, Tuti mendiamkannya sesaat untuk berpikir. Memang sebetulnya rapot itu bisa diambil oleh kakeknya, tetapi tumben-tumbennya guru si Tono menelpon, interlokal khusus meminta secara langsung kepada Tuti untuk datang mengambil rapot Tono. Pastinya ada yang penting yang akan disampaikan oleh gurunya Tono selain rapotnya, demikian kegundahan itu merasuki pikiran Tuti. Akhirnya Tuti memutuskan untuk segera menelpon kliennya untuk mengundurkan jadwal meetingnya.

Baca entri selengkapnya »

Sisa malam

Juni 30, 2008 by anagustini

Anggukkan sepakat menuaikan waktu yang tersisa.

Berkelana menembus pekat dan berbuah hasrat.

Sisa malam tlah dituangkan.

Menggoyang semangat berjuta bilur.

Hentakkan itu perlahan bernada

Sisa malam habis terkulai, tanpa janji.

Datang dari langit

Juni 24, 2008 by anagustini

Telanjangi aku dengan seluruh malu. Sibaklah aibku hingga semutpun tau.Kulaikan aku bersama bibir dan senjatamu, pasunglah amarah ini dengan gagahmu, dan titikkan noda seiring puasmu, biarlah tertawa menjadi hartamu.Dan pastikan dendam itu datang dari langit.

Ultraviolet

Juni 20, 2008 by anagustini
Ultraviolet datang ditengah-tengah hujan lebat terbahak
Menyengati raga sehingga mampu terpingkal.
Meminum cuka berasa teh manis menyegarkan.
Makhluk alam dan isinya memberikan rangkaian asam manis yang indah

Tulus

Juni 19, 2008 by anagustini

Tulus disini bukan berarti nama seseorang tetapi kata yang artinya kurang lebih adalah melakukan sesuatu atas dasar ikhlas , sukarela serta tidak pamrih. Saya pribadi akan lebih suka melihat orang yang melakukan sesuatu misalnya dalam hal menolong bukan karena harapan ingin dibalas atau memanfaatkan demi kepentingan dan tujuan pribadi. Kenapa saya tiba-tiba ingin membahas masalah “tulus”?, sering diantara kita sehari-hari melihat orang melakukan sesuatu bukan atas dasar keikhlasan, tetapi hanya untuk melakukan atau mencapai tujuan tertentu. Jatuhnya kan jadi semu semata.

Tulus dan tidak tulus adalah hak pribadi, dan kita tidak punya wewenang untuk melarang dan memaksa seseorang untuk berbuat tulus ikhlas. Tapi saya suka gemes saja terhadap kebaikan seseorang hanya didasari atas tujuan dan maksud tertentu. Misalnya saja Si Dono dia berbuat baik dan perhatian terhadap si Indra, dengan maksud untuk memanfaatkan si Indra karena ternyata si Indra ini adalah seorang anak pejabat. Dono berharap dengan mendekati si Indra , suatu saat dia membutuhkan pertolongan dia akan mudah memintanya karena Dono mempunyai tujuan tertentu.

Baca entri selengkapnya »

Sampai renta

Juni 16, 2008 by anagustini

Percikan ini tak mau berhenti, api perlahan menyala dan menghangat.

Tak mungkin aku membuat api ini menjadi berkobar.

Biarkan hangat dan nikmati di dinding hatiku saja.

Sampai kapan kau hanya mencari hangat.

uh aku memang belum pernah diberi yang lebih dari sekedar hangat.

Biarkan saja kunikmati hangat ini sampai renta menjadi temanku

Dan aku lupa

Juni 15, 2008 by anagustini

Suatu hari memandang dan ternyata pandangan ini tak berakhir, terlanjut serta mengguncangkan. Berdetak saat kembali berkelebat detik-detik terpecahkan itu, tak berdaya. Nafas tersengal-sengal dan kemudian bak air terus menerus menyemburat dalam lingkaran. Melekat dalam sel-sel otak. Baca entri selengkapnya »

Ternyata jauh

Juni 13, 2008 by anagustini

Ternyata jauh untuk ke puncak ,

tak paham kapan giliranku disana

Keinginan menjadi mimpi saja.

Merinding dan dingin di terik dan panasnya cahaya yang katanya abadi.

Kegagalan tak pernah berujung

Duh dingin dan membekukan hati.

Cucuran air dipelupuk-pun terasa beku ditiup dingin.

jalan entah dikanan, dikiri, didepan ataupun dibelakang.

Meringkuk disudut menjadi indah, berjalan pun serasa diseret,

Rapuh adalah sahabat kental.

Boleh beri aku sentuh agar tak temaram,

legakan jiwa agar tak tertatih.

Beri senyum agar sampai puncak .

Kembalikanlah kukuh itu.

terakhir

Juni 8, 2008 by anagustini

Selesai sudah berkelana di siang yang tak bercahaya.

Cahaya tidak bisa dipaksakan dari sudut ini.

Jangan buat dungu menunggu cahaya yang tak menjemput

Hanya orang nganga cari cahaya di laut terdalam.

Carilah cahaya dari jurusan dan arah di penjuru lain

Cahaya yang beri kepastian hangat

Cahaya yang melindungi dan menyelimuti dirimu.