Keberhasilan dan kesuksesan tidak hanya selalu dari segi akademik, jabatan dan kekayaan saja tetapi kita harus berusaha memaksimalkan keberhasilan hidup dari sisi manapun sampai sedetail apapun. Bagaimana kita bisa menghadapi kenyataan pahit bisa terasa begitu manis dan terasa nikmat. Kopi tanpa gula memang sungguh pahit, tidak semua orang kuat untuk meminumnya. Tapi kalo kita mau, kopi bisa dicampur gula serta susu, tentunya akan lebih terasa nikmat dan ringan pada saat kita meminumnya. Apalagi diminum pada saat siang bolong, pada saat matahari tepat berada di atas kepala kita. Kopi dengan ditambahkan es batu sehingga tampak begitu menyegarkan untuk di minum, sruuupuut mmmmm…..nikmat…..
Kita akan menjadi pemenang jika kita rela, serta ridho juga ikhlas mengalahkan semua yang menjadi keinginan kita. Ko bisa seperti itu yah ? tentunya kemenangan itu adalah kemenangan dalam mengalahkan serta mengendalikan semua yang menjadi nafsu kita, keegoisan, keinginan memaksakan kehendak yang cenderung membabi buta. Padahal tanpa kita sadari bahwa sebenarnya hal itu pada kenyataannya sangat sulit untuk dipaksakan, apalagi memaksakan kehendak kita terhadap orang lain.
Semua yang ada dalam diri kita adalah kepunyaan DIA yang diatas termasuk alam semesta beserta isinya di seluruh jagat raya ini. hanya Cinta-Nya serta Rido-Nya yang bisa kita dapatkan dalam hidup ini. Lakukan semua hidup ini dengan keikhlasan beserta rido dari-NYA yang tertuang dari dalam lubuk hati kita. Begitupun kita bisa rela menerima kenyataan seburuk apapun. Kita harus lapang dada, legowo. Tidak mudah dan mungkin akan sulit, tetapi dengan suatu itikad dan ikhtiar kita menuju ke pintu kemenangan.
Kapanpun, dimanapun semua yang telah kita miliki bisa tiba-tiba hilang seketika, raib dan ditelan bumi jika memang Tuhan menghendaki. Karena semua milik-Nya serta kuasa-Nya. Kekayaan, kebugaran, kesehatan, kepintaran kecantikan juga kegantengan semua tidak ada yang abadi semua bisa direnggut semua bukan milik kita! Alloh bisa mengambil semua yang kita miliki, Si kaya tiba-tiba jatuh miskin, si ganteng tiba-tiba rusak mukanya, si pintar jadi gila, Asstagfiruloh….Nauzdubillahhimindalik. Bukan Suuzdon pada yang diatas, tetapi kita harus sadar sesadar-sadarnya terhadap apa yang kita punya adalah bukan sesuatu yang abadi. Bersyukurlah terhadap nikmat yang telah diberikan-Nya jalani hidup atas cinta serta berkah dari-Nya. Tidak ada yang abadi di dunia ini kecuali cinta dan kasih Alloh.
Memaksakan diri dengan membabi buta, apalagi memaksakan kehendak kita terhadap orang lain akan menjadi sia-sia dan tidak menjadikan suatu itikad yang baik. Apalagi jika Alloh tidak menghendaki, jalan ke arah sana akan terasa sulit dan mungkin Alloh tidak meridoi terhadap apa yang menjadi keinginan kita. Seharusnya kita harus lebih bisa memasrahkan diri kepada yang diatas untuk segala yang kita lalui adalah kehendakNya. Kita harus tahu sampai batas mana kita berusaha dan tanda apa yang telah diberikan. Kita hanya bisa memohon pertolongan serta petunjuk-Nya dan hanya DIA lah yang Maha memberi dan pemurah. Jadi tidak ada untungnya jika kita memaksakan diri serta ngotot terhadap apa yang kita inginkan apalagi untuk memaksa orang lain. Rido-Nya adalah rido manusia. Di depan sana masih banyak sejuta impian yang masih harus kita cari dan temukan yang bisa memberikan kemaslahatan dunia akhirat. Haruskah kita terbelenggu dan tidak merdeka serta hati tidak tentram? Bukan itu yang Tuhan kehendaki dan bukan itu yang dinamakan kemenangan.
Si kopi bisa terasa manis dan nikmat. Gula, susu ditambah Es adalah kelegowoan serta keikhlasan kita menikmati kenyataan walau itu pahit. Begitu indah kita bisa mengalahkan semua ini, menerima kenyataan, memerdekakan diri dari nafsu, keegoisan, keterpaksaan juga dendam yang mungkin telah berkecamuk dalam diri kita. pada awalnya memang akan terasa berat yang kita bayangkan adalah secangkir kopi tanpa gula, susu, ataupun es yang membuat kita enggan meminumnya. sekali kita mencoba mencampur kopi, gula, susu ditambah es merupakan kenikmatan tiada tara……
Selamat mencoba!