Arsip untuk Agustus, 2007

Khalik

Agustus 24, 2007

Apakah khalik akan membiarkan makhluknya tetap semerah darah dan sehitam pekat. Dalamnya makhluk tidak sama .Tidak ada keadilan di jagat yang ada perjuangan dan doa menuju keadilan. Tapi kenapa doa tidak pernah putih selalu bernoda, salahkah makhluk karena laku tidak dengan akal? Sungguh sulit doa dan juang karena laku tak arah.Atau khalik selalu tersenyum walau hitam, putih dan merah, entahlah…….

Kandang untuk berteduh

Agustus 22, 2007

Kenapa Kijang tidak dibiarkan lari, diikat, dijerat tak bisa melangkah.

Kandang untuk berteduhpun tidak diberi.

Jahat yang memikirkan baju kelihatan tetap putih

Badan tinggi terlihat pendek saat dia takut.

Muka putih dikanan dan muka merah dikiri.

Tidak usah malu karena egois hanya milik kita.

Kijang dan Lebah

Agustus 22, 2007

Kijang membeku dilumuri es dari kutub
Tiada rasa untuk ingin menggongong ataupun mencakar
Tenggelam dalam es yang sulit dicairkan isinya
Biarlah siang tidak dipaksa malam, malampun tidak dipaksa siang

Kepasrahan membawa kijang berlari bebas
Ke setiap sudut yang dia mau
Kemanakah kijang berujung
Seperti madukah yang dikerumuni lebah
Atau kijang berlari dari kermunan jiwa jiwa pengembara

Oh kijang dirimu hanya menunggu jatuhnya titik titik pasir matahari
Sampai tempat itu penuh dan penuh pasir
Dan tidak ada lagi lebah disekitar kijang
Hanya menunggu sang khalik dan kemudian bertemu

ada gempa

Agustus 10, 2007

 

 

Sehari itu jadwal istirahat di rumah karena uh badan sudah terasa gak enak, lagian ktp bandung mana perlu untuk nyoblos. Mandi, dan dering telepon berbunyi yah biasa ada yang mau berkunjung biarlah walaupun walau….makan dan emang enak tidur setelah itu. Oh iya ingetin tuk bawa kaset per sms cukup. Tidur lagi krr krrrr. Duh bunyi lagi telepon, kapan neh istirahatnya, ya …ya …nanti ditunggu aku skr istirahat dulu yah. oke bye…

Puter film kayanya ide bagus, biar bisa ngantuk , abis rada susah tidur padahal perlu istirahat. Sambil nonton mata lama-lama berat agak tertidur juga sebentar . Kebangun lagi terusin nonton tapi ga jelas ceritanya mungkin emang gak niat nonton yah. Menjelang sore si pembawa kaset datang, yah memang bisa terulang juga tapi nanti kita selesaikan, saya gak enak badan dan males bahas. Nanti aja…..keukeuh ni org. (lagi…)

1, 1/2

Agustus 6, 2007

1, 1/2 harapan mengubah busung lapar, tertindaskah atau disisihkan

Hati mencair bagai Karl Mark

Atau teguh pada kokohnya benteng terpanjang di jagat

Egois menjadi asing kala cecak menggonggong terdengar di gedung paman

Lubang-lubang terjamah Lenin

Harapan lapang yang luas

Aku bangga dengan harapan yang tinggal 1,1/2

Apakabar

Agustus 6, 2007

Apakabar jiwa yang ada dibalik asap

Teriakanmu memecahkan pencakar langit merobek jiwa yang gundah

Belum kering air mata darah

Kau kubur kepolosan dengan puing-puing itu

Kau berteriak demi sebuah harapan yang tertanam di lubuk angan-angan

Bidadarikah yang akan menyambutmu atau keabstrakan

Jiwa yang tenang terbisik paham sepihak

Kokoh bagai panasnya padang pasir yang membakar topeng sorban

Garis panas

A-8-3-S

99 Kupukupu

Agustus 6, 2007

99 kupu-kupu bertaburan di mulut yang kering karena dahaga

merindukan pancaran sinar abadi tuk hari dimana pertanyaan yang harus dijawab pake nurani.

kugali lebih tinggi contekan dari ilahi tuk jawab pertanyaan dari abdi mu ya rob

kegelapankah atau sinar abadi yang menjadi bayanganku kelak

Tergantung pada hari kemarin tuk jadi hari yang akan kekal

senapan es

Agustus 3, 2007

langkah diiringi suara lonceng yang melingkar di leher

lelahkah setiap waktu harus membalikkan tanah

pantaskah disebut pedati atau bek co

suara seruling terdengar sumbang di atas pundak

tetapi kenapa yang dimakan beda

suku tertentulah yang makan nasi senapan es

tangga alam apakah lebih baik dari eskalator

walau cepat apakah bikin sehat

eskalator harganya mahal tapi sehat lebih mahal

harus berpijak dimanakah mimpi ini, senapan es

Sekumpulan

Agustus 3, 2007

Episode 1
si nenek menggendong batu berat lelah keringat

mimpi menggapai bulan resah tak kunjung reda

genderang suasana perang, panas darah mengumpul diujung

jalan mundur diperlambat tiup angin memaksa cepat

malas aku malas jalan mundur saja sambil tutup telinga

ringan menjinjing hati tenang merajalela oh jalan tol seperti tidak macet

lancar menerima belaian lambang dari getaran

Episode 2

simpan lembut belai dilubuk mengalir terasa dingin

nenek mendengkur gelisah mencari lubuk

kura-kura bukan kijang diajak lari malah telungkup

buah tangan manis rasanya

ungkapan lubuk tersimpan dikeranjang gajah

gajah mengamuk berdarah beku lepaskan, nanti uratmu pecah

kura kura bernapas pelan diajak cepat terengah-engah cambukpun tidak terasa lakupun seperti patung

Episode 3

pintu rapat didongkel kasar, buat keringat lelah berceceran

nenek yang gajah cepatlah bangun, mimpi sudah usai

roti sudah gosong dimakanpun pahit rasanya

nanti nenek sakit

raga tidak penting paling gajah berkurang daging

tapi lubuk seperti jerapah kan dahaga ditengah padang pasir

Cermin Alam

Agustus 1, 2007

Langit dengan pesona warna biru yang sangat melekat

Tapi ombak penuh semangat ingin merubah sang karang yang kian teguh pada pendirian

Wow betapa hebatnya kekokohan itu

Tapi kenapa gedebog pisang yang merindukan pantai

Terbawa ombak sampai ketengah-tengah samudera

Menghantam karang

Terkoyak-koyak hingga berceceran di atas laut tanpa pantai