<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: politik</title>
	<atom:link href="http://anagustini.wordpress.com/2007/10/26/politik/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://anagustini.wordpress.com/2007/10/26/politik/</link>
	<description>Rumah hati</description>
	<lastBuildDate>Sat, 14 Nov 2009 06:15:01 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: patrianila</title>
		<link>http://anagustini.wordpress.com/2007/10/26/politik/#comment-279</link>
		<dc:creator>patrianila</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Nov 2007 12:24:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://anagustini.wordpress.com/2007/10/26/politik/#comment-279</guid>
		<description>Sekelompok orang ingin berdarmawisata ke tempat yang indah. Lantas terjadi rembugan di antara peserta darmawisata. Bahkan ada beberapa yang saling ngotot mempertahankan usulannya. Masing-masing berpegang pada keyakinan bahwa tempat yang diusulkan adalah terindah menurutnya. Karena masih juga belum ketemu tempat yang mau dituju akhirnya diciptakan sebuah aturan dasar yang salah satunya berisi syarat-syarat tempat yang mau dituju. Aturan ini jadi acuan bersama. Semua yang hadir sepakat mematuhi aturan ini karena memang yakin dengan aturan ini akan ketemu tempat yang mau dituju itu.

Sementara merumuskan panduan untuk menentukan tempat itu, mulailah dipikirkan masalah penggalangan dana. Akhirnya sepakat untuk saweran. Tapi kemudian bingung. siapa yang harus megang dan mengelola uang saweran untuk darmawisata tersebut. Kemudian dipilihlah salah satu orang sebagai pengelola dan pimpinan proyek darmawisata itu. Pimpinan itu dibantu dengan beberapa orang merencanakan, membeli bekal, dan menghubungi pihak-pihak yang berkaitan dengan darmawisata. 

Mengingat uang yang dikumpulkan adalah uang bersama maka disepakati pula menunjuk seseorang sebagai pengawas jalannya penggunaan dana saweran. Tugasnya untuk mengawasi sekaligus memastikan darmawisata berjalan  sesuai keinginan bersama.

SEbenarnya persoalan semakin rumit karena tidak semua bisa saweran. ada yang mencicil, ada yang tidak punya uang, bahkan ada yang menolak saweran. Tapi semua ingin pergi darmawisata. Persoalan di pihak pelaksana pun banyak. Mulai dari kebingunan mengalokasikan dana darmawisata sampai korupsi. 

Namun sekelompok orang itu menyepakati untuk terus berembug dan saling mendengarkan bila ada masalah. 
Memang ada juga, yang culas. Karena melihat uang saweran yang terus bertambah itu semakin besar, ada yang berniat mencuri dan mengangkanginya sendiri. 

Itulah Politik. Seni mengatur  berdarmawisata.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sekelompok orang ingin berdarmawisata ke tempat yang indah. Lantas terjadi rembugan di antara peserta darmawisata. Bahkan ada beberapa yang saling ngotot mempertahankan usulannya. Masing-masing berpegang pada keyakinan bahwa tempat yang diusulkan adalah terindah menurutnya. Karena masih juga belum ketemu tempat yang mau dituju akhirnya diciptakan sebuah aturan dasar yang salah satunya berisi syarat-syarat tempat yang mau dituju. Aturan ini jadi acuan bersama. Semua yang hadir sepakat mematuhi aturan ini karena memang yakin dengan aturan ini akan ketemu tempat yang mau dituju itu.</p>
<p>Sementara merumuskan panduan untuk menentukan tempat itu, mulailah dipikirkan masalah penggalangan dana. Akhirnya sepakat untuk saweran. Tapi kemudian bingung. siapa yang harus megang dan mengelola uang saweran untuk darmawisata tersebut. Kemudian dipilihlah salah satu orang sebagai pengelola dan pimpinan proyek darmawisata itu. Pimpinan itu dibantu dengan beberapa orang merencanakan, membeli bekal, dan menghubungi pihak-pihak yang berkaitan dengan darmawisata. </p>
<p>Mengingat uang yang dikumpulkan adalah uang bersama maka disepakati pula menunjuk seseorang sebagai pengawas jalannya penggunaan dana saweran. Tugasnya untuk mengawasi sekaligus memastikan darmawisata berjalan  sesuai keinginan bersama.</p>
<p>SEbenarnya persoalan semakin rumit karena tidak semua bisa saweran. ada yang mencicil, ada yang tidak punya uang, bahkan ada yang menolak saweran. Tapi semua ingin pergi darmawisata. Persoalan di pihak pelaksana pun banyak. Mulai dari kebingunan mengalokasikan dana darmawisata sampai korupsi. </p>
<p>Namun sekelompok orang itu menyepakati untuk terus berembug dan saling mendengarkan bila ada masalah.<br />
Memang ada juga, yang culas. Karena melihat uang saweran yang terus bertambah itu semakin besar, ada yang berniat mencuri dan mengangkanginya sendiri. </p>
<p>Itulah Politik. Seni mengatur  berdarmawisata.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
