Pagi ini diawali dengan sesuatu yang kurang membuat nyaman. Tapi bukan saya kalo tidak berusaha untuk menetralisir. Seperti biasa pagi itu saya menuju ketempat bertemu untuk melanjutkan perjalanan ke kantor sama-sama.
Sampailah kita, wah kantor ini memang sepi kalau di pagi hari, hanya kita dan ternyata masih terasa aura damai belum berpihak di hati saya. Kenapa? karena masih ada kejadian menggelitik dan kadang ganggu serta “aneh” buat saya pribadi, dan
keluar pertanyaan “kok maksa” sampai akhirnya saya buang dan akhirnya terbang dalam pikiran.
Koran Tempo hari ini yang saya tunggu-tunggu itu datang. Saya tidak sabar untuk membuka halaman yang selalu ditulis Wicaksono di I-Tempo terbit tiap hari jumat. lalu apa gerangan yang beliau tulis di edisi kali ini. Di halaman E-7 dan disudut halaman koran Tempo itu ndoro (begitu biasa saya panggil) menulis judul “kenyamanan” pembahasan didalamnya ada kaitannya dengan tulisan di blog dia yang terakhir saya baca pada tanggal 13 Desember 07 ini tika pecah ndahe
“kenyamanan, nyaman berarti menikmati kenyamanan itu, lalu apa seh yang dinikmati? ya kepopuleran yang ndoro bilang itu. Ternyata kepopuleran tidak membuat dia terlalu perhatikan dan ndoro gak peduli dengan kepopuleran serta nilai statistik yang tinggi dalam sebuah blog. Saya setuju tapi bukan berarti setuju karena saya tidak populer dan masuk dalam peringkat itu, he he he.
Menulis di blog buat saya hanya menyalurkan hobi saja. Saya suka menulis dari mulai puisi sampai prosa dan kadang-kadang hal lain yang membuat saya terjun bebas menuliskan tentang apapun. Terkadang ide itu muncul pas malam saat saya bersinggungan dengan peraduan. Dan karena saya takut lupa serta merta saya akan terbangun dan menuliskan point-point-nya. Tapi tidak saya pungkiri dengan bertambahnya statistik yang baca blog saya, saya seneng. Bukan karena kepopuleran tapi paling tidak tulisan saya dibaca segelintir orang. Benar yang ndoro bilang memangnya kepopuleran mengurangi jumlah orang yang korupsi atau statistik yang tinggi dari seorang bloger membuat orang miskin di negara kita ini berkurang? Ah ndoro sungguh mulia pernyataan itu. Saya setuju.
Menurut saya lebih baik blog itu tidak hanya mengejar rating saja, tetapi paling tidak memberikan masukan dan ide-ide segar dan memancing kreatifitas dalam diri anda pada saat menulis. Tidak kalah penting juga memperlihatkan siapa diri anda sesungguhnya melalui tulisan dan pendapat-pendapat anda. “jadikan blog sebagai penambah wawasan”.
Desember 14, 2007 pukul 5:57 am |
tsaaaaaaaaaaaaaa … ajakan yang mulia
Desember 14, 2007 pukul 6:42 am |
Ya begitulah tetangga-Ku
Desember 14, 2007 pukul 7:27 am |
ya buatlah diri senyamannnnnn mungkin…setuju??
Desember 14, 2007 pukul 11:24 am |
Ya itu pasti atuh Ceu…..
Desember 14, 2007 pukul 11:40 am |
seperti sebuah tepukan di pundak, bukan begitu pakdhe ndoro?
**nyengir**
Desember 14, 2007 pukul 12:15 pm |
Ada mba Tika yang populer itu…..