Sayang sekali keinginan itu tidak bisa terpenuhi. Saya tidak bisa membawakan laki-laki itu kopi. Padahal kerjaan yang menumpuk membuat dia penat dan kopi akan sedikit mengusir galau. Ruangan itu, dengan meja panjang serta kursi disekelilingnya. Untuk apa dia disana hanya menunggu secangkir kopi. Kopi itu tak akan datang, sang pembawa tak akan ke ruangan. Dia harus segera pulang dan menuju sang empuk dengan badan dilapisi hangat selimut. Tak usah risau dengan keinginan kopimu. Besok pun masih ada kesempatan di kopi yang lebih nikmat. Dan keinginan itu tidak harus selalu kau lampaui.
Arsip untuk Februari, 2008
keinginan yang tak terpenuhi
Februari 27, 2008Kalau saja bisa kuhentikan waktu
Februari 27, 2008barangkali semua masalah bisa terselesaikan.
rutin pun tak akan berulang-ulang.
nafsu hilang dan hanya ada nafas di oksigen lain.
kalau saja tempat tenang itu di depan mata
terbayang damai, walau syarat harus dilampaui.
tak apa, timbangan akhirnya yang menentukan.
disana indah tak ada cemas, seperti apa yah gerangan tempatnya
tiada koma
Februari 22, 2008Sehari ini saya memang tidak berkoma, terus dan terus mengikuti aliran deras pekerjaan yang tiada henti. Ini memang harus segera dihentikan dengan cara diselesaikan dengan baik tanpa menyisakan koma. Karena tiap hari hidup saya menjadi selalu koma. Menurut saya semua harus berakhir titik dan kemudian akan dilanjutkan dengan kalimat baru ataupun lebih baik dari sekedar kalimat. Kita bisa berganti alenia. (lagi…)
Februari 15, 2008
Hidup ini akan tetap mudah walau tidak ditemani bunga.
percuma saja kalau bunga hanya berani kuncup.
Mending kita tetap berdiri kokoh bak karang yang tak habis diterjang alam.
Nyali itu seperti bongkahan batu yang berat untuk diangkat.
Bahagianya menemukan hangat.
Tak lekang walau orde baru perlahan telah hilang.
Kuncup itu sebenarnya bukan kendala mekar.
1/2 cerah
Februari 15, 2008Sinar di ruangan itu tinggal 1/2.
Cerah itu sekarang hanya sebagian cekikian dari seorah bocah.
Ternyata engkau telah mengijinkan cerah itu menghilang 1/2.
Dia tak beri cerah di ruang selain untuk si bocah.
Apa gerangan petunjuk lanjutan dari-Mu.
Terkadang bingung tertumpuk di sudut akan teka teki ini.
Tapi walau cerah hanya 1/2, tetap harus tertapaki.
Memang, hujanpun masih enggan berganti dengan sinar yang penuh.
Ah lelahnya menanti cerah, kemanakah engkau bersembunyi.
Cepatlah tunjukkan hai engkau cerah.
Atau cerah itu enggan berteman lagi?
Kami masih menginginkan yang 1/2 lagi.
Tidakkah kau tau lama tak ada sinar, hujan kan datangkan banjir.
Ah mungkin ternyata engkau tak mau aku nikmati penuhnya cerah.
hanyut
Februari 15, 2008Aku telah hanyut ke dalam nya
Hanyut dan alirannya pun lalu tersendat di otakku.
Tak ada satu batu bisa mengait tanganku sehingga terhenti.
Lelah raga hingga tetap dalam aliran ini .
Harus bergerak dan tak terkurung semua dalam otak bisu
Kemarilah sang pembendung sehingga kehanyutan ini terhenti dan keluar dari raga.
Aliranpun bukan untuk dikejar tetapi dibungkus dan cepat dibuang.
Tak ada yang bisa menolong selain kekuatan dam itu keluar dari lubuk.
Tapi, Kemana gerangan kekuatan itu.
kenapa sirna dan membiarkannya tetap mengalir dalam pikiran dan darahku.
Tak kuasa menopang pengap dan ingin uluran .
tunduh
Februari 13, 2008Dalam bahasa indonesia artinya ngantuk. Siang ini saya benar-benar ngantuk dan nyaris tidak ada ide. Apa sebabnya gerangan? Saya makan obat untuk pencegah alergi dan ternyata efeknya jadi ngantuk begini alias tunduh.
Padahal begitu banyak kerjaan yang harus di follow up. tapi mata ini sudah tidak bisa berkompromi. Sebetulnya saya hanya tinggal mencari cara untuk menetralisir obat tadi. Makan vitamin C dan kelapa hijau. Tapi apa daya untuk mencari-pun saya tidak mampu. Waduh.
malam itu
Februari 11, 2008Malam itu sudah terlelap dan tak ingin satupun saut yang datang.
Malam itu menjadi awal tenggelamnya tapak
Malam itu buritan amarah memulai dan mengakar akhirnya perlahan mengikat.
Malam yang membuat paham pun sirna.
satu dan satu hari berangkai membentuk arah yang sebenarnya terlihat.
Tak tahan dengan kecepatan tinggi, pelan serta belajar supaya terlampaui
Susahnya melewati derasnya arus sungai, perahuku kerap oleng
Oleng membuat hujan hati menyelimuti dan meronta-ronta.
Bebaskan dia, sinari dia agar ajeg, agar melaju agar cepat sampai ke tujuan.
walau tujuan itu tak pernah berujung