malam itu

By anagustini

Malam itu sudah terlelap dan tak ingin satupun saut yang datang.
Malam itu menjadi awal tenggelamnya tapak
Malam itu buritan amarah memulai dan mengakar akhirnya perlahan mengikat.
Malam yang membuat paham pun sirna.
satu dan satu hari berangkai membentuk arah yang sebenarnya terlihat.
Tak tahan dengan kecepatan tinggi, pelan serta belajar supaya terlampaui
Susahnya melewati derasnya arus sungai, perahuku kerap oleng
Oleng membuat hujan hati menyelimuti dan meronta-ronta.
Bebaskan dia, sinari dia agar ajeg, agar melaju agar cepat sampai ke tujuan.
walau tujuan itu tak pernah berujung

Satu Tanggapan ke “malam itu”

  1. Robert Manurung Berkata:

    “…agar melaju cepat sampai ke tujuan, walau tujuan itu tak pernah berujung.”

    Berarti tujuan itu adalah kumpulan dari entah berapa banyak shelter atau persinggahan sesaat…

    sangat menggelitik “sel-sel abu-abu” di kepalaku. Trims

Tinggalkan Balasan