Aku telah hanyut ke dalam nya
Hanyut dan alirannya pun lalu tersendat di otakku.
Tak ada satu batu bisa mengait tanganku sehingga terhenti.
Lelah raga hingga tetap dalam aliran ini .
Harus bergerak dan tak terkurung semua dalam otak bisu
Kemarilah sang pembendung sehingga kehanyutan ini terhenti dan keluar dari raga.
Aliranpun bukan untuk dikejar tetapi dibungkus dan cepat dibuang.
Tak ada yang bisa menolong selain kekuatan dam itu keluar dari lubuk.
Tapi, Kemana gerangan kekuatan itu.
kenapa sirna dan membiarkannya tetap mengalir dalam pikiran dan darahku.
Tak kuasa menopang pengap dan ingin uluran .
Februari 22, 2008 pukul 7:51 am |
ingin hati pergi ke utara
mencari asa yang terselip di bintang pagi
kaki terikat ribuan kuda yang berlari ke selatan