Dan aku lupa

By anagustini

Suatu hari memandang dan ternyata pandangan ini tak berakhir, terlanjut serta mengguncangkan. Berdetak saat kembali berkelebat detik-detik terpecahkan itu, tak berdaya. Nafas tersengal-sengal dan kemudian bak air terus menerus menyemburat dalam lingkaran. Melekat dalam sel-sel otak.

Tak kuasa menghalangi pikiran yang terus menggerayang. Duh kenapa sambutan ini kurang membuatku seperti bunga merekah ranum dan harum. Kenapa timbangannya tak sama. Ataukah nyatanya sama namun tak ada yang tahu. Ataukah menunggu keadaan yang begitu tepat, entah.

Menikmati indahnya ketukan-ketukan ini di dalam dada, sungguh indah, berdesir mengalun, mengaliri tenaga dalam tubuh. Ingin dunia terguncang, Impian berserakan dan aku lupa….

3 Tanggapan ke “Dan aku lupa”

  1. sungai Berkata:

    ini benar-benar membuatku bingung. tapi ketukan-ketukan di dada itu membuatmu terjaga, bukalah. mungkin seseorang sedang ingin masuk.

  2. anagustini Berkata:

    Yang ada aku yang pengen mengetuk, hahaha

  3. kucingkeren Berkata:

    katanya jangan terbuai dg keindahan.. nanti bisa lupa segalanya

Tinggalkan Balasan