Biar saja aku yang mengalah untuk semesta ini.
Biarkan angin berbuat seindah yang dia pikirkan.
Aku telah menyerah dan kamu pun puas.
hawa gemerutuk dalam dada akan aku tiup.
Tsunami tak akan masuk ke bibir pantai lagi
Aku tak mau lagi berseteru dengan semestamu.
Aku akan berjalan santai di setapak yang damai.
Biarkan aku melangkah walau harus berjinjit.
Juli 5, 2008 pukul 7:43 am |
Hmmmm …. artinya apa yah.
belum nemu arti dibalik tulisan ini. Apa lagi emosi jiwa ya?
Juli 9, 2008 pukul 12:05 pm |
salam…
aku datang lagi membaca
moga dianggap penting
hehe…
Juli 17, 2008 pukul 11:27 am |
gak ada yang bisa melawan alam semesta…
Juli 27, 2008 pukul 5:23 am |
Artinya apa mba ?