Seandainya

By anagustini

Seandainya ada kata yang lebih indah dari “terimakasih” pasti akan aku berikan.

Untuk orang-orang yang membukakan celah sempit dan akhirnya melebar kembali.

Yang telah menahan airmata getir ini menjadi semangat.

Hanya 99 kupu-kupu yang bisa keluar dari mulutku yang kering.

Menunggu kesegaran yang datang dari langit untukmu.

Tunggulah kau senyum dari alam.

Karena air, tanah dan udara sekarang telah menjadi sahabatmu.

6 Tanggapan ke “Seandainya”

  1. uwiuw Berkata:

    apakah ini puisi selamat tinggal pd seseorang yg baru aja meninggal ?

  2. JalanSutera.comâ„¢ Berkata:

    kok cuma 99 kupu-kupu. genepin jadi cepek dong….

  3. heper70 Berkata:

    Ada yang meninggal ?

  4. Robert Manurung Berkata:

    Lagi blogwalking dan kangen mamper ke sini.

    btw aku baru saja memposting tentang hubungan incest ibu dan anak di Jambi. Mereka bilang, suka sama suka, dan si ibu dedang hamil 8 bulan.

    Ingin tahu selengkapnya ? Klik link di bawah ini :

    http://ayomerdeka.wordpress.com/2008/07/26/kasus-incest-di-jambi-anak-hamili-ibunya/

    terima kasih

  5. kucingkeren Berkata:

    karena air, tanah dan udara kini telah menjadi sahabatmu? siapakah dia?

  6. fahrizalmochrin Berkata:

    yah 99 adalah angka kesempunaan didalam NamaNYA dan sepatutnyalah manusia menjadi hamba yang bersukur

Tinggalkan Balasan