Seandainya ada kata yang lebih indah dari “terimakasih” pasti akan aku berikan.
Untuk orang-orang yang membukakan celah sempit dan akhirnya melebar kembali.
Yang telah menahan airmata getir ini menjadi semangat.
Hanya 99 kupu-kupu yang bisa keluar dari mulutku yang kering.
Menunggu kesegaran yang datang dari langit untukmu.
Tunggulah kau senyum dari alam.
Karena air, tanah dan udara sekarang telah menjadi sahabatmu.
Juli 18, 2008 pukul 10:43 am |
apakah ini puisi selamat tinggal pd seseorang yg baru aja meninggal ?
Juli 23, 2008 pukul 7:39 am |
kok cuma 99 kupu-kupu. genepin jadi cepek dong….
Juli 27, 2008 pukul 5:20 am |
Ada yang meninggal ?
Juli 28, 2008 pukul 9:10 am |
Lagi blogwalking dan kangen mamper ke sini.
btw aku baru saja memposting tentang hubungan incest ibu dan anak di Jambi. Mereka bilang, suka sama suka, dan si ibu dedang hamil 8 bulan.
Ingin tahu selengkapnya ? Klik link di bawah ini :
http://ayomerdeka.wordpress.com/2008/07/26/kasus-incest-di-jambi-anak-hamili-ibunya/
terima kasih
Juli 29, 2008 pukul 10:45 am |
karena air, tanah dan udara kini telah menjadi sahabatmu? siapakah dia?
Agustus 20, 2008 pukul 9:31 am |
yah 99 adalah angka kesempunaan didalam NamaNYA dan sepatutnyalah manusia menjadi hamba yang bersukur