Malam itu membuat saya lebih malas dan gak karuan. Mendengar pendapat seseorang tentang jalan kehidupan. Yang ternyata menurutku hanya setiap pribadi saja yang mengerti kehidupannya sendiri dan janji serta tanggungjawab untuk menjalaninya. Orang lain tidak akan paham, dan pastinya semua ada dasar dan alasannya. Mungkin prinsipku memang berbeda dengan kebanyakan orang. Sekilas perdebatan ini agak mengganggu pikiran.
Tapi seperti biasa perbedaan berpikir atau sesuatu yang mengganjal tidak akan membuat terlarut dan mengendap lalu membuat susah tidur. Jadi sebelum tidur saya selalu membuang semua pikiran-pikiran dengan cara mengumpulkan semua keresahan dijidat, ditengah-tengah antara kedua belah mata, sambil memejamkan mata dan setelah itu buang jauh-jauh. Hasilnya memang saya selalu tidur nyenyak. Dan lebih semangat menyambut pagi. Seperti pagi ini

November 6, 2008 pukul 8:30 am |
oh begitu ya caranya membuang keresahan: kumpulkan di tengah jidat, pejamkan mata, dan tendang jauh-jauh keresahan itu, lalu tidur.
thanks atas tips-nya. moga-moga jidat saya mampu menampung keresahan yang ada. ciao… :
November 6, 2008 pukul 10:18 am |
selamat pagi , Na.. Jidatku gak cukup lebar mengumpulkan segala keresahan itu… gemana dong?? hiks.. –Jidat kucing gitu lho…– serius *ModeOn*
November 9, 2008 pukul 1:14 pm |
waaah kalo aku mah sudah insomnia duluan…
November 10, 2008 pukul 6:29 am |
tips lain biar bisa tidur. Baca buku teks. percaya deh, the first 2 paragraphs you read, you will black out!! hehehe…
*ketauan banget males dari jaman sekolah
November 12, 2008 pukul 6:47 am |
andai masalah2 dlm kehidupan itu bisa perlakukan seperti barang; disimpan di sana, ditaruh ke sini, di buang ke situ… dan andai kebahagiaan seperti buah-buah yang menunggu dipetik dari pohonnya…
posting pendek yg membuat iri, karena saya punya sindrom fatima*) akut.
makasih udah maen ke nesiaweek[dot]com, tp blog sy yg idup di wordpress.
*fayah tidur malam.
November 25, 2008 pukul 3:38 pm |
tiada hari tanpa masalah..itulah seninya hidup