KemelutĀ bagai angin datangĀ lupa menghilang
kemelut menggumpal berkumpul di otak
Serasa pintu tak bergagang susah dibuka
Dan nafaspun hilang setengah
Duh kemelut kau bebas datang tiba-tiba
Siksa terasa nyata dan aku meronta
Kemelut, harus aku apakan kau ini
Kau datang dan aku tak bisa antar
Kemelut akankah kau selalu menjadi bagian
Desember 1, 2008 pukul 9:04 am |
Oh kemelut…, kepalaku cenut-cenut
kejedut di sudut dagang sop buntut
oh kemelut…, nasib tukang bubut (halahh..)
Lam kenut eh kenal