Kemelut

By anagustini

KemelutĀ  bagai angin datangĀ  lupa menghilang

kemelut menggumpal berkumpul di otak

Serasa pintu tak bergagang susah dibuka

Dan nafaspun hilang setengah

Duh kemelut kau bebas datang tiba-tiba

Siksa terasa nyata dan aku meronta

Kemelut, harus aku apakan kau ini

Kau datang dan aku tak bisa antar

Kemelut akankah kau selalu menjadi bagian

Satu Tanggapan ke “Kemelut”

  1. yande Berkata:

    Oh kemelut…, kepalaku cenut-cenut
    kejedut di sudut dagang sop buntut

    oh kemelut…, nasib tukang bubut (halahh..)

    Lam kenut eh kenal :)

Tinggalkan Balasan