Tangkai itu

By anagustini

Kenapa aku dipersalahkan karena tidak bisa raih pohon terindah
Kenapa aku harus bertanggungjawab melebihi tangkai yang sudah kuraih
Apakah tangkai terindah itu memang harus bisa kita duduki
Bolehlah kita menduduki tangkai yang lebih rendah
Bukan aku yang salah bukan aku yang harus dipersalahkan,
Karena aku sudah laku sampai keringat habis
Meraih tangkai terindah hanya menunggu jentikan dari hai engkau sang pengisi jagat
Tetesku sudah habis, tinggallah Engkau memberi keringat semangat untuk tetesan tetesan baru.

Satu Tanggapan ke “Tangkai itu”

  1. madagumilang Berkata:

    @Karena aku sudah laku sampai keringat habis

    pohon karet ya?

Tinggalkan Balasan