Arsip untuk ‘Sajak’ Kategori

Tangkai itu

Maret 31, 2009

Kenapa aku dipersalahkan karena tidak bisa raih pohon terindah
Kenapa aku harus bertanggungjawab melebihi tangkai yang sudah kuraih
Apakah tangkai terindah itu memang harus bisa kita duduki
Bolehlah kita menduduki tangkai yang lebih rendah
Bukan aku yang salah bukan aku yang harus dipersalahkan,
Karena aku sudah laku sampai keringat habis
Meraih tangkai terindah hanya menunggu jentikan dari hai engkau sang pengisi jagat
Tetesku sudah habis, tinggallah Engkau memberi keringat semangat untuk tetesan tetesan baru.

Kemelut

November 20, 2008

Kemelut  bagai angin datang  lupa menghilang

kemelut menggumpal berkumpul di otak

Serasa pintu tak bergagang susah dibuka

Dan nafaspun hilang setengah

Duh kemelut kau bebas datang tiba-tiba

Siksa terasa nyata dan aku meronta

Kemelut, harus aku apakan kau ini

Kau datang dan aku tak bisa antar

Kemelut akankah kau selalu menjadi bagian

BEGINI

November 15, 2008

Aku bahagia dan bersyukur seperti BEGINI

BEGINI membuat kedua ujung bibirku terangkat

Aku tau karena semua telah di renangi

Tidak  BEGINI kalau badai tak disapa ramah

Ambillah BEGINI hasil dari seluruh sari yang keluar

Ah BEGINI membuat kedua tanganku diatas

Malam gelap tak berhenti berkunyam

Seandainya

Juli 12, 2008

Seandainya ada kata yang lebih indah dari “terimakasih” pasti akan aku berikan.

Untuk orang-orang yang membukakan celah sempit dan akhirnya melebar kembali.

Yang telah menahan airmata getir ini menjadi semangat.

Hanya 99 kupu-kupu yang bisa keluar dari mulutku yang kering.

Menunggu kesegaran yang datang dari langit untukmu.

Tunggulah kau senyum dari alam.

Karena air, tanah dan udara sekarang telah menjadi sahabatmu.

Biarkan saja….

Juli 3, 2008

Biar saja aku yang mengalah untuk semesta ini.

Biarkan angin berbuat seindah yang dia pikirkan.

Aku telah menyerah dan kamu pun puas.

hawa gemerutuk dalam dada akan aku tiup.

Tsunami tak akan masuk ke bibir pantai lagi

Aku tak mau lagi berseteru dengan semestamu.

Aku akan berjalan santai di setapak yang damai.

Biarkan aku melangkah walau harus berjinjit.

Sisa malam

Juni 30, 2008

Anggukkan sepakat menuaikan waktu yang tersisa.

Berkelana menembus pekat dan berbuah hasrat.

Sisa malam tlah dituangkan.

Menggoyang semangat berjuta bilur.

Hentakkan itu perlahan bernada

Sisa malam habis terkulai, tanpa janji.

Datang dari langit

Juni 24, 2008

Telanjangi aku dengan seluruh malu. Sibaklah aibku hingga semutpun tau.Kulaikan aku bersama bibir dan senjatamu, pasunglah amarah ini dengan gagahmu, dan titikkan noda seiring puasmu, biarlah tertawa menjadi hartamu.Dan pastikan dendam itu datang dari langit.

Ultraviolet

Juni 20, 2008
Ultraviolet datang ditengah-tengah hujan lebat terbahak
Menyengati raga sehingga mampu terpingkal.
Meminum cuka berasa teh manis menyegarkan.
Makhluk alam dan isinya memberikan rangkaian asam manis yang indah

Sampai renta

Juni 16, 2008

Percikan ini tak mau berhenti, api perlahan menyala dan menghangat.

Tak mungkin aku membuat api ini menjadi berkobar.

Biarkan hangat dan nikmati di dinding hatiku saja.

Sampai kapan kau hanya mencari hangat.

uh aku memang belum pernah diberi yang lebih dari sekedar hangat.

Biarkan saja kunikmati hangat ini sampai renta menjadi temanku

Dan aku lupa

Juni 15, 2008

Suatu hari memandang dan ternyata pandangan ini tak berakhir, terlanjut serta mengguncangkan. Berdetak saat kembali berkelebat detik-detik terpecahkan itu, tak berdaya. Nafas tersengal-sengal dan kemudian bak air terus menerus menyemburat dalam lingkaran. Melekat dalam sel-sel otak. (lagi…)