Ternyata jauh untuk ke puncak ,
tak paham kapan giliranku disana
Keinginan menjadi mimpi saja.
Merinding dan dingin di terik dan panasnya cahaya yang katanya abadi.
Kegagalan tak pernah berujung
Duh dingin dan membekukan hati.
Cucuran air dipelupuk-pun terasa beku ditiup dingin.
jalan entah dikanan, dikiri, didepan ataupun dibelakang.
Meringkuk disudut menjadi indah, berjalan pun serasa diseret,
Rapuh adalah sahabat kental.
Boleh beri aku sentuh agar tak temaram,
legakan jiwa agar tak tertatih.
Beri senyum agar sampai puncak .
Kembalikanlah kukuh itu.