<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>gustini on &#187; Sosial Politik</title>
	<atom:link href="http://anagustini.wordpress.com/category/sos/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://anagustini.wordpress.com</link>
	<description>Rumah hati</description>
	<lastBuildDate>Wed, 22 Jul 2009 03:42:59 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='anagustini.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/7b57478349424a4742777fe6d06b102f?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>gustini on &#187; Sosial Politik</title>
		<link>http://anagustini.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Orang-orang kaku</title>
		<link>http://anagustini.wordpress.com/2008/04/04/orang-orang-kaku/</link>
		<comments>http://anagustini.wordpress.com/2008/04/04/orang-orang-kaku/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Apr 2008 10:32:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anagustini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Prosa]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anagustini.wordpress.com/?p=105</guid>
		<description><![CDATA[Suatu malam pada saat jam makan malam, saya memasuki rumah makan di sebuah mall. &#8220;Silahkan, berapa orang mba?&#8221;padahal jelas-jelas saya masuk rumah makan itu seorang diri, saya bilang ,&#8221; dibungkus saja&#8221;sambil ngeloyor ke arah pojok khusus untuk yang dibungkus. Mba kasir itu dengan  setengah berteriak   berkata, &#8221; silahkan mau pesan apa?&#8221;, begitu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anagustini.wordpress.com&blog=248949&post=105&subd=anagustini&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Suatu malam pada saat jam makan malam, saya memasuki rumah makan di sebuah mall. &#8220;Silahkan, berapa orang mba?&#8221;padahal jelas-jelas saya masuk rumah makan itu seorang diri, saya bilang ,&#8221; dibungkus saja&#8221;sambil ngeloyor ke arah pojok khusus untuk yang dibungkus. Mba kasir itu dengan  setengah berteriak   berkata, &#8221; silahkan mau pesan apa?&#8221;, begitu ujar si kasir dengan wajah kaku dan berkesan formal  tanpa senyum, &#8220;Nasi ayam&#8221;, singkat saja saya bicara. &#8220;Ada tambahan lain, atau ditambah pangsitnya, mungkin?&#8221;, saya menggeleng dan setelah kasir itu bicara lantang lagi, seperti diatur menyebutkan harga yang harus dibayar, kemudian sayapun melakukan pembayaran dan segera duduk, &#8220;silahkan tunggu&#8221;, lantang, seolah dia yang berkuasa dan saya merasa tidak jadi seorang pembeli, tetapi hanya sebagai seorang terdakwa yang menunggu panggilan untuk didakwa. Sambil menunggu, saya membaca koran Tempo hari itu yang sudah basi.<span id="more-105"></span> Kejadian lain adalah saya masuk kesebuah perkantoran untuk menemui klien. Setelah sampai di lantai 4 gedung itu, saya menuju ke meja operator dan meminta untuk dipanggilkan seseorang yang saya tuju. Dengan wajah asam dan kemudian operator itu tersenyum ke arah belakang saya yang ternyata tamu lain. Sial, saya dikasih wajah asam sementara yang lain dia senyumin. Dia bicara dengan formalnya sekan-akan hidup ini penuh aturan dan kaku. Dengan senyum penuh kerelaan saya berkata, &#8220;bisa ketemu dengan Ibu &#8220;A&#8221;?, lagi-lagi dia berkata dengan kaku,  ramah yang dibuat-buat dan  senyum tak rela, &#8221; Silahkan ditunggu&#8221;. Huh sebel, seperti orang penting saja, gumamku dalam hati.  Saya pun menunggu di lobby itu, karena lama akhirnya saya bermaksud mengganti orang yang akan saya temuin jikalau orang sebelumnya yang saya maksud memang masih sibuk dan belum bisa keluar ruang kerjanya.Saya pun menghampiri meja si operator, belum sempat saya menyampaikan apa yang dituju , operator itu sudah langsung bilang &#8221; Silahkan ditunggu saja&#8221;dan saya pun kembali duduk dimanis-maniskan dan setengah gondok. Karena lama menunggu, kemudian saya memutuskan untuk menghampiri lagi  si operator dan berusaha menyampaikan maksud saya tadi dan berkata , &#8221; begini mba kalau&#8230;..eh si operator itu sudah memotong omongan saya lagi, &#8220;Ibu &#8220;A&#8221; nya ada mba&#8221;, silahkan ditunggu saja, mata sayapun tidak kuat untuk menahan tatapan tajam ke arahnya, dan saya yakin dia merasakan tatapan tajam mata saya . Padahal kan saya bertujuan untuk menanyakan, jika memang masih lama, saya mau ganti orang yang ditemuin saja, sambil menunggu ibu &#8220;B&#8221; keluar. Tapi keburu dipotong. Dasar.  Lalu karena bosan menunggu saya menelepon orang yang saya tuju lainnya dari handphone, tapi teleponku tidak diangkat dan sayapun terduduk lesu pasrah untuk menunggu. Tak lama kemudian ada dering telepon dari dalam tas, ternyata setelah diangkat, ternyata orang yang saya telepon itu menelepon balik, wah bagus neh, yang ditunggu-tunggu akhirnya muncul, dan sayapun bilang bahwa saya sudah ada di lobby menunggunya . Dia akhirnya muncul ke lobby dan saya sedikitpun tidak menoleh ke arah operator itu.  Akhir-akhir ini saya memang kesal dengan sesuatu yang berkesan basa-basi, kaku, diatur, dan kadang-kadang aturan itu tidak begitu penting tetapi hanya berkesan orang itu ingin dianggap penting. Atau itu merupakan aturan dan upaya untuk menjaga eksklusifitas dari sebuah perusahaan, ah entahlah yang jelas saya tidak begitu suka akan hal ini. Berkesan ada jarak dan tidak hangat, padahal bangsa kita terkenal dengan keramahannya tapi justru malah diciptakan kekakuan dan berkesan dibuat-buat. Aneh</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/anagustini.wordpress.com/105/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/anagustini.wordpress.com/105/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anagustini.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anagustini.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anagustini.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anagustini.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anagustini.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anagustini.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anagustini.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anagustini.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anagustini.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anagustini.wordpress.com/105/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anagustini.wordpress.com&blog=248949&post=105&subd=anagustini&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anagustini.wordpress.com/2008/04/04/orang-orang-kaku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/09875e47126294ea63226dea45239d1b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Gustini</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mobil mewah itu ternyata&#8230;.</title>
		<link>http://anagustini.wordpress.com/2007/11/28/mobil-mewah-itu-ternyata/</link>
		<comments>http://anagustini.wordpress.com/2007/11/28/mobil-mewah-itu-ternyata/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Nov 2007 04:42:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anagustini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Prosa]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anagustini.wordpress.com/2007/11/28/mobil-mewah-itu-ternyata/</guid>
		<description><![CDATA[Senin lalu tanggal 26 Desember 2007 headline sebuah koran mengenai impor mobil mewah. Intinya temuan penyelidikan mengenai impor gelap mobil mewah di Indonesia. Jumlahnya tidak sedikit mencapai 350 yang berdokumen palsu Ternyata mobil-mobil seperti Rolls Royce, cygnus, BMW X5, atau Mercedes di Jakarta dokumennya bisa Bodong, walau mereka mempunya surat tanda kendaraan bermotor (STNK) yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anagustini.wordpress.com&blog=248949&post=67&subd=anagustini&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Senin lalu tanggal 26 Desember 2007 headline sebuah koran mengenai impor mobil mewah. Intinya temuan penyelidikan mengenai<strong> impor gelap mobil mewah di Indonesia.</strong> Jumlahnya tidak sedikit mencapai 350 yang berdokumen palsu Ternyata mobil-mobil seperti Rolls Royce, cygnus, BMW X5, atau Mercedes di Jakarta dokumennya bisa Bodong, walau mereka mempunya surat tanda kendaraan bermotor (STNK) yang asli. Surat asli didapatkan dengan mudah tentunya harus menggunakan pelancar biar surat itu keluar.<span id="more-67"></span></p>
<p>Konon sampai senilai uang 200 juta rupiah semua surat akan diterima dengan beres. Mari kita lihat alur-alurnya mulai dari pelabuhan importir mobil sudah mendapatkan ijin dari bea dan cukai, -<strong>&#8212;&gt;</strong>sebetulnya mobil masuk tanpa ijin semua dokumen ternyata dipalsukan. kedua kejadian di kantor bea cukai yaitu proses pengisian data mulai dari jenis kendaraan, tahun pembuatan, sampai ukuran mesin (pengisian formulir A) <strong>&#8212;&gt;</strong> Ternyata tahun pembuatannya dipalsukan dibuat lebih tua agar pajak lebih murah, atau ukuran mesin yang diperkecil. Ketiga Langkah yang harus dilakukan adalah Faktur serta dokumen lain yang harus dikeluarkan (formulir A) <strong>&#8212;&gt; </strong> ada fasilitas diplomatik mobil dirubah menjadi kendaraan pribadi dengan menggunakan formulir C tp dikeluarkan tanpa rekomendasi Departemen Luar negeri asli. keempat adalah pengeluaran rekomendasi untuk mobil impor (jika formulir A dengan faktur cocok ) dari direktorat lalulintas mabes polri. Kelima, akhirnya sampailah di kantor samsat untuk dikeluarkan STNK dengan didukung data dari Bea dan Cukai sampai direktorat lalu lintas. Pajak dipungut berdasarkan data dari formulir A.</p>
<p>Nah akhirnya STNK keluar padahal data yang diberikan sejak awal adalah palsu. Kemudian berkas-berkas dilenyapkan untuk menghilangkan jejak. Diduga pemilik mobil dengan dokumen bodong ini adalah polisi, wakil rakyat, pensiunan jendral, artis hingga konon ada dua tokoh partai besar kita loh.</p>
<p>Wah gimana mau diberantas penyimpangan wong yang beli juga orang-orang penting yang pasti akan memagari dirinya. Dan kasus ini belum tentu bisa dituntaskan karena yang melegalkan sekalian menggunakannya juga. Adakah di Indonesia ornag berani mencopot jabatan karena dia mengakui kesalahannya????. Bisa dibayangkan berapa keuntungan yang meruah dari para importir ini.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/anagustini.wordpress.com/67/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/anagustini.wordpress.com/67/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anagustini.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anagustini.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anagustini.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anagustini.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anagustini.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anagustini.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anagustini.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anagustini.wordpress.com/67/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anagustini.wordpress.com/67/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anagustini.wordpress.com/67/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anagustini.wordpress.com&blog=248949&post=67&subd=anagustini&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anagustini.wordpress.com/2007/11/28/mobil-mewah-itu-ternyata/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/09875e47126294ea63226dea45239d1b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Gustini</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>politik</title>
		<link>http://anagustini.wordpress.com/2007/10/26/politik/</link>
		<comments>http://anagustini.wordpress.com/2007/10/26/politik/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Oct 2007 05:06:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anagustini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anagustini.wordpress.com/2007/10/26/politik/</guid>
		<description><![CDATA[Bicara mengenai politik . Apa yang dimaksud dengan politik? politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya dalam negara.
Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional dan nonkonstitusional. merujuk pada semua langkah politik yang sesuai dengan aturan hukum yang berlaku di suatu negara. Karena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anagustini.wordpress.com&blog=248949&post=59&subd=anagustini&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Bicara mengenai politik . Apa yang dimaksud dengan politik? politik adalah proses pembentukan dan pembagian kekuasaan dalam masyarakat yang antara lain berwujud proses pembuatan keputusan, khususnya dalam negara.</p>
<p>Politik adalah seni dan ilmu untuk meraih kekuasaan secara konstitusional dan nonkonstitusional. merujuk pada semua langkah politik yang sesuai dengan aturan hukum yang berlaku di suatu negara. Karena Undang-Undang Dasar adalah hukum tertinggi dalam suatu negara maka suatu tindakan konstitusional adalah semua langkah yang sesuai hukum .</p>
<p>Tetapi selanjutnya karena konstitusi <span id="more-59"></span>diuraikan dalam berbagai undang-undang dan lain peraturan perundang-undangan, maka sering pemerintah yang mempunyai kewenangan untuk membuat undang-undang bersama parlemen (di Indonesia Dewan Perwakilan Rakyat) maka dalam beberapa situasi pelanggaran hukum bisa merupakan pelanggaran terhadap peraturan di bawah konstitusi sehingga untuk menetapkan apakah suatu undang-undang tidak bertentangan dengan konstitusi dibentuklah Mahkamah Konstitusi.</p>
<p>Teori politik merupakan kajian mengenai konsep penentuan tujuan politik, bagaimana mencapai tujuan tersebut serta segala konsekuensinya.</p>
<p>Dalam konteks memahami politik perlu dipahami beberapa kunci, antara lain: Kekuasaan politik, legitimasi, sistem politik, perilaku politik, partisipasi politik, proses politik, dan tidak kalah pentingnya adalah mengenai seluk beluk partai politik.</p>
<p>Politik adalah usaha yang ditempuh warga negara untuk mewujudkan kebaikan bersama (teori klasik Aristoteles). Partisipasi kita sebagai warga adalah ikut memperhatikan jalannya pemerintahan, turut kritis mengikuti jalannya pemerintahan dengan berbagai kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan pemerintah tentunya dengan menjadi warga yang baik terlebih dahulu dengan menjalankan kewajiban-kewajiban dan berhak memilih wakil rakyat yang mereka percaya tentunya untuk kebaikan bersama.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/anagustini.wordpress.com/59/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/anagustini.wordpress.com/59/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anagustini.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anagustini.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anagustini.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anagustini.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anagustini.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anagustini.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anagustini.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anagustini.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anagustini.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anagustini.wordpress.com/59/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anagustini.wordpress.com&blog=248949&post=59&subd=anagustini&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anagustini.wordpress.com/2007/10/26/politik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/09875e47126294ea63226dea45239d1b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Gustini</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Demokrasi</title>
		<link>http://anagustini.wordpress.com/2007/10/24/demokrasi/</link>
		<comments>http://anagustini.wordpress.com/2007/10/24/demokrasi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Oct 2007 08:15:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anagustini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anagustini.wordpress.com/2007/10/24/demokrasi/</guid>
		<description><![CDATA[Apa seh yang dimaksud dengan Demokrasi? demokrasi adalah sistem atau mekanisme pemerintahan. Pilar Demokrasi di Indonesia adalah Trias Politica yaitu kekuasaan legislatif, yudikatif dan eksekutif untuk diwujudkan dalam tiga jenis lembaga negara yang saling lepas (independen) dan berada dalam peringkat yang sejajar satu sama lain.
Ketiga jenis lembaga-lembaga negara tersebut adalah lembaga-lembaga pemerintah yang memiliki kewenangan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anagustini.wordpress.com&blog=248949&post=58&subd=anagustini&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Apa seh yang dimaksud dengan Demokrasi? demokrasi adalah sistem atau mekanisme pemerintahan. Pilar Demokrasi di Indonesia adalah Trias Politica yaitu kekuasaan legislatif, yudikatif dan eksekutif untuk diwujudkan dalam tiga jenis lembaga negara yang saling lepas (independen) dan berada dalam peringkat yang sejajar satu sama lain.</p>
<p>Ketiga jenis lembaga-lembaga negara tersebut adalah lembaga-lembaga pemerintah yang memiliki kewenangan untuk mewujudkan dan melaksanakan kewenangan eksekutif, lembaga-lembaga pengadilan yang berwenang menyelenggarakan kekuasaan judikatif dan lembaga-lembaga perwakilan rakyat (DPR, untuk Indonesia) yang memiliki kewenangan menjalankan kekuasaan legislatif. Di bawah sistem ini, keputusan legislatif dibuat oleh masyarakat atau oleh wakil yang wajib bekerja dan bertindak sesuai aspirasi masyarakat yang diwakilinya.</p>
<p><span id="more-58"></span><br />
Nah bicara mengenai wakil rakyat, melihat fenomena sekarang ini bagaimana para wakil rakyat kita menyalah gunakan kekuasaannya, berlaku sewenang-wenang, korupsi dimana-mana, kemudian bagaimana mereka menghambur-hamburkan uang untuk suatu kepentingan yang sebetulnya tidak penting. Studi Banding ke luar negeri bahkan ada yang membawa keluarganya, semua menggunakan uang rakyat, dihambur -hamburkan. Padahal studi banding dapat dilakukan tidak harus pergi kesana atau diwakilkan hanya satu atau dua orang saja, sehingga kita bisa lebih efektif dan efesien, atau literatur bisa didapatkan di internet atau dari para wakil kedutaan setiap negara. Kita bisa meminta data dari mereka.</p>
<p><!--more--><br />
Semua jadi berkesan aji mumpung, mumpung berkuasa, sehingga proyek yang tidak ada menjadi diada-adakan. Bagaimana saya bisa percaya terhadap orang-orang seperti itu yah, tidak jujur, korup dan tidak punya integritas yang tinggi. Payah.</p>
<p>Sepertinya mereka membutuhkan uang yang banyak dan tidak pernah cukup, padahal di luar sana begitu banyak yang berkeluh kesah mengenai kemiskinan. Mengapa mereka justru tidak peduli dengan lingkungan sekitar nya. Pantaskah mereka disebut wakil? yang menyuarakan aspirasi rakyat, mewakili rakyat yang miskin ? rasanya semua begitu menyedihkan.</p>
<p>Saya berpikir untuk generasi selanjutnya dimulai dari angkatan saya kebawah untuk bisa lebih baik, mungkin setiap orang yang kedepan akan menggantikan kita harus sejak awal dididik mengenai akhlak yang baik. Diberi contoh yang baik sehingga kelak mereka bisa lebih dipercaya. Berawal dari bagaimana kita mendidik menuju akhlak yang baik, hidup lebih sederhana, peduli sesama dan lingkungannya sehingga tidak hanya cerdas dalam aspek akademis saja tetapi semua aspek sehingga mempunyai multiple intellegence.</p>
<p>Kita hanya bisa berdoa dan berusaha ke depan negara kita tercinta ini bisa lebih baik, dengan mendayagunakan seluruh penduduk yang berjumlah 200 juta dan sumber daya alam yang selalu menjadi rebutan bangsa-bangsa di luar sana. Semoga.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/anagustini.wordpress.com/58/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/anagustini.wordpress.com/58/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anagustini.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anagustini.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anagustini.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anagustini.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anagustini.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anagustini.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anagustini.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anagustini.wordpress.com/58/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anagustini.wordpress.com/58/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anagustini.wordpress.com/58/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anagustini.wordpress.com&blog=248949&post=58&subd=anagustini&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anagustini.wordpress.com/2007/10/24/demokrasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/09875e47126294ea63226dea45239d1b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Gustini</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>