<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>gustini on &#187; Prosa</title>
	<atom:link href="http://anagustini.wordpress.com/category/uncategorized/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://anagustini.wordpress.com</link>
	<description>Rumah hati</description>
	<lastBuildDate>Wed, 22 Jul 2009 03:42:59 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='anagustini.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/7b57478349424a4742777fe6d06b102f?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>gustini on &#187; Prosa</title>
		<link>http://anagustini.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Bisikan rahasia</title>
		<link>http://anagustini.wordpress.com/2009/07/22/bisikan-rahasia/</link>
		<comments>http://anagustini.wordpress.com/2009/07/22/bisikan-rahasia/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Jul 2009 02:56:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anagustini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Prosa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anagustini.wordpress.com/?p=241</guid>
		<description><![CDATA[Rasa seperti  berjuta, bibir terasa terindah bertutur ,  mawar  lebih indah dengan teduhnya  nuansa hati. Kau  riang, sekarang ada disekitarku berkeliling dan kadang bertutur lalu memapah hati. Seleraku membumbung seakan menoleh  senyuman di setiap sudut . Degup ini  berketuk  agak pelan, pelan dan semakin bertalu, aku lemas tak berdaya dan tertawa.
    [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anagustini.wordpress.com&blog=248949&post=241&subd=anagustini&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="text-align:left;">Rasa seperti  berjuta, bibir terasa terindah bertutur ,  mawar  lebih indah dengan teduhnya  nuansa hati. Kau  riang, sekarang ada disekitarku berkeliling dan kadang bertutur lalu memapah hati. Seleraku membumbung seakan menoleh  senyuman di setiap sudut . Degup ini  berketuk  agak pelan, pelan dan semakin bertalu, aku lemas tak berdaya dan tertawa.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anagustini.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anagustini.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anagustini.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anagustini.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anagustini.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anagustini.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anagustini.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anagustini.wordpress.com/241/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anagustini.wordpress.com/241/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anagustini.wordpress.com/241/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anagustini.wordpress.com&blog=248949&post=241&subd=anagustini&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anagustini.wordpress.com/2009/07/22/bisikan-rahasia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/09875e47126294ea63226dea45239d1b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Gustini</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sang Pelita</title>
		<link>http://anagustini.wordpress.com/2009/04/20/sang-pelita/</link>
		<comments>http://anagustini.wordpress.com/2009/04/20/sang-pelita/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Apr 2009 14:09:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anagustini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Prosa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anagustini.wordpress.com/?p=223</guid>
		<description><![CDATA[Dia memang hujan sekaligus cahaya  yang ada dalam bagian hidupku.Dia selalu menyeringai tatkala hatiku sepi.Dia selalu ingin mendekap saat aku merasa semua adalah neraka. Terimakasih Tuhan atas semua rezeki dan pemberianmu, tanpanya mungkin aku tak akan mendapatkan arti dari kelakar dan sandiwara ini.
Disini di bumi ini aku berpijak, melangkah, berjalan pelan, dan berlari kencang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anagustini.wordpress.com&blog=248949&post=223&subd=anagustini&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dia memang hujan sekaligus cahaya  yang ada dalam bagian hidupku.Dia selalu menyeringai tatkala hatiku sepi.Dia selalu ingin mendekap saat aku merasa semua adalah neraka. Terimakasih Tuhan atas semua rezeki dan pemberianmu, tanpanya mungkin aku tak akan mendapatkan arti dari kelakar dan sandiwara ini.</p>
<p>Disini di bumi ini aku berpijak, melangkah, berjalan pelan, dan berlari kencang menapaki  merah biru dan kuning hidup ini. Ya Robb aku tak akan pernah tau arah kompasMu, kekirikah, lurus atau kanan dengan melaju kencang dan kecepatan tertinggi ataukah dengan kecepatan terendah. Oh sungguh indah permainanmu ini, bagaikan air laut yang kadang bergelombang tinggi memecah pantai dan tiba-tiba tenang ditiupi angin sepoi-sepoi.</p>
<p>Kemanakah  hai tujuan ini, laut begitu luas dan aku tak mengenal jalan , yang ada hanya cahaya penerangku untuk berjalan ditengah-tengah hingar bingar, gelap  gulita dan  deru ombak. Hai kamu ,kamu disitu yang ada disisiku hampir setiap saat, kau bawa kemana ombang ambing ini. Kamu pikir benteng ini tak akan goyah? Hahaha ingin rasanya  bergeser dan tak pernah tengok kekanan bahkan tak dengar suara panggilan untuk menoleh. Ombak ini kadang membuat aku mabuk.</p>
<p>Tapaki, “hah tapaki? ”, benarkah itu jawabannya?, aku rasa bukan!, bukan itu. Ombak terlalu besar angin pun tak pernah mengangguk. Lalu mau kamu apa? Yah ikuti semua arah saja. “ikuti?” gak!, gak!, bukan angin yang harus diikuti tapi kompas, iya si kompas  itu, kompas yang ada di dalam di tempat terkecil dalam lubuk, ssstt…. tak ada yang tahu di dalam sini dan itu jawaban saat ini. Hai mungil! kamu ternyata sang pelita itu.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anagustini.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anagustini.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anagustini.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anagustini.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anagustini.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anagustini.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anagustini.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anagustini.wordpress.com/223/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anagustini.wordpress.com/223/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anagustini.wordpress.com/223/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anagustini.wordpress.com&blog=248949&post=223&subd=anagustini&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anagustini.wordpress.com/2009/04/20/sang-pelita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/09875e47126294ea63226dea45239d1b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Gustini</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ramai menguak luka</title>
		<link>http://anagustini.wordpress.com/2009/02/24/ramai-menguak-luka/</link>
		<comments>http://anagustini.wordpress.com/2009/02/24/ramai-menguak-luka/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 24 Feb 2009 01:44:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anagustini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Prosa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anagustini.wordpress.com/?p=215</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari menyambut ramai tuk sebagian yang  terlewat, hadir dan datang kembali. Berkumpul dengan semangat dan keringat yang sama untuk semua yang elok, tawa, canda dan keriangan. Dan akhirnya terusut satu persatu angin itu, teruangkap pertanyaan dulu yang  tak terjawab. Ah, saya enggan,  tuk bergemuruh lagi untuk 9 tahun yang sudah terkubur. Tak rela liang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anagustini.wordpress.com&blog=248949&post=215&subd=anagustini&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Suatu hari menyambut ramai tuk sebagian yang  terlewat, hadir dan datang kembali. Berkumpul dengan semangat dan keringat yang sama untuk semua yang elok, tawa, canda dan keriangan. Dan akhirnya terusut satu persatu angin itu, teruangkap pertanyaan dulu yang  tak terjawab. Ah, saya enggan,  tuk bergemuruh lagi untuk 9 tahun yang sudah terkubur. Tak rela liang ini tergali dan terangkat ke atas lagi. Tak sanggup berdiri jika sang angin itu bartambah kencang, menghantam dan menghujam seperti badai. Hentikan angin itu! kalau tidak ku kan berlari ketempat-tempat yang tiada angin, yang tak membuka lagi luka berderet dan berselimut darah, oh ampun! aku tak kan sanggup.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anagustini.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anagustini.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anagustini.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anagustini.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anagustini.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anagustini.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anagustini.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anagustini.wordpress.com/215/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anagustini.wordpress.com/215/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anagustini.wordpress.com/215/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anagustini.wordpress.com&blog=248949&post=215&subd=anagustini&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anagustini.wordpress.com/2009/02/24/ramai-menguak-luka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/09875e47126294ea63226dea45239d1b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Gustini</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>9 bulan</title>
		<link>http://anagustini.wordpress.com/2009/01/05/9-bulan/</link>
		<comments>http://anagustini.wordpress.com/2009/01/05/9-bulan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Jan 2009 05:59:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anagustini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Prosa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anagustini.wordpress.com/?p=208</guid>
		<description><![CDATA[9 bulan dalam dekapan dan setelah itu tak pernah menoleh kebelakang. Hanya tapak-tapak saja yang kian lama pupus dari penasaran dan harapan. Walau asa terlihat gelap sang 9 tetap semangat, menengok kiri kanan, melonjak-lonjak, tatkala menggoyangkan kaki dengan senyum lebar dan mata berbinar.Duh  larapun berganti jadi luapan bahagia terus mengejar, menyongsong ke muka tak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anagustini.wordpress.com&blog=248949&post=208&subd=anagustini&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>9 bulan dalam dekapan dan setelah itu tak pernah menoleh kebelakang. Hanya tapak-tapak saja yang kian lama pupus dari penasaran dan harapan. Walau asa terlihat gelap sang 9 tetap semangat, menengok kiri kanan, melonjak-lonjak, tatkala menggoyangkan kaki dengan senyum lebar dan mata berbinar.Duh  larapun berganti jadi luapan bahagia terus mengejar, menyongsong ke muka tak peduli untuk  yang kosong tak terisi. Kamu hebat, tetap mau tinggi  dan cari arti. Teriring bisikanku  di setiap aliran darahmu, tetesan keringatmu, dan hirupan nafasmu untuk kumandang 99 kupu-kupu yang selalu mengitari.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anagustini.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anagustini.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anagustini.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anagustini.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anagustini.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anagustini.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anagustini.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anagustini.wordpress.com/208/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anagustini.wordpress.com/208/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anagustini.wordpress.com/208/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anagustini.wordpress.com&blog=248949&post=208&subd=anagustini&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anagustini.wordpress.com/2009/01/05/9-bulan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/09875e47126294ea63226dea45239d1b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Gustini</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Semangat pagi</title>
		<link>http://anagustini.wordpress.com/2008/11/06/semangat-pagi/</link>
		<comments>http://anagustini.wordpress.com/2008/11/06/semangat-pagi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Nov 2008 02:12:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anagustini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Prosa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anagustini.wordpress.com/?p=180</guid>
		<description><![CDATA[
Malam itu membuat saya lebih malas dan gak karuan. Mendengar pendapat seseorang tentang jalan kehidupan. Yang ternyata menurutku hanya setiap pribadi saja  yang mengerti kehidupannya sendiri dan janji serta tanggungjawab untuk menjalaninya.  Orang lain tidak akan paham, dan pastinya semua ada  dasar dan alasannya. Mungkin prinsipku memang berbeda dengan kebanyakan orang. Sekilas perdebatan ini agak [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anagustini.wordpress.com&blog=248949&post=180&subd=anagustini&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><a href="http://anagustini.files.wordpress.com/2008/11/grasses_morning1x12002.jpg"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-195" title="grasses_morning1x12002" src="http://anagustini.files.wordpress.com/2008/11/grasses_morning1x12002.jpg?w=96&#038;h=96" alt="grasses_morning1x12002" width="96" height="96" /></a></p>
<p>Malam itu membuat saya lebih malas dan gak karuan. Mendengar pendapat seseorang tentang jalan kehidupan. Yang ternyata menurutku hanya setiap pribadi saja  yang mengerti kehidupannya sendiri dan janji serta tanggungjawab untuk menjalaninya.  Orang lain tidak akan paham, dan pastinya semua ada  dasar dan alasannya. Mungkin prinsipku memang berbeda dengan kebanyakan orang. Sekilas perdebatan ini agak mengganggu pikiran.</p>
<p>Tapi seperti biasa perbedaan berpikir atau sesuatu yang mengganjal tidak akan membuat  terlarut dan mengendap  lalu membuat susah tidur. Jadi sebelum tidur saya selalu membuang semua pikiran-pikiran dengan cara mengumpulkan semua keresahan dijidat, ditengah-tengah antara kedua belah mata, sambil memejamkan mata dan setelah itu buang jauh-jauh. Hasilnya memang saya selalu tidur nyenyak. Dan  lebih semangat menyambut pagi. Seperti pagi ini</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anagustini.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anagustini.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anagustini.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anagustini.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anagustini.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anagustini.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anagustini.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anagustini.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anagustini.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anagustini.wordpress.com/180/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anagustini.wordpress.com&blog=248949&post=180&subd=anagustini&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anagustini.wordpress.com/2008/11/06/semangat-pagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/09875e47126294ea63226dea45239d1b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Gustini</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://anagustini.files.wordpress.com/2008/11/grasses_morning1x12002.jpg?w=96" medium="image">
			<media:title type="html">grasses_morning1x12002</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sombong</title>
		<link>http://anagustini.wordpress.com/2008/11/01/sombong/</link>
		<comments>http://anagustini.wordpress.com/2008/11/01/sombong/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 01 Nov 2008 13:52:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anagustini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Prosa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anagustini.wordpress.com/?p=160</guid>
		<description><![CDATA[Menjadi orang  paling benar dan ga mau denger pendapat  orang lain atau sombong, angkuh memang sepertinya menyebalkan. Bukan hanya oleh sesama manusia saja yang akan membenci, tetapi Tuhan pun akan membenci orang yang angkuh dan sombong.
Di dunia ini atau hubungan sesama manusia sifat sombong memang tidak ada aturannya dan tidak diatur akan larangannya, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anagustini.wordpress.com&blog=248949&post=160&subd=anagustini&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Menjadi orang  paling benar dan ga mau denger pendapat  orang lain atau sombong, angkuh memang sepertinya menyebalkan. Bukan hanya oleh sesama manusia saja yang akan membenci, tetapi Tuhan pun akan membenci orang yang angkuh dan sombong.</p>
<p>Di dunia ini atau hubungan sesama manusia sifat sombong memang tidak ada aturannya dan tidak diatur akan larangannya, dan tidak pula ada undang-undangnya atas hukuman orang yang melakukan kesombongan. Tetapi akan berbeda kalau sifat sombong dihadapan Alloh Swt. Pada saat diakhirat nanti salah satunya adalah akhlak kita yang akan dinilai.</p>
<p>Penyebab kesombongan adalah akibat dari merasa dirinya &#8220;lebih&#8221; merasa lebih pintar, merasa lebih baik ibadahnya, merasa lebih akan kecantikannya, ketampanannya, hartanya sehingga timbulah rasa sombong dalam dirinya. Makhluk Allah apapun ujudnya tidaklah pantas untuk berlaku sombong atau congkak di atas bumi ini. Ilmu, amal, keturunan, pangkat, kecantikan, harta benda yang dimiliki manusia betapapun luas, besar dan tinggi nilainya tidak akan berarti bagi Allah SWT  sedikitpun juga.</p>
<p>Sifat sombong akan menimbulkan halangan bagi masuknya ke pintu surga. Rasulullah mengatakan bahwa di hari Kiamat orang-orang yang sombong akan dikumpulkan, dijadikan pasukan semut-semut lalu digiring ke penjara yang ada di dalam neraka jahannam bernama penjara Bulasa di sana mereka diberi minuman darah dan nanah thinnatil khabai ( kotoran penghuni neraka).</p>
<p>Sabda Rasulullah SAW. : <strong><em>Tidak akan masuk surga orang yang dalam lubuk hatinya terdapat perasaan sombong ( arrogan) walaupun cuma sebesar atom </em>(HR Bukhari Muslim)</strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anagustini.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anagustini.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anagustini.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anagustini.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anagustini.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anagustini.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anagustini.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anagustini.wordpress.com/160/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anagustini.wordpress.com/160/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anagustini.wordpress.com/160/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anagustini.wordpress.com&blog=248949&post=160&subd=anagustini&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anagustini.wordpress.com/2008/11/01/sombong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/09875e47126294ea63226dea45239d1b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Gustini</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>titipan</title>
		<link>http://anagustini.wordpress.com/2008/10/29/titipan/</link>
		<comments>http://anagustini.wordpress.com/2008/10/29/titipan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Oct 2008 09:58:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anagustini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Prosa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anagustini.wordpress.com/?p=149</guid>
		<description><![CDATA[Pernah Kita Berjanji Untuk Sama-Sama
Busungkan Dada Burung Garuda
Karna Di dada Nya Ada Lambang Panca Sila
Teguh Pendirian Bagai Tiang Sangsaka
Memakai Jalur Garis Lurus Katulistiwa
Terbanglah Bersama Ke Angkasa Lihat Nusan Tara
Ibu Pertiwi Bahagia Dunia Bangga
AMUNISI
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anagustini.wordpress.com&blog=248949&post=149&subd=anagustini&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pernah Kita Berjanji Untuk Sama-Sama</p>
<p>Busungkan Dada Burung Garuda</p>
<p>Karna Di dada Nya Ada Lambang Panca Sila</p>
<p>Teguh Pendirian Bagai Tiang Sangsaka</p>
<p>Memakai Jalur Garis Lurus Katulistiwa</p>
<p>Terbanglah Bersama Ke Angkasa Lihat Nusan Tara</p>
<p>Ibu Pertiwi Bahagia Dunia Bangga</p>
<p>AMUNISI</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anagustini.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anagustini.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anagustini.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anagustini.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anagustini.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anagustini.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anagustini.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anagustini.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anagustini.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anagustini.wordpress.com/149/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anagustini.wordpress.com&blog=248949&post=149&subd=anagustini&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anagustini.wordpress.com/2008/10/29/titipan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/09875e47126294ea63226dea45239d1b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Gustini</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ulangan Bahasa Inggris</title>
		<link>http://anagustini.wordpress.com/2008/08/20/bahasa-inggris/</link>
		<comments>http://anagustini.wordpress.com/2008/08/20/bahasa-inggris/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Aug 2008 03:01:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anagustini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Prosa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anagustini.wordpress.com/?p=139</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Umi, Tono mau minta maaf, ternyata nilai ulangan bahasa Inggris Tono hanya  98, tidak seratus ,&#8221;  begitu kata yang terucap dari Tono, sang buah hati  pada ibunya.  Tuti bergumam  dalam hati, &#8220;hebat yah anak ini, semalem dia belajar seadanya tapi nilai anak itu tidak mengecewakan meskipun tidak seratus&#8221;, demikian terlintas [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anagustini.wordpress.com&blog=248949&post=139&subd=anagustini&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>&#8220;Umi, Tono mau minta maaf, ternyata nilai ulangan bahasa Inggris Tono hanya  98, tidak seratus ,&#8221;  begitu kata yang terucap dari Tono, sang buah hati  pada ibunya.  Tuti bergumam  dalam hati, &#8220;hebat yah anak ini, semalem dia belajar seadanya tapi nilai anak itu tidak mengecewakan meskipun tidak seratus&#8221;, demikian terlintas dalam lamunan Tuti. Tapi Umi, Nilai Tono paling tinggi kok yang lainnya dibawah Tono&#8221;, Tono menambahi.<span id="more-139"></span></p>
<p>Malam sebelum ulangan bahasa Inggris Tono males-malesan ketika ibunya menyuruh dia belajar, maunya main-main saja dan baca buku komik. Saat itu Tuti sempet kesal dibuatnya, karena menyuruh Tono untuk belajar  eh jawaban yang terlontar dari anak itu adalah &#8220;Tono sudah hapal dan mengerti Umi&#8221;, Tuti kesal dengan kepercayaan diri nya Tono,  Tuti berpikir bahwa semestinya Tono mengulang untuk membaca  lagi pelajaran yang telah dia dapatkan dan bukannya bersifat sombong seperti itu. Tapi dasar Tono ada saja alasannya yang keluar dari mulutnya. &#8220;Tenang Umi Tono sudah mengerti semua pelajaran itu kok, Tono janji nilainya gak akan mengecewakan Umi, Tono akan mengerjakannya dengan baik&#8221;, begitu Tono berujar ketika Tuti menyuruh Tono belajar.</p>
<p>Kerap kali Tono sulit sekali jika disuruh untuk belajar, ada saja alasan yang dia buat, &#8220;iya nanti&#8221;, selalu begitu jawabannya jika disuruh belajar. Dan dia akan sibuk dengan kegiatan pribadinya, mulai dari mengotak-atik mainan sampai dengan membaca  sebuah buku yang bukan buku pelajaran. Hobi Tono memang membaca buku,  mulai dari bacaan komik hingga  seri buku pengetahuan  dia lahap. Hobinya ini  membuat dia merasa layaknya berada di surga kalau berada di perpustakaan atau toko buku,  dan akibatnya  Tono akan susah untuk diajak pulang atau bahkan dia akan merengek minta dibelikan buku baru dengan alasan sudah tidak ada lagi bahan bacaan,  bukunya sudah kelamaan dan katanya dia sudah bosan membacanya berulang-ulang. Meskipun sebenarnya buku apapun akan selalu dia baca berulang-ulang dan hal ini membuat Tono hapal, serta paham isinya dan yang lebih menguntungkan adalah wawasan Tono menjadi cukup luas dibuatnya.</p>
<p>Kepercayaan diri Tono memang terbukti, ternyata dia mampu mengerjakan soal-soal yang diberikan oleh guru bahasa Inggrisnya. Tuti patut bersyukur dengan kemampuan yang dipunyai Tono saat ini. Tentunya kemampuan ini harus tetap diasah, dikembangkan dan kemudian diarahkan juga supaya tidak terlena dan kebablasan atau membuat takabur.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span style="font-size:12pt;"> </span></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/anagustini.wordpress.com/139/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/anagustini.wordpress.com/139/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anagustini.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anagustini.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anagustini.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anagustini.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anagustini.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anagustini.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anagustini.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anagustini.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anagustini.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anagustini.wordpress.com/139/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anagustini.wordpress.com&blog=248949&post=139&subd=anagustini&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anagustini.wordpress.com/2008/08/20/bahasa-inggris/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/09875e47126294ea63226dea45239d1b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Gustini</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tono</title>
		<link>http://anagustini.wordpress.com/2008/07/01/sekelumit/</link>
		<comments>http://anagustini.wordpress.com/2008/07/01/sekelumit/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Jul 2008 17:23:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anagustini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Prosa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anagustini.wordpress.com/?p=131</guid>
		<description><![CDATA[Siang hari bolong, tiba-tiba handphone Tuti berbunyi, “halo, iya saya sendiri oh iya, kenapa bu, hmmm, kapan ? oh….”,  demikian pembicaraan itu mengalir . Tuti ternyata diminta untuk datang ke sekolah anaknya untuk mengambil rapot . Tuti adalah ibu dari seorang anak yang bernama Tono. Tuti bekerja di Jakarta, sementara Tono bersekolah di Bandung [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anagustini.wordpress.com&blog=248949&post=131&subd=anagustini&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Siang hari bolong, tiba-tiba handphone Tuti berbunyi, “halo, iya saya sendiri oh iya, kenapa bu, hmmm, kapan ? oh….”, <span> </span>demikian pembicaraan itu mengalir . Tuti ternyata diminta untuk datang ke sekolah anaknya untuk mengambil rapot . Tuti adalah ibu dari seorang anak yang bernama Tono. Tuti bekerja di Jakarta, sementara Tono bersekolah di Bandung dan tinggal dengan kakek neneknya. Keadaan yang memaksa mereka sehingga  harus berpisah jauh, tetapi apa boleh buat demi kelangsungan hidup, Tuti harus rela berpisah dengan anaknya, Tono. Mereka hanya berkesempatan bertemu dua hari dalam seminggu, selebihnya komunikasi mereka dilakukan melalui telepon.<span id="more-131"></span><br />
</span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Ternyata hari yang ditentukan untuk pengambilan rapot itu bentrok dengan jadwal presentasi Tuti dengan kliennya. Sesaat <span> </span>Tuti merasa kebingungan, hmm bagaimana yah, si buah hati atau tetap<span> </span>untuk datang meeting, Tuti mendiamkannya sesaat untuk berpikir. <span> </span>Memang <span> </span>sebetulnya rapot itu bisa diambil oleh kakeknya, tetapi<span> </span>tumben-tumbennya guru si Tono menelpon, interlokal khusus meminta secara langsung kepada Tuti untuk datang mengambil rapot Tono. Pastinya ada yang penting yang akan disampaikan oleh gurunya Tono selain rapotnya, demikian kegundahan itu merasuki pikiran Tuti. Akhirnya Tuti memutuskan untuk <span> </span>segera menelpon kliennya untuk mengundurkan jadwal meetingnya.</span><!--more--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Acara seremonial untuk pembagian rapot dan wisuda  disekolah Tono itu sungguh meriah. Panggung dengan dominasi warna hijau serta pernak-pernik<span> </span>yang ramai disetiap sudut, <span> </span>membuat acara ini terlihat menarik. <span> </span>Anak-anak kecil yang lucu itu naik ke pentas dengan menampilkan berbagai <span> </span>macam atraksi dan hiburan. Dari mulai drama, vocal group, tarian prosesi wisuda dan juga permainan musik seperti rampak perkusi, suling, angklung dan lain-lain. Acara yang <span> </span>disajikan <span> </span>memang cukup kreatif. Memperlihatkan bahwa sekolah ini tidak hanya mengedapankan aspek akademis saja, tetapi <span> </span>menggali dari aspek kecerdasan lain dari seorang anak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Para orangtua muridpun bangga menyaksikan anak-anaknya berkreasi di atas pentas. Mereka tidak hentinya mengabadikan anaknya dari berbagai sudut. Para guru sibuk mengatur<span> </span>serta mempersiapkan anak-anak didiknya. Tuti duduk di depan panggung, menyaksikan pentas berlangsung sambil sesekali tersenyum melihat anaknya beraksi didepan pentas. Tak lama kemudian Tuti dipanggil oleh gurunya Tono untuk berkonsultasi .<br />
</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Dalam konsultasi itu, ternyata  Tono mendapatkan nilai yang fantastis, dengan jumlah total 946, tidak ada nilai tujuh dan semua nilainya diatas rata-rata kelas, Tono meraih peringkat pertama . Betapa bahagianya Tuti, dan ini merupakan kado yang istimewa untuk Tuti. Bayangkan saja jika Tuti tidak mendapatkan berita ini secara langsung dari gurunya, mungkin akan menyesal seumur hidup. Tuti merasa keputusannya menggeser waktu meeting adalah sangat tepat.<br />
</span></p>
<p><span>Gurunya Tono bercerita<span> </span> mengenai kecerdasan si  Tono, bagaimana  cara  berpikir Si Tono yang melebihi teman-teman kelasnya, tentang betapa kritisnya Tono juga luasnya wawasan serta pengetahuannya  dan mempunyai daya analisa yang tinggi. Sehingga terkadang obrolan Tono<span> </span>tidak nyambung dengan teman-teman sebayanya. Misalnya saja bagaimana Tono menjawab pertanyaan yang diberikan oleh gurunya dalam setiap ujian, Tono  tidak pernah memberikan jawaban sederhana tetapi jawaban yang cukup panjang lebar.  Gurunya Tono memaparkan ketika Tono diberikan pertanyaan dalam salah satu ujian. Pertanyaan yang  diberikan cukup sederhana dan sebetulnya diperlukan jawaban yang sederhana pula misalnya , &#8220;Kenapa knalpot membahayakan?&#8221;. Tono menjawab dengan menerangkan kandungan kimia yang ada dalam asap, efek dari asap terhadap makhluk hidup sampai ozon yang bolong serta bagaimana bumi ini tertutup asap sehingga menimbulkan pemanasan global. Begitu menakjubkannya Tono, jawaban yang diberikan oleh seorang anak kelas dua sekolah dasar.Tutipun terenyuh sekaligus bangga terhadap Tono mendengarkan paparan dari gurunya. &#8220;Tono memang cerdas&#8221;, demikian Tuti bergumam dalam hatinya.<br />
</span></p>
<p><span> Tono</span><span> diberi jabatan sebagai kepala perpustakaan di kelasnya. Di sekolah Tono, setiap kelas terdapat perpustakaan khusus, bukunyapun disesuaikan dengan tingkatan kelasnya. Gurunya memberikan jabatan itu dengan alasan karena Tono gemar membaca, dia selalu haus akan bacaan, bahkan pernah suatu ketika karena bahan bacaan dikelasnya sudah habis, Tono sampai mencuri-curi bacaan yang ada dikelas lain yang lebih atas. Hal ini  pernah membuat gurunya marah, tetapi kemudian gurunya Tono sadar akan kehausan Tono dalam mendapatkan bacaan. Dan Tuti akhirnya tau bahwa Tono  menjadi panutan bagi teman-temannya,  karena semua temannya ingin seperti Tono yang gemar membaca yang membuat Tono berpengetahuan luas.</span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Usai acara Tuti bergegas pulang dengan <span> </span><span> </span>membawa rapot serta surat pengumuman mengenai daftar ulang untuk tahun ajaran berikutnya. Sesampainya dirumah dan setelah beristirahat sebentar, Tutipun membuka surat- surat<span> </span>dari sekolah itu, sekaligus membacanya. Setelah membaca satu persatu, kepala Tutipun agak pening, karena ternyata dalam jarak waktu dua minggu ini Tuti harus mempersiapkan sejumlah uang untuk daftar ulang. Uang sebanyak dua juta rupiah, mungkin jumlah ini akan terjangkau bagi orang yang berkantong tebal, tetapi tidak demikian bagi Tuti yang bergaji pas-pasan. Tuti harus rela berpisah dengan Tono anaknya hanya untuk bekerja dengan mendapatkan gaji yang pas-pasan. Tetapi bagi Tuti, Tono telah memberikan spirit bagi hidupnya.<br />
</span>
</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Yang jelas Tuti harus segera memeras otak mencari darimana mendapatkan pinjaman uang dalam waktu dua minggu ini. Demi Tono yang masih mempunyai banyak kesempatan di masa depan apalagi dengan potensi yang dipunyai Si Tono tentunya Tuti tidak akan menyia-nyiakan hal ini. Tidak mudah bagi Tuti untuk mendapatkannya tapi ini demi seorang Tono, sang buah hati. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><span>Kalau saja biaya untuk sekolah yang berkualitas tidak semahal ini di Indonesia, tentunya bangsa ini  akan  banyak  menghasilkan anak-anak yang cerdas . Seharusnya pemerintah memberikan subsidi yang lebih besar bagi sektor pendidikan. Sehingga pendidikan di Indonesia berkualitas dengan biaya yang lebih murah atau bahkan gratis. Sehingga tidak ada kejadian   serupa yang dialami ibunya Tono.<br />
</span></p>
<p><!--more--></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/anagustini.wordpress.com/131/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/anagustini.wordpress.com/131/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anagustini.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anagustini.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anagustini.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anagustini.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anagustini.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anagustini.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anagustini.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anagustini.wordpress.com/131/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anagustini.wordpress.com/131/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anagustini.wordpress.com/131/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anagustini.wordpress.com&blog=248949&post=131&subd=anagustini&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anagustini.wordpress.com/2008/07/01/sekelumit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/09875e47126294ea63226dea45239d1b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Gustini</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tulus</title>
		<link>http://anagustini.wordpress.com/2008/06/19/tulus/</link>
		<comments>http://anagustini.wordpress.com/2008/06/19/tulus/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Jun 2008 15:25:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anagustini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Prosa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anagustini.wordpress.com/?p=124</guid>
		<description><![CDATA[Tulus disini bukan berarti  nama seseorang  tetapi kata yang artinya kurang lebih adalah melakukan sesuatu atas dasar ikhlas , sukarela  serta tidak pamrih. Saya pribadi akan lebih suka melihat orang yang melakukan sesuatu misalnya dalam hal menolong bukan karena harapan ingin dibalas atau memanfaatkan demi kepentingan dan tujuan pribadi. Kenapa saya tiba-tiba [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anagustini.wordpress.com&blog=248949&post=124&subd=anagustini&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tulus disini bukan berarti <span> </span>nama seseorang <span> </span>tetapi<span> </span>kata yang artinya kurang lebih adalah melakukan sesuatu atas dasar ikhlas , sukarela <span> </span>serta tidak pamrih. Saya<span> </span>pribadi akan lebih suka melihat orang yang melakukan<span> </span>sesuatu<span> </span>misalnya dalam hal menolong bukan karena harapan<span> </span>ingin dibalas atau memanfaatkan demi kepentingan dan tujuan pribadi. Kenapa saya tiba-tiba ingin membahas masalah<span> </span>“tulus”?, sering diantara kita sehari-hari melihat orang melakukan sesuatu<span> </span>bukan atas dasar keikhlasan, tetapi hanya untuk melakukan atau mencapai tujuan tertentu. Jatuhnya kan jadi semu semata.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Tulus dan tidak tulus adalah hak pribadi, dan kita tidak punya wewenang <span> </span>untuk melarang dan memaksa seseorang untuk berbuat tulus ikhlas. Tapi saya suka gemes<span> </span>saja terhadap kebaikan seseorang<span> </span>hanya didasari atas tujuan dan maksud tertentu. Misalnya saja Si Dono dia berbuat baik dan perhatian terhadap si Indra,<span> </span>dengan maksud untuk memanfaatkan si<span> </span>Indra<span> </span>karena ternyata<span> </span>si Indra ini adalah seorang anak pejabat. Dono berharap dengan mendekati<span> </span>si Indra , suatu saat dia membutuhkan<span> </span>pertolongan dia akan mudah memintanya karena Dono mempunyai tujuan tertentu.<span id="more-124"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Atau misalnya Si Urip yang merasa mempunyai kelebihan dari segi penampilan kemudian mendekati<span> </span>dan berbuat baik pada seorang perempuan, seolah-olah dia menyayangi serta penuh perhatian. Dan ternyata<span> </span>perhatian dan kebaikan Si Urip<span> </span>nyaris seperti <span> </span>layaknya orang yang<span> </span>menyukai perempuan itu, padahal sebenarnya Urip tidak menyukai si perempuan. Hal ini dilakukan Urip demi mendekati ayah dari si perempuan yang<span> </span>ternyata seorang ketua <span> </span>sebuah organisasi tertentu. Dan Urip-pun memang mempunyai misi tertentu<span> </span>untuk sebuah organisasi  ayah si Perempuan itu. Walhasil setelah si perempuan tau dengan tujuan Urip dia akan sebel dan mungkin sakit hati karena Urip mendekati dia bukan karena suka, tetapi hanya untuk mencapai ambisinya. Bahkan Si Urip akan rela berbohong mengaku belum mempunyai isteri atau pasangan demi mencapai tujuannya, ko bisa yah ?.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Pertemanan dan pendekatan yang dilakukan <span> </span>Dono serta<span> </span>Urip adalah jenis pertemanan yang  hanya memanfaatkan demi mendukung tujuan saja. Padahal banyak hal  bisa dilakukan untuk mencapai cita-cita misalnya dengan meningkatkan kualitas diri, atau membuat orang percaya akan potensi kita. kasus Urip disini memperlihatkan bahwa Urip melakukan kebaikan  yang semu dan tidak ada ketulusan . Mungkin Urip terlalu percaya diri bahwa kebaikannya yang semu  serta penampilannya bisa memuluskan segala tujuannya, padahal secara tidak sadar Urip telah melakukan sesuatu yang mencerminkan bahwa dia itu tidak percaya diri tidak jujur dan tidak apa adanya. Urip hanya tergila-gila pada pada ambisinya sehingga rela melakukan apapun tanpa berpikir akibatnya ke depan.  Mungkin saja jika orang yang didekati itu tahu akan menimbulkan masalah baru, memusuhi, bahkan kebencian. Tujuan layaknya jadi seperti &#8220;berhala&#8221; saja.  Kita boleh dan syah-syah saja mempunyai tujuan tetapi mungkin dicapai dengan cara yang wajar.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"><em><span style="font-style:normal;"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Saya jadi miris<span> </span>saja dan terkadang sedih bahwa banyak orang memberikan pertolongan tidak atas dasar<span> </span>ketulusan, tetapi atas dasar <span> </span>bahwa suatu saat dia bisa memanfaatkan orang yang ditolong terseb<span class="MsoIntenseEmphasis">u</span><em><span>t. </span></em><em><span style="font-style:normal;">Dono dan Urip mungkin tidak akan bergaul dengan orang yang tidak memberikan mereka manfaat. Padahal sebetulnya dengan bersahabat secara tulus, pertolongan yang diinginkan akan datang dengan sendirinya. Hal <span> </span>ini pernah saya alami ketika saya menjalin persahabatan pada saat saya sekolah. Saat itu saya berteman tanpa berpikir dia itu siapa dan akan jadi apa nantinya setelah bekerja. Hasilnya sahabat saya yang mempunyai kelebihan  baik dari segi jabatan maupun materi dari saya sekarang, kerap kali menolong jikalau saya memerlukan pertolongan. Begitupun saya akan memberikan pertolongan semampu saya pada sahabat-sahabat saya tersebut bila mereka membutuhkannya. Memang Semuanya akan kembali kepada pribadi masing-masing dalam melakukan apapun. Cerita ini hanya sekedar pandangan <span> </span>bagaimana cara orang berteman di lingkungannya.</span></em></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/anagustini.wordpress.com/124/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/anagustini.wordpress.com/124/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anagustini.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anagustini.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anagustini.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anagustini.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anagustini.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anagustini.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anagustini.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anagustini.wordpress.com/124/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anagustini.wordpress.com/124/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anagustini.wordpress.com/124/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anagustini.wordpress.com&blog=248949&post=124&subd=anagustini&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anagustini.wordpress.com/2008/06/19/tulus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/09875e47126294ea63226dea45239d1b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Gustini</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>gairah yang hilang</title>
		<link>http://anagustini.wordpress.com/2008/05/06/gairah-yang-hilang/</link>
		<comments>http://anagustini.wordpress.com/2008/05/06/gairah-yang-hilang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 06 May 2008 08:29:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anagustini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Prosa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anagustini.wordpress.com/?p=110</guid>
		<description><![CDATA[Sudah lama gairah ini menghilang, terbang ntah kemana, semua bisu disudut bekunya pikiran. Apakah rutinitas ini yang terlalu menjejali membuat semuanya susah melahirkan kreasi. Adakah gairah itu hanya keluar disaat semua samar-samar dan limbung?. Semestinya ide itu lancar bak air mengalir deras dari atas bukit dan bercabang-cabang mengaliri lembah. Bak air alam merembes keluar memberikan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anagustini.wordpress.com&blog=248949&post=110&subd=anagustini&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sudah lama gairah ini menghilang, terbang ntah kemana, semua bisu disudut bekunya pikiran. Apakah rutinitas ini yang terlalu menjejali membuat semuanya susah melahirkan kreasi. Adakah gairah itu hanya keluar disaat semua samar-samar dan limbung?. Semestinya ide itu lancar bak air mengalir deras dari atas bukit dan bercabang-cabang mengaliri lembah. Bak air alam merembes keluar memberikan kesegaran di atas panasnya terik.</p>
<p>Sekarang  seakan tenggelam, tak lagi membasahi, menutup bak kabut bergulung melingkari. Tapi tak baik terlalu berkeluh, becak ini tetap harus dikayuh dan gairah pun tetap harus ditemukan. Ayo sang gairah datanglah dan keluarlah engkau dari persembunyian. Hidup bagikan tak seimbang dan kosong kala engkau enggan menemani.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/anagustini.wordpress.com/110/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/anagustini.wordpress.com/110/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anagustini.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anagustini.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anagustini.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anagustini.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anagustini.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anagustini.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anagustini.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anagustini.wordpress.com/110/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anagustini.wordpress.com/110/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anagustini.wordpress.com/110/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anagustini.wordpress.com&blog=248949&post=110&subd=anagustini&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anagustini.wordpress.com/2008/05/06/gairah-yang-hilang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/09875e47126294ea63226dea45239d1b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Gustini</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cerita teman</title>
		<link>http://anagustini.wordpress.com/2008/04/19/cerita-teman/</link>
		<comments>http://anagustini.wordpress.com/2008/04/19/cerita-teman/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Apr 2008 17:04:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anagustini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Prosa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anagustini.wordpress.com/?p=109</guid>
		<description><![CDATA[Pagi  itu, setibanya di kantor, tiba-tiba ada telepon masuk ke Hp-ku, halo! Ya Ti, demikian saya menjawab telepon temanku itu. &#8220;lagi ngapain&#8221;, begitu  kata Titi, &#8220;gw baru nyampe kantor&#8221;, demikian saya cepat menimpali. Dan akhirnya kami hanyut dalam obrolan pagi itu. Dan berakhir dengan kegalauan hati saya.
Gimana tidak, dia temanku sejak dulu jaman [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anagustini.wordpress.com&blog=248949&post=109&subd=anagustini&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pagi  itu, setibanya di kantor, tiba-tiba ada telepon masuk ke Hp-ku, halo! Ya Ti, demikian saya menjawab telepon temanku itu. &#8220;lagi ngapain&#8221;, begitu  kata Titi, &#8220;gw baru nyampe kantor&#8221;, demikian saya cepat menimpali. Dan akhirnya kami hanyut dalam obrolan pagi itu. Dan berakhir dengan kegalauan hati saya.<span id="more-109"></span></p>
<p>Gimana tidak, dia temanku sejak dulu jaman kuliah, kami bisa dikatakan besahabat dan  sejak dulu sharing apapun yang menjadi masalah kami. Dan pagi itupun saya mendengarkan keluh kesahnya, semuanya yang membuat saya tak tahan untuk tidak meneteskan airmata. Saya sedih dengan kebaikannya,  dan perjuangannya untuk menahan beban yang menimpanya.</p>
<p>Apa saya terlalu melankolis atau terlalu cengeng dan terlalu sensitif . tapi saya tidak kuasa menahan beban di dada ini, saya ikut bersedih tetapi sayapun  tidak bisa melakukan apapun selain memberikan support dan perhatian yang bertambah dari biasanya. Saya tidak setuju dia mendapatkan cobaan ini.</p>
<p>Saya tidak setuju cobaan yang dia dapatkan berakhir  dengan tambahan sakit di raganya pula. Begitu baiknya dia sehingga saya tiba-tiba merasa takut dia tinggalkan.  Jangan! orang-orang baik disekitarku hilang&#8230; Ya Tuhan tolong usir  yang tiba-tiba bersemayam di tubuh temanku itu, yang kata dokter hal ini dipicu akibat stress berkepanjangan dan menggerogoti sehingga memancing hormon menjadi aktif dan sebaiknya dioperasi.</p>
<p>Tapi apakah penderitaan dari jiwanya saja tidak cukup ? Apakah harus diikuti dengan penderitaan fisik yang beresiko dan bisa merambat lebih jauh di tubuh. Ah saya jadi gundah, dan tadi tak kuasa menahan airmata menjalar dipipi setelah dengan panjang lebar dan detailnya dia bercerita. Saya sekarang hanya ingin berdoa khusus untuknya, agar dikuatkan dan diberi ketangguhan untuk tetap bisa mengayomi kedua anaknya.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/anagustini.wordpress.com/109/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/anagustini.wordpress.com/109/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anagustini.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anagustini.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anagustini.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anagustini.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anagustini.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anagustini.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anagustini.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anagustini.wordpress.com/109/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anagustini.wordpress.com/109/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anagustini.wordpress.com/109/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anagustini.wordpress.com&blog=248949&post=109&subd=anagustini&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anagustini.wordpress.com/2008/04/19/cerita-teman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/09875e47126294ea63226dea45239d1b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Gustini</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Orang-orang kaku</title>
		<link>http://anagustini.wordpress.com/2008/04/04/orang-orang-kaku/</link>
		<comments>http://anagustini.wordpress.com/2008/04/04/orang-orang-kaku/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Apr 2008 10:32:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anagustini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Prosa]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anagustini.wordpress.com/?p=105</guid>
		<description><![CDATA[Suatu malam pada saat jam makan malam, saya memasuki rumah makan di sebuah mall. &#8220;Silahkan, berapa orang mba?&#8221;padahal jelas-jelas saya masuk rumah makan itu seorang diri, saya bilang ,&#8221; dibungkus saja&#8221;sambil ngeloyor ke arah pojok khusus untuk yang dibungkus. Mba kasir itu dengan  setengah berteriak   berkata, &#8221; silahkan mau pesan apa?&#8221;, begitu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anagustini.wordpress.com&blog=248949&post=105&subd=anagustini&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Suatu malam pada saat jam makan malam, saya memasuki rumah makan di sebuah mall. &#8220;Silahkan, berapa orang mba?&#8221;padahal jelas-jelas saya masuk rumah makan itu seorang diri, saya bilang ,&#8221; dibungkus saja&#8221;sambil ngeloyor ke arah pojok khusus untuk yang dibungkus. Mba kasir itu dengan  setengah berteriak   berkata, &#8221; silahkan mau pesan apa?&#8221;, begitu ujar si kasir dengan wajah kaku dan berkesan formal  tanpa senyum, &#8220;Nasi ayam&#8221;, singkat saja saya bicara. &#8220;Ada tambahan lain, atau ditambah pangsitnya, mungkin?&#8221;, saya menggeleng dan setelah kasir itu bicara lantang lagi, seperti diatur menyebutkan harga yang harus dibayar, kemudian sayapun melakukan pembayaran dan segera duduk, &#8220;silahkan tunggu&#8221;, lantang, seolah dia yang berkuasa dan saya merasa tidak jadi seorang pembeli, tetapi hanya sebagai seorang terdakwa yang menunggu panggilan untuk didakwa. Sambil menunggu, saya membaca koran Tempo hari itu yang sudah basi.<span id="more-105"></span> Kejadian lain adalah saya masuk kesebuah perkantoran untuk menemui klien. Setelah sampai di lantai 4 gedung itu, saya menuju ke meja operator dan meminta untuk dipanggilkan seseorang yang saya tuju. Dengan wajah asam dan kemudian operator itu tersenyum ke arah belakang saya yang ternyata tamu lain. Sial, saya dikasih wajah asam sementara yang lain dia senyumin. Dia bicara dengan formalnya sekan-akan hidup ini penuh aturan dan kaku. Dengan senyum penuh kerelaan saya berkata, &#8220;bisa ketemu dengan Ibu &#8220;A&#8221;?, lagi-lagi dia berkata dengan kaku,  ramah yang dibuat-buat dan  senyum tak rela, &#8221; Silahkan ditunggu&#8221;. Huh sebel, seperti orang penting saja, gumamku dalam hati.  Saya pun menunggu di lobby itu, karena lama akhirnya saya bermaksud mengganti orang yang akan saya temuin jikalau orang sebelumnya yang saya maksud memang masih sibuk dan belum bisa keluar ruang kerjanya.Saya pun menghampiri meja si operator, belum sempat saya menyampaikan apa yang dituju , operator itu sudah langsung bilang &#8221; Silahkan ditunggu saja&#8221;dan saya pun kembali duduk dimanis-maniskan dan setengah gondok. Karena lama menunggu, kemudian saya memutuskan untuk menghampiri lagi  si operator dan berusaha menyampaikan maksud saya tadi dan berkata , &#8221; begini mba kalau&#8230;..eh si operator itu sudah memotong omongan saya lagi, &#8220;Ibu &#8220;A&#8221; nya ada mba&#8221;, silahkan ditunggu saja, mata sayapun tidak kuat untuk menahan tatapan tajam ke arahnya, dan saya yakin dia merasakan tatapan tajam mata saya . Padahal kan saya bertujuan untuk menanyakan, jika memang masih lama, saya mau ganti orang yang ditemuin saja, sambil menunggu ibu &#8220;B&#8221; keluar. Tapi keburu dipotong. Dasar.  Lalu karena bosan menunggu saya menelepon orang yang saya tuju lainnya dari handphone, tapi teleponku tidak diangkat dan sayapun terduduk lesu pasrah untuk menunggu. Tak lama kemudian ada dering telepon dari dalam tas, ternyata setelah diangkat, ternyata orang yang saya telepon itu menelepon balik, wah bagus neh, yang ditunggu-tunggu akhirnya muncul, dan sayapun bilang bahwa saya sudah ada di lobby menunggunya . Dia akhirnya muncul ke lobby dan saya sedikitpun tidak menoleh ke arah operator itu.  Akhir-akhir ini saya memang kesal dengan sesuatu yang berkesan basa-basi, kaku, diatur, dan kadang-kadang aturan itu tidak begitu penting tetapi hanya berkesan orang itu ingin dianggap penting. Atau itu merupakan aturan dan upaya untuk menjaga eksklusifitas dari sebuah perusahaan, ah entahlah yang jelas saya tidak begitu suka akan hal ini. Berkesan ada jarak dan tidak hangat, padahal bangsa kita terkenal dengan keramahannya tapi justru malah diciptakan kekakuan dan berkesan dibuat-buat. Aneh</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/anagustini.wordpress.com/105/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/anagustini.wordpress.com/105/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anagustini.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anagustini.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anagustini.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anagustini.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anagustini.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anagustini.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anagustini.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anagustini.wordpress.com/105/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anagustini.wordpress.com/105/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anagustini.wordpress.com/105/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anagustini.wordpress.com&blog=248949&post=105&subd=anagustini&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anagustini.wordpress.com/2008/04/04/orang-orang-kaku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/09875e47126294ea63226dea45239d1b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Gustini</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Macao dan oh Indonesia (2)</title>
		<link>http://anagustini.wordpress.com/2008/03/24/macao-dan-oh-indonesia-2/</link>
		<comments>http://anagustini.wordpress.com/2008/03/24/macao-dan-oh-indonesia-2/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Mar 2008 10:42:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anagustini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Prosa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anagustini.wordpress.com/?p=104</guid>
		<description><![CDATA[Mari kita liat lagi apa yang dilakukan oleh daerah administrasi khusus ini dalam mempercantik kotanya. Macao di tahun 2007 membuat suatu tempat “One stop service” yang memudahkan para wisatawan untuk berjudi, menginap di hotel yang mewah dengan 3000 kamar suite dan kemudian tempat untuk berbelanja yang dilengkapi dengan 350 tempat belanja dengan brand yang terkenal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anagustini.wordpress.com&blog=248949&post=104&subd=anagustini&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Mari kita liat lagi apa yang dilakukan oleh daerah administrasi khusus ini dalam mempercantik kotanya. Macao di tahun 2007 membuat suatu tempat “One stop service” yang memudahkan para wisatawan untuk berjudi, menginap di hotel yang mewah dengan 3000 kamar suite dan kemudian tempat untuk berbelanja yang dilengkapi dengan 350 tempat belanja dengan brand yang terkenal ditambah restaurant-restaurant untuk mengisi perut dikala keroncongan. The Venetian Macao dibangun dengan gaya arsitek rainessance bertemakan Venice yang mengetengahkan replikanya, seperti gondola dan pengayuh gondola yang bernyanyi dengan suara sofran di tengah tengah aliran air sungai yang bisa kita nikmati sambil berbelanja. Lantai casino dengan luas 550.000 squarefeet (sqf) merupakan yang terbesar di dunia dan memiliki 870 meja permainan dan lebih dari 3.400 mesin slot.Nah kurang apalagi the Venetian ini.<span id="more-104"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Salah satu tempat di dimana kita bisa melihat seluruh dari ketinggian kira-kira sekitar 338 meter di lt 61. terletak di pusat kawasan San Malo sekitar 5-10 menit ditempuh dengan taksi atau bis. Dengan membeli tiket sehargaHK$ 80 dan andapun bisa menikmati keindahan seluruh kota Macao . Tempai ini bernama Macao Tower. Kita juga bisa melihat jalan-jalan darat dan laut dibawah jendela kaca di lantai kita. Pertama-tama memang sangat menakutkan , apalagi melihat gerakan mobil di bawah. Sungguh membuat dada ini berdegup kencang dan setelah berhasil berdiri diatas jendela kaca itu, emosi kita sedikit terkendali. Bagi anda yang bernyali besar, andapun bisa mengeluarkan sekitar HK$.800 untuk melakukan bungee jumping dari lt 58 ini dan disertai angin yang bertiup kencang juga hawa dingin yang menusuk tubuh.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;"> Macao memang terus bersolek dengan semangatnya yang tinggi untuk membangun terus areal wisatanya dengan tujuan mengakomodir para pelancong supaya bisa tetap kangen dengan tempat ini. Lihat saja areal tempat rekreasi Macau Fisherman&#8217;s Wharf, dibangun sedemikian menarik dengan lorong-lorong untuk berjalan dengan sisinya toko-toko dari mulai merchandise sampai mainan anak dan baju-baju sport. Tak ketinggalan juga berjejer Restaurant dari berbagai macam hidangan mancanegara termasuk dari Itali yang sempat saya kunjungi sebentar.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Bagaimana dengan tempat Shoping di Macau, anda bisa mengunjungi venida de Almeida Ribeiro, tempat berbelanja dan wisata paling populer dengan area terbukanya, Largo do Senado, serta jalan-jalan yang berujung dari sana dengan dikiri kanan terdapat bangunan-bangunan kuno yang tetap tertata apik dan terawat membuat setiap orang ingin berfoto dan mengabadikannnya. Atau sekadar ingin menyaksikan lalu lalang orang, bisa ke Largo do Senado, sebuah taman utama di kota Macau. Tempat ini memang asyik, saya bisa sekedar hanya duduk-duduk di taman sambil minum kopi dengan ditemani udara dingin yang cukup menyejukkan ditengah-tengah hangatya kopi panas yang bisa dibeli dari Circle-K yang terletak di lorong-lorong jalan.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Hawa disini tidak jauh dengan di Bandung terutama untuk malam hari. Malam itu Saya hanya duduk mengobrol minum kopi dan mie instant, sambil menikmati udara malam dan tingkah laku dari setiap orang yang melewati tempat duduk kami, atau sekedar berpapasan. Sambil melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki sampai akhirnya menemukan kembali tempat persimpangan untuk beristirahat kembali dan kemudian menemukan tempat-tempat perjudian terkenal lainnya seperti Wynn dan juga bar-bar yang berjejer dipinggiran dermaga. Dan sesuatu yang membuat saya sirik adalah, hal ini mungkin tidak terjadi di Negara saya. Saya akan merasa ketakutan bila berjalan-jalan di pagi buta dan bila saya turis orang-orang sekitar yang lewat akan melihat dengan aneh, bahkan sangat mungkin preman-preman datang memalak dengan berpura-pura mabuk untuk meminta uang. Sungguh tidak nyaman. Begitulah Macao dengan keamanan dan kenyamanannya serta tidak kalah pula kebersihannya di setiap penjuru kota.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Macao bisa dicapai melalui udara dan laut dengan melewati Hongkong kita bisa menggunakan jetfoil menuju Macao. Ferry ini cukup nyaman berisi sekitar 400 penumpang, tempatnya <span> </span>bersih dan terawat berbeda dengan ferry yang ada di Indonesia. Perjalanan dengan menggunakan ferry ini memakan waktu sekitar 45 menit saja dari Hongkong ke Macao.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Mungkin bagi orang-orang yang berduit dan ingin menikmati “One stop service” terutama kenikmatan dan kenyamanan berjudi datanglah ke Macao. Dengan berbagai fasilitas yang diberikan Macao. Dan kemudian bandingkanlah dengan Indonesia, mudah-mudahan kita semua bisa tergugah dan membangun semangat untuk Negara kita tercinta ini.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/anagustini.wordpress.com/104/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/anagustini.wordpress.com/104/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anagustini.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anagustini.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anagustini.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anagustini.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anagustini.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anagustini.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anagustini.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anagustini.wordpress.com/104/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anagustini.wordpress.com/104/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anagustini.wordpress.com/104/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anagustini.wordpress.com&blog=248949&post=104&subd=anagustini&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anagustini.wordpress.com/2008/03/24/macao-dan-oh-indonesia-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/09875e47126294ea63226dea45239d1b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Gustini</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Macao dan oh Indonesia (1)</title>
		<link>http://anagustini.wordpress.com/2008/03/24/makao-dan-oh-indonesia/</link>
		<comments>http://anagustini.wordpress.com/2008/03/24/makao-dan-oh-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Mar 2008 09:39:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anagustini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Prosa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anagustini.wordpress.com/?p=103</guid>
		<description><![CDATA[Saya tertegun dan kemudian desir amarahpun mengalir sedikit demi sedikit dan akhir nya menderas. Melihat dan membandingkan Macao dengan tempat dimana saya lahir. Beruntung saya diberi kesempatan untuk berkunjung di suatu kota bagian dari Negara Cina, yaitu Macao. Macao kota yang tak pernah berhenti di malam hari terutama bagi para penjudi. Wisatawanpun tidak perlu khawatir [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anagustini.wordpress.com&blog=248949&post=103&subd=anagustini&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Saya tertegun dan kemudian desir amarahpun mengalir sedikit demi sedikit dan akhir nya menderas. Melihat dan membandingkan Macao dengan tempat dimana saya lahir. Beruntung saya diberi kesempatan untuk berkunjung di suatu kota bagian dari Negara Cina, yaitu Macao. Macao kota yang tak pernah berhenti di malam hari terutama bagi para penjudi. Wisatawanpun tidak perlu khawatir dengan keamanan di malam hari. Pemerintah menjamin keamanan untuk para pendatang dan menjamin kota judi ini secara hukum, bahkan<span>  </span>yang membuat saya terkaget-kaget adalah toko-toko jam tangan dan perhiasan selalu buka selama 24 jam, bahkan pernah di jam 02.00-03.00 pagi saya masih melihat para wanita berjalan sendiri di tengah-tengah sepinya malam dengan santai tanpa ada keraguan akan rasa takut sedikitpun. Hebat dan kenapa ini tidak terjadi di tempat saya lahir yang pastinya saya tidak akan berani berkeliaran sendiri di pagi buta seperti itu.<span id="more-103"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Macao sekarang telah menjadi <span> </span>salah satu <span> </span>obyek wisata pilihan mancanegara, kota judi yang legal secara hukum selain Las Vegas. Bayang kan tahun ini wisatawan yang berkunjung sudah mencapai 40 juta per tahun. Menakjubkan bukan?. Coba bandingkan dengan Indonesia, untuk mencapai 6 juta saja susahnya minta ampun. Indonesia masih memerlukan perbaikan dari segala lini. Hanya dengan kerja keras dan dukungan dari semua elemen di Negara Indonesia, negara dengan pengunjung wisatawan hanya 5 juta pertahun ini bisa meningkat.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Lampu-lampu di kota itu tetap menyala, terang benderang menghiasi gedung-gedung perjudian yang megah. Tengok saja seperti MGM yang menyediakan kasino juga pub yang menampilkan band berkulitas, tempat itu penuh dikunjungi para pelancong Negara barat sana Eropa juga Amerika. Bule-bule betah untuk sekedar menikmati malam dengan minum-minum dan berdansa ataupun berjoget mengikuti irama lagu yang dilantunkan band. Gedung perjudian tertua bernama Lisboa, saya sempat masuk ke tempat itu dan melihat-lihat arsitek gedung itu yang memang sudah bergaya tua tetapi tetap berkesan mewah dengan hiasan lampu-lamu kristal yang besar dan bertali tali menghiasi langit-langit yang tinggi, juga escalator yang tinggi menghantarkan kita ke ruangan perjudian yang lebih besar. Dan masuklah saya ke arena perjudian setelah melalui pintu pemeriksaan. Terhampar luas meja judi dengan berbagai macam pilihan. Kita bebas memilih permainan antara Black jack, QQ, atapun memilih rolet dan lainnya, bebas selama kocek memungkinkan. Tetapi jangan salah saya perhatikan tepat diatas meja judi dipasang seperti bola lampu , padahal itu adalah kamera tersembunyi, terpasang hampir di setiap sudut dengan jarak begitu dekat dari lampu satu ke lampu lainnya.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Saya pun berkunjung ke tempat-tempat peninggalan bersejarah di Macao seperti gereja serta benteng-benteng dan pura-pura china juga kelenteng A-Ma semasa masih dijajah oleh Portugis selama 500 tahun. Kota seluas 27,3 km dengan jumlah penduduk sekitar 508.500 jiwa di tahun 2006. Secara geografis, Makau terletak di 70 km sebelah barat daya Hong Kong dan 145 km dari Guangzhou. Ia adalah koloni Eropa tertua di Tiongkok, sejak abad ke-16. Pemerintahan Portugal menyerahkan kedaulatan Makau kepada Republik Rakyat Tiongkok pada tahun 1999, sejak itu Makao menjadi daerah administratif khusus Tiongkok. Pendapatan per kapita penduduk Macao di tahun 2006 adalah US$ 28,4 ribu dengan angka pengangguran hanya sekitar 3,5 persen. Macao menjamin penduduknya untuk mendapakan gratis bersekolah dan mewajibkannya selama 15 tahun. Hal ini karena kepedulian pemeritah setempat terhadap masyarakat agar tidak terlena. Di Macao banyak penduduk yanga hanya sekolah sampai 9 tahun saja dan kemudian mereka bekerja di kasino-kasino dengan pendapatan rata-rata sekitar HK$18 .</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Yang membuat saya heran adalah ketika saya mengunjungi sebuah gereja St Paul peninggalan jaman Portugis, gereja itu hanya tinggal puing-puing saja karena<span>  </span>pada tahun 1935 terjadi kebakaran sehingga hanya tersisa dibagian depannya saja. Ada pula gereja-gereja lainnya yang bisa dikunjungi dengan arsitektur gedung-gedung gereja tua St Augustine, St Joseph dan St Lawrence. Bayangkan di Indonesia ada begitu banyak tempat wisata yang lebih bagus yang bisa kita kembangkan dan bernilai sejarah yang tinggi pula. Macao pintar mencari kesempatan walau sedikit dan akhirnya bisa mereka bisa menjual sebagai bangunan sisa sejarah yang patut dikunjungi.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;">Bagaimana dengan di Indonesia, apakah orang kita juga mau hanya sekedar berkunjung atau sedikit perhatian terhadap berbagai macam sejarah peninggalan bangsa kita. Yang saya tahu semangat berbelanja lebih tinggi daripada hanya sekedar berpikir dan membandingkan kemajuan bangsa lain dibandingkan dengan bangsa kita pada saat mereka melakukan perjalanan. Padahal potensi Indonesia lebih besar dari sekedar Macao, keindahan Indonesia saya jamin tidak kalah. Tapi infrastruktur yang kurang mendukung serta keamanan yang tidak terjamin, membuat negara kita tidak dijadikan daerah pilihan berwisata oleh bangsa lain. Dari tahun ke tahun wisatatawan yang datang ke Indonesia tidak beranjak dari angka 5 juta. Saya sangat prihatin.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/anagustini.wordpress.com/103/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/anagustini.wordpress.com/103/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anagustini.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anagustini.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anagustini.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anagustini.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anagustini.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anagustini.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anagustini.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anagustini.wordpress.com/103/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anagustini.wordpress.com/103/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anagustini.wordpress.com/103/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anagustini.wordpress.com&blog=248949&post=103&subd=anagustini&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anagustini.wordpress.com/2008/03/24/makao-dan-oh-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/09875e47126294ea63226dea45239d1b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Gustini</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>KEgilaAan</title>
		<link>http://anagustini.wordpress.com/2008/03/06/kegilaaan/</link>
		<comments>http://anagustini.wordpress.com/2008/03/06/kegilaaan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Mar 2008 05:32:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anagustini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Prosa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anagustini.wordpress.com/?p=98</guid>
		<description><![CDATA[Hentikan kegilaan ini, hentikan kecepatan ini. Sadarilah semua hanya mendaki keambisian saja. Saya bingung dan saya penat. Kalau mau  makanlah makanan itu saya enggan, tak tertarik, tidak mau menjamah, aku malas.
Amanat dan atas sesuap nasi menjadi iringan  untuk para sang ambisius disana, tak pernah puas, tak pernah merasa bagus. Demi sang prestasi demi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anagustini.wordpress.com&blog=248949&post=98&subd=anagustini&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Hentikan kegilaan ini, hentikan kecepatan ini. Sadarilah semua hanya mendaki keambisian saja. Saya bingung dan saya penat. Kalau mau  makanlah makanan itu saya enggan, tak tertarik, tidak mau menjamah, aku malas.<br />
Amanat dan atas sesuap nasi menjadi iringan  untuk para sang ambisius disana, tak pernah puas, tak pernah merasa bagus. Demi sang prestasi demi  nasi yang semakin berharga mahal semua memang  jadi terpaksa harus diperjuangkan.<span id="more-98"></span><br />
Mulianya  menjadi sebatang  pohon ambisinya hanyalah  di malam hari karena dia harus berebut. Tetapi siang memberikan kesejukan silih berganti sesuai dengan sistem alam. Tidak begitu dengan manusia yang  puas tanpa batas. Selalu menggunung dan lebih menggunung. Apakah yang dicari<br />
Sadarlah serta menjadilah seorang yang apa adanya.Memang tidak lebih baik bagi sang ambisius. Tetapi kebahagiaan serta kenyamanan hati yang patut kita lakukan. Hanya ikut  pada akhirnya, sesuai jalur serta tugas yang diberikan. Tak ada permintaan pujian, hanya cukup menjalankan  atas tanggungjawabl.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/anagustini.wordpress.com/98/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/anagustini.wordpress.com/98/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anagustini.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anagustini.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anagustini.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anagustini.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anagustini.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anagustini.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anagustini.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anagustini.wordpress.com/98/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anagustini.wordpress.com/98/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anagustini.wordpress.com/98/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anagustini.wordpress.com&blog=248949&post=98&subd=anagustini&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anagustini.wordpress.com/2008/03/06/kegilaaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/09875e47126294ea63226dea45239d1b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Gustini</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dari seorang sahabat</title>
		<link>http://anagustini.wordpress.com/2008/03/04/dari-seorang-sahabat/</link>
		<comments>http://anagustini.wordpress.com/2008/03/04/dari-seorang-sahabat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Mar 2008 04:53:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anagustini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Prosa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anagustini.wordpress.com/?p=96</guid>
		<description><![CDATA[Seorang sahabat merenung merasa terbuang bak seonggok sampah. Tetapi seandainya  mereka  itu menyadari ada dua kacamata yang bisa dilihat, disisi lain dia telah diberi sebuah toleransi  serta harapan baru untuk tetap dipahami dalam sebuah semangat. Dan disisi lain rasa kotor dan tak berdaya atas cemoohan serta cibiran. Semua  tergantung kacamata itu.Memang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anagustini.wordpress.com&blog=248949&post=96&subd=anagustini&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p style="margin:0 0 10pt;" class="MsoNormal"><font face="Calibri">Seorang sahabat merenung merasa terbuang bak seonggok sampah. Tetapi seandainya <span> </span>mereka <span> </span>itu menyadari ada dua kacamata yang bisa dilihat, disisi lain dia telah diberi sebuah toleransi <span> </span>serta harapan baru untuk tetap dipahami dalam sebuah semangat. Dan disisi lain rasa kotor dan tak berdaya atas cemoohan serta cibiran. Semua<span>  </span>tergantung kacamata itu.Memang berat untuk bisa merasakan dan memakan buah pahit yang telah kita tanam. Kita tetap harus menikmati<span>  </span>dan memakannya, tidak manis dan selalu merasa merah padam.Walau sebenarnya mereka bertujuan menggapai manis.</font><span id="more-96"></span></p>
<p style="margin:0 0 10pt;" class="MsoNormal"><font face="Calibri">Tidak ada yang patut <span> </span>disesali, walaupun getir , engkau tetap ingin meraih kebahagiaan yang tidak pernah orang <span> </span>lain rasakan. Asalkan teguh menjalankan serta yakin bahwa kebahagiaan itu akan datang. Walau harus meninggalkan kulit-kulit tersayat dan berlumur darah. Tebuslah darah itu dengan itikad baikmu, dan irislah sebagian buah yang pahit itu. Toleransi itu masih ditanganmu. Perjalananmupun masih cukup panjang, mungkin setinggi <span> </span>gunung dan akan banyak peluh bercucuran hingga puncak. Tapi tetaplah biarkan api selalu berkobar.</font></p>
<p style="margin:0 0 10pt;" class="MsoNormal"><!--more--></p>
<p style="margin:0 0 10pt;" class="MsoNormal"><font face="Calibri">Jangan ragukan keyakinan, jalanilah yang sudah terlanjur hanyut <span> </span>dan tetap diiringi itikad yang baik. Biarlah bunyi sirine itu meraung-raung hingga kehabisan batere. Tatkala suatu saat akan hilang walau pahit itu meninggalkan jejak . Dan sebenarnya sisi yang lain kamu <span> </span>akan rasa manis </font></p>
<p style="margin:0 0 10pt;" class="MsoNormal"><font face="Calibri">Saya <span> </span>tersenyum dan memandang <span> </span>pun meyakini bahwa semua berkonsekuensi. Tak bisa larangan itu datang karena nasibmu adalah keputusanmu. Mereka tahu dan <span> </span>sadar <span> </span>akan buah pahit itu. Biarlah dan berikan semangat untuk sebuah keputusan . Asalkan mereka tahu kelak<span>  </span>dimana menanam buah pahit atau manis. Semua adalah perjalanan dan pelajaran yang berharga untuk dipahami.</font></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/anagustini.wordpress.com/96/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/anagustini.wordpress.com/96/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anagustini.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anagustini.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anagustini.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anagustini.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anagustini.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anagustini.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anagustini.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anagustini.wordpress.com/96/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anagustini.wordpress.com/96/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anagustini.wordpress.com/96/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anagustini.wordpress.com&blog=248949&post=96&subd=anagustini&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anagustini.wordpress.com/2008/03/04/dari-seorang-sahabat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/09875e47126294ea63226dea45239d1b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Gustini</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>setiap nafasmu</title>
		<link>http://anagustini.wordpress.com/2008/03/04/setiap-nafasmu/</link>
		<comments>http://anagustini.wordpress.com/2008/03/04/setiap-nafasmu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Mar 2008 04:18:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anagustini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Prosa]]></category>
		<category><![CDATA[Sajak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anagustini.wordpress.com/?p=95</guid>
		<description><![CDATA[Tidurlah engkau dalam dekapan nafasku
Dan benamkan kepalamu di air susumu
Nyamankan hati di pelukan sang pemberi darah
waktu kita hanya tiga kali dekapan
Dan pagi buta saatnya kita berjarak
Perpisahan itu tak berarti berbeda sungai
Hanya untuk mendaki keinginan
janganlah kau sambut sedihmu, karena senyummu adalah bahagiaku
tetaplah yakin bahwa ujung itu adalah untuk senangmu
usah kau risau,hatiku tetap ada dalam ronggamu
tetesan pilu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anagustini.wordpress.com&blog=248949&post=95&subd=anagustini&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Tidurlah engkau dalam dekapan nafasku<br />
Dan benamkan kepalamu di air susumu<br />
Nyamankan hati di pelukan sang pemberi darah<br />
waktu kita hanya tiga kali dekapan<br />
Dan pagi buta saatnya kita berjarak<br />
Perpisahan itu tak berarti berbeda sungai<br />
Hanya untuk mendaki keinginan<br />
janganlah kau sambut sedihmu, karena senyummu adalah bahagiaku<br />
tetaplah yakin bahwa ujung itu adalah untuk senangmu<br />
usah kau risau,hatiku tetap ada dalam ronggamu<br />
tetesan pilu itu bukan penyendat langkah<br />
berjuanglah dalam bayang dekapanku<br />
jadikan semua aroma ini adalah semangatmu<br />
doaku selalu terselip dalam setiap nafasmu</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/anagustini.wordpress.com/95/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/anagustini.wordpress.com/95/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anagustini.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anagustini.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anagustini.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anagustini.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anagustini.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anagustini.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anagustini.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anagustini.wordpress.com/95/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anagustini.wordpress.com/95/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anagustini.wordpress.com/95/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anagustini.wordpress.com&blog=248949&post=95&subd=anagustini&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anagustini.wordpress.com/2008/03/04/setiap-nafasmu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/09875e47126294ea63226dea45239d1b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Gustini</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>keinginan yang tak terpenuhi</title>
		<link>http://anagustini.wordpress.com/2008/02/27/keinginan-yang-tak-terpenuhi/</link>
		<comments>http://anagustini.wordpress.com/2008/02/27/keinginan-yang-tak-terpenuhi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Feb 2008 13:42:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anagustini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Prosa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anagustini.wordpress.com/?p=93</guid>
		<description><![CDATA[Sayang sekali keinginan itu tidak bisa terpenuhi. Saya tidak bisa membawakan laki-laki itu kopi. Padahal kerjaan yang menumpuk membuat dia penat dan kopi akan sedikit mengusir galau. Ruangan itu,  dengan meja panjang serta kursi disekelilingnya. Untuk apa dia disana hanya menunggu secangkir kopi. Kopi itu tak akan datang, sang pembawa tak akan ke ruangan. Dia harus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anagustini.wordpress.com&blog=248949&post=93&subd=anagustini&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sayang sekali keinginan itu tidak bisa terpenuhi. Saya tidak bisa membawakan laki-laki itu kopi. Padahal kerjaan yang menumpuk membuat dia penat dan kopi akan sedikit mengusir galau. Ruangan itu,  dengan meja panjang serta kursi disekelilingnya. Untuk apa dia disana hanya menunggu secangkir kopi. Kopi itu tak akan datang, sang pembawa tak akan ke ruangan. Dia harus segera pulang dan menuju sang empuk dengan badan dilapisi hangat selimut. Tak usah risau dengan keinginan kopimu. Besok pun masih ada kesempatan di kopi yang lebih nikmat. Dan keinginan itu tidak harus selalu kau lampaui.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/anagustini.wordpress.com/93/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/anagustini.wordpress.com/93/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anagustini.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anagustini.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anagustini.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anagustini.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anagustini.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anagustini.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anagustini.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anagustini.wordpress.com/93/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anagustini.wordpress.com/93/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anagustini.wordpress.com/93/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anagustini.wordpress.com&blog=248949&post=93&subd=anagustini&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anagustini.wordpress.com/2008/02/27/keinginan-yang-tak-terpenuhi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/09875e47126294ea63226dea45239d1b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Gustini</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kalau saja bisa kuhentikan waktu</title>
		<link>http://anagustini.wordpress.com/2008/02/27/kalau-saja-bisa-kuhentikan-waktu/</link>
		<comments>http://anagustini.wordpress.com/2008/02/27/kalau-saja-bisa-kuhentikan-waktu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Feb 2008 13:08:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>anagustini</dc:creator>
				<category><![CDATA[Prosa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://anagustini.wordpress.com/?p=92</guid>
		<description><![CDATA[barangkali semua masalah bisa terselesaikan.
rutin pun tak  akan berulang-ulang.
nafsu hilang dan hanya ada nafas di oksigen lain.
kalau saja tempat tenang itu di depan mata
terbayang damai, walau syarat harus dilampaui.
tak apa, timbangan akhirnya yang  menentukan.
disana indah tak ada cemas, seperti apa yah gerangan tempatnya
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anagustini.wordpress.com&blog=248949&post=92&subd=anagustini&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>barangkali semua masalah bisa terselesaikan.<br />
rutin pun tak  akan berulang-ulang.<br />
nafsu hilang dan hanya ada nafas di oksigen lain.</p>
<p>kalau saja tempat tenang itu di depan mata<br />
terbayang damai, walau syarat harus dilampaui.<br />
tak apa, timbangan akhirnya yang  menentukan.<br />
disana indah tak ada cemas, seperti apa yah gerangan tempatnya</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/anagustini.wordpress.com/92/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/anagustini.wordpress.com/92/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/anagustini.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/anagustini.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/anagustini.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/anagustini.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/anagustini.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/anagustini.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/anagustini.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/anagustini.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/anagustini.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/anagustini.wordpress.com/92/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=anagustini.wordpress.com&blog=248949&post=92&subd=anagustini&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://anagustini.wordpress.com/2008/02/27/kalau-saja-bisa-kuhentikan-waktu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/09875e47126294ea63226dea45239d1b?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Gustini</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>