Sudah lama gairah ini menghilang, terbang ntah kemana, semua bisu disudut bekunya pikiran. Apakah rutinitas ini yang terlalu menjejali membuat semuanya susah melahirkan kreasi. Adakah gairah itu hanya keluar disaat semua samar-samar dan limbung?. Semestinya ide itu lancar bak air mengalir deras dari atas bukit dan bercabang-cabang mengaliri lembah. Bak air alam merembes keluar memberikan kesegaran di atas panasnya terik.
Sekarang seakan tenggelam, tak lagi membasahi, menutup bak kabut bergulung melingkari. Tapi tak baik terlalu berkeluh, becak ini tetap harus dikayuh dan gairah pun tetap harus ditemukan. Ayo sang gairah datanglah dan keluarlah engkau dari persembunyian. Hidup bagikan tak seimbang dan kosong kala engkau enggan menemani.