Motor

Sangat mudah di jaman sekarang untuk mendapatkan motor. Dengan hanya uang muka 500 ribu rupiah serta cicilan yang ringan dalam jangka 3-5 tahun kita bisa mendapatkan motor baru yang kita inginkan.

Fenomena ini terjadi di kota-kota besar. Memang dengan memakai motor perjalanan menjadi lebih efektif dan efesien. dengan meliuk-liuk cari jalan yang kosong, kita bisa sampai di tempat yang dituju lebih cepat dengan biaya yang lebih murah. Tapi efeknya begitu banyak sekarang motor di Jakarta. Kadang kalo dipliat-liat keliahatannya jadi seperti lalat.
Kenapa saya kadang merasa sangat benci dengan motor. Begini nih ceritanya setiap hari saya pergi ke kantor dengan menggunakan angkutan umum tentunya berangkat dari rumah dimana tempat saya tinggal. Setiap pergi saya akan menstop bis diseberang jalan gang. Dan pulang saya akan berhenti didepan mulut gang. Pada saat pergi saya akan sangat kesulitan dengan proses menyebrang. Kenapa itu bisa terjadi ? Sebetulnya dengan mobil tidak ada masalah saya tinggal menyetopkan lengan saya ke arah mobil itu, dan si pengendara mobil biasanya akan segera memberhentikan mobilnya. tetapi pada saat saya menyebrang tiba-tiba saya akan dikagetkan dengan munculnya motor dari tengah-tengah jalan ato dari pinggir jalan dengan keadaan ngebut. Padahal saya pikir jalan itu kosong. tetapi kenyataanya tiba-tiba muncul motor yang nyaris akan menabrak saya. Dan anehnya motor itu kesannya ga mau menginjakan rem, mungkin karena males menginjakkan kakinya ke tanah. ah ada-ada aja. Padahal kadang – kadang saya nyebrang pada saat macet, tapi tetep saja selalu ada motor yang tiba-tiba muncul menyalip-nyalip dan nyaris nabrak . Uh mengesalkan.


Sampai saat ini menyebrang merupakan sesuatu pekerjaan yang menyebalkan bagi saya. Sebabnya ya tiada lain adalah motor, motor. Sebuah langkah yang baik dari pemerintah memberikan peraturan baru bagi pengendara motor. Memang di tahun 2006 ini kecelakaan yang diakibatkan oleh motor mencapai angka sampai 40% dari seluruh kecelakan yang terjadi di Indonesia.

Motor kadang membuat macet juga, apalagi pada saat hujan dia akan berhenti dibawah kolong jembatan, kadang hampir menutup jalan di bawah fly over atau di bawah underpass. semua tertutup oleh motor sehinggamenjadi seperti lautan motor. Akibatnya tidak ada satupun mobil yang bisa lewat jalan itu sampai hujannya berhenti.

Memang tidak hanya motor saja yang membuat masalah di Jakarta ini, mobilpun membuat masalah juga. Sarana dan prasarana jalan sudah semakin berkurang sementara kendaraan terus-terusan bertambah. Seharusnya ada solusi dari pemerintah terhadap hal ini. Bagaimana caranya jalanan tidak macet sehingga kita bisa cepat mencapai tujuan. Sepertinya kita jadi tua di jalan akibat macet. Konon di 2014 Jakarta ini katanya mobil tidak akan bergerak. Mobil akan seperti parkir. Sampai sejauh ini sebenarnya kita harus menghitung berapa kerugian yang bisa dikalkulasikan dari pemborosan dari segi ekonomi. Pemborosan BBM, pergerakan laju ekonomi yang semakin terhambat, serta berapa banyak orang yang terkena polusi.

Pemerintah seharusnya melakukan upaya dan langkah yang cepat untuk menangani masalah ini. Ini bukan masalah main-main tetapi masalah yang cukup serius. Dan perlu segera ditangani. Apakah dengan membatasi tahun mobil yang boleh dipakai atau membuat syarat-syarat tertentu pada saat orang membeli mobil. Atau membuat lebih banyak kendaraan umum lebih nyaman dengan harga terjangkau dan tidak dijejal-jejal seperti pindang sehingga orang lebih memilih memakai kendaraan umum daripada menggunakan kendaraan pribadi. Mungkin itu bisa cukup membantu dalam mengantisipasi ramalan di tahun 2014.

Harapan saya pemerintah akan segera bergerak cepat dalam mengupayakan keamanan, kenyamanan dalam berkendaraan khususnya di ibukota Jakarta ini.

Tentang anagustini

Semua bisa kecil tapi kalo semua berfungsi dengan baik, kenapa tidak.
Pos ini dipublikasikan di Prosa. Tandai permalink.

11 Balasan ke Motor

  1. ade berkata:

    emang kenapa sih na gw kan pake motor

  2. Ana Gustini berkata:

    Ade,kan udah dibilangin kalo gw sebel sama motor karena suka melipir-melipir.Jadi kadang gw suka nyaris ketabrak kalo lagi nyebrang.Tiba-tiba motor muncul diantara mobil-mobil. Itu yang buat gw sebel.

    Tp motor juga bisa berguna buat kita kalo mau cepet nyampe tujuan dengan ongkos murah.

    Jadi sebaiknya elu sebagai pengendara motor harus mengalah sama org yang mau nyebrang dan berhati-hati biar ga nabrak, terutama ke gue.He he he

  3. indra berkata:

    kalo motor mah itu masalah dimana2…gak bisa pake motor tapi bisa beli….apalagi di kali malang….ancor lebor. tapi kalo gak bisa pake motor jangan marah gitu dong na…kan kebutuhan mereka….sabar sabar di sayang pengguna motor…..

  4. anagustini berkata:

    Pak Indra Kalo pake motor kan tinggal digeleyeungkeun aja kayak naeks sepeda gitu loh

  5. ndoell berkata:

    Neng..

    Motor itu hadir karena jalan sudah terlalu sesak
    sementara orang-orang harus bergegas..

    pernah engga dibonceng motor sama pacar ? menyusuri
    jalan sepi, lalu kedua tangan memeluk hangat
    dan lembar demi lembar rambutmu dibelai angin..

    Motor juga mewakili kaum urban, yang setiap gerakannya
    dijalan adalah perlambang dari kehidupan, terus berlari
    disetiap celah yang ada, meliuk, berhenti dan kemudian
    berlari kembali..

    -dul-

  6. Arie berkata:

    Tapi bagusnya kita kembali ke zaman Kacayan, naek kebo. kan gak merusak lingkungan n kita bisa slalu hidup sehat.

  7. Danny berkata:

    Konon ceritanya.
    Dului sewaktu IGGI (kumpulan lembaga donor yang diketuai Belanda) masih terbentuk. Suatu waktu ada sidang IGGI di Amsterdam.
    Sidang dimulai jam 10 pagi.
    Para diplomat pemula Indonesia, berjaga di luar aula untuk meng-absensi anggota IGGI yang datang.
    Waktu sudah melebihi jam 10, tapi masih banyak anggota IGGI yang belum datang.
    Usut punya usut, ternyata di dalam aula sudah full datang anggota IGGI.
    Jadi para diplomat pemula Indonesia, hanya melihat dari kendaraan tepatnya mobil yang datang.
    padahal para anggota IGGI banyak yang datang ke acara dgn berjalan kaki atau naik sepeda.
    Jangan salahin diplomat pemula Indonesia, rekan.
    Soalnya beberapa hari sebelumnya, mereka disibukkan mencari mobil2 mewah untuk para Pejabat Indonesia yang “mau berhutang” ke IGGI.
    Jadi di pikiran diplomat muda kita, Pejabat itu mesti bermobil mewah.
    padahal di Eropa, para pejabat tidak diberikan fasilitas mobil mewah, mereka diajurkan menggunakan kendaraan umum atau jalan kaki.
    ITULAH BEDA ANTARA PEJABAT DI NEGARA MAJU SEPERTI EROPA DENGAN PEJABAT DI NEGARA MISKIN YG MINTA HUTANG SEPERTI INDONESIA INI.
    ha ha ha.

  8. Iphank berkata:

    Motor…??? hmmmm…..
    Maslahnya memang mungkin bukan motor nya tetapi pengemudinya.
    Motor memang merupakan solusi ditengah semerawutnya Jakarta.
    Hanya saja hal tersebut kurang diantisipasi oleh regulator (jika memang mereka berpikir)
    Saya pernah melakukan survey tidak resmi terhadap 97 orang disekitar saya..hasilnya…??
    Absolut seluruh orang yang ditanya mengatakan SIM nya nembak (termasuk saya hehe…)
    Jadi kalau ditanya apakah mereka tahu peraturan lalu lintas..??
    Jawabnya…hmmmhhh…pasti don’t know…hehe
    Jadi semerawut karena pelaku tidak tahu aturan..
    dan regulator tidak menegakkan aturan…
    jadi semuanya tidak beraturan…
    dan aturan pun tidak teratur…
    karena mungkin pengatur pun tidak dapat diatur..
    udah deh…jadinya atur sendiri aja bleh…hehe..

  9. Ana Gustini berkata:

    Siapa yah yang mau memulai jadi teratur, beraturan dan mau diatur…..boleh dicoba tuh dimulai dari orang yang membaca dan punya sim motor. Dan tentunya tujuan baik ini disebarkan ke yang lainnya.

  10. nadi berkata:

    @ Ana n all

    Ana yang baik, keselnya kamu ketika nyebrang itu disebabkan faktor komunikasi. Ya, dalam berkendara (motor) seorang biker harus mengkomunikasikan keinginannya kepada pengguna lain. Begitu pula si penyeberang jalan (tukang somay, baso, loper koran, mahasiswi/a, dll).

    Menyeberang di tengah kemacetan dan kendaraan lain bukan hal mudah. Ingat TIDAK GAMPANG!
    Kenapa? Baik si penyeberang maupun biker/pengemudi lain terkena BLIND SPOT (titik buta), yaitu situasi dimana seseorang tak mampu melihat obyek lain karena terhalang obyek lainnya.

    Solusinya gampang tapi susah dilakukan dengan kepala panas, yaitu sabar….tengok kiri-kanan….dan melangkah ketika benar-benar aman.
    Rumusnya dari kursus yang saya pelajari ka-ki-ka. Tengok Kanan -Kiri – dan sekali lagi Kanan.

    Sebenarnya itu rumus bagi pengemudi yang mau menerobos petempatan, gang, atau pertigaan. Tapi kayaknya OK juga untuk diterapkan bagi pejalan kaki, biker, dan lainnya.

    Semoga nggak patah arang untuk belajar nyebrang dengan baik dan benar ya? Oh iya, tulisan2mu lumayan tuh. Bisa dikaryakan….hehehehe…

    Salam,
    safety first-ride safely-defense rider

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s