Bohong

Awalnya coba-coba, eh lancar-lancar saja ga pernah ketahuan, ulangi lagi eh sama semua aman terkendali. Lama-lama jadi biasa, akhirnya kebiasaan deh untuk fasih berbohong ditambah jadi jago banget buat alasan.Dan yang membuat parah bohong sudah menjadi karakter.Sesuatu yang dikerjakan berulang ulang dan menjadi kebiasaan, lama-lama akan menjadi karakter, mendarah daging, lengket… mengerikan…..

Memang ringan kalo berbohong, se-ringan makan kue, am….nyam,nyam kunyah dan telan. Untuk awalnya kita akan takut berbohong, itu pasti. tetapi dorongan lingkungan dan ketidakteguhan iman udah deh bablas semua ga ada lagi yang dinamakan takut. Satu lagi “kepepet” membuat kita bisa lancar membuat 77 juta alasan berbohong.

Gak gampang loh membuat alasan berbohong itu, susah dan mungkin kita harus meminta pendapat org lain utk mendapatkan masukan untuk alasan2 yang keliatannya logis. Mungkin dia akan susah berbohong sama org yang pandai berbohong pula.Hahaha lucu yah jadinya. Teknik berbohong harus segera ditingkatkan, baik dari gerak tubuh dan mimik muka, semua harus diatur. Jadi kaya pake Topeng deh.
Tapi semua jangan dianggap gampang dan sepele, serapih-rapihnya kita berbohong suatu saat akan ketahuan juga.Ikan asin kita simpan sampe gak keliatan orang, lama-lama akan akan kecium juga, baunya gak tahan. Dan pada saat itu betapa kita akan kelimpungan menghadapinya, kalo semua sudah tidak bisa disembunyikan lagi.

Hidup itu memang pilihan. Silahkan memilih mana yang akan anda ambil hidup berbohong tetapi hidup tidak pernah tenang dan nyaman atau yang kedua tetap hidup nyaman ga ada beban??? Berbohong membuat kita harus tetap kreatif agar bohong kita tetap konsisten serta kelihatan logis, tetapi apakah energi yang ada harus kita habiskan dengan berbuat untuk hal yang merugikan diri sendiri dan orang lain? wah berbohong jadi membuat dosa juga yah, jadi panjang urusannya, jadi vertikal.

Iklan

Tentang anagustini

Semua bisa kecil tapi kalo semua berfungsi dengan baik, kenapa tidak.
Pos ini dipublikasikan di Prosa. Tandai permalink.

3 Balasan ke Bohong

  1. Dani berkata:

    Jika seorang pembunuh datang kerumah anda dan bertanya dimana orang yang akan dibunuhnya bersembunyi, maka kita tidak boleh berbohong walau kita tahu dimana mereka bersembunyi.
    kadang orang memandang bahwa dunia itu diciptakan buruk.
    pada dasarnya itu buruk, karena jika begitu yang baik harus diciptakan dari nol.
    berbohong adalah kewajaran, berarti itu.
    tapi apakah berbohong akan berhadapan dengan tidak ?.
    Le mains sales,…..berbuat yang baik tapi melahirkan yang kotor.
    apapun itu, sesuatu itu perlu dimaknai dan dengan melakukan apapun demi kebaikan bukan kejahatan.

    diambil dan diilhami dari Catatan pinggir-nya Gunawan Muhammad.
    tempo edisi2 2-8 Juli 2007.

  2. Niken berkata:

    Bohong memang pada awalnya sulit dilakukan, setuju…klo akhirnya akan jadi mudah..(dg byk berlatih tentunya hiks..hikssss..)
    Tanpa sadar dg serentak seseorang telah berubah profesi menjadi seorang creator, tapi sayangnya kok creator atas narasi yg berjudul “kebohongan”.
    Gak ada org yg berniat berbohong pada awalnya, keadaan dan kepentingan yg membuat seseorang menjadi spt itu.
    Bohong – bohong kecil sering kita lakukan semenjak kita bisa bicara, tapi jika kemudian berkembang menjadi suatu kebiasaan atas dasar sesuatu yg bernama ‘kepentingan’..hmmmmmmmmm…harus balik lagi ke creator tsb.
    Apakah bohong itu ‘worth it’ tuk dilakukan?? no body can answer but the creator.
    Gutlak tuk tulisan2nya. bagus n fun.

  3. Niken berkata:

    Bohong itu ternyaa melelahkan ..bukan hanya krn lelah mencari referensi supaya bohong itu menjadi ‘layak’ tapi lelah menghadapi orang yg dibohongi, krn udah tau, hehehhe.
    Duh, gimana coba?
    Ada yg bilang klo bohong putih sah sah aja dilakukan, dg tujuan menyenangi pihak yg dibohongi, apa iya?? sebaik2nya tutur kata yg sudah disiapkan, akan ketahuan ada ‘selipan’ niat bohongnya. trus bener apa Ana bilang, jd panjang urusannya, krn gak hanya dg manusia, tp jadinya malah nambah dosa deh.
    Semua bergantung niat. Klo memang niatnya tuk berbohong, semanis apapun kata2 yg dibalut dg tulus, tetap akan kelihatan bohongnya. Klo niatnya gak mbohongi (jawir style nih)…ya akan tulus kedengarannya.
    Semoga tidak ada kebohongan2 lagi yg akan merusak mental bangsa. (lho…politik?)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s