Sepotong Roti

Sepotong roti dari nenek, langkah yang tak berujung bagai kura-kura berjalan mundur

nenek bilang jangan kau makan roti yang ada di atas arang yang jadi bara

biarkan roti gosong separo karena keringat kan menetes tanpa rasa

lelah kering kering hari esok yang tidak jelas

A8 3 S

Tentang anagustini

Semua bisa kecil tapi kalo semua berfungsi dengan baik, kenapa tidak.
Pos ini dipublikasikan di Sajak. Tandai permalink.

2 Balasan ke Sepotong Roti

  1. Dani berkata:

    remah roti matang,
    hangat karena bara,
    legit karena keringat,
    tercecer tak bertuan.

    Seekor kura-kura melilir,
    cari jalan ke pantai,
    dengar ombak memanggil.

    suar di ribuan pasir,
    kura-kura menjejak jemari,
    ikut onggokan roti,
    meluncur jauh didepan,
    tinggalkan kepompong.

    rgds,
    dani

  2. anagustini berkata:

    kenapa kepompongnya ditinggalin???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s