Sekumpulan

Episode 1
si nenek menggendong batu berat lelah keringat

mimpi menggapai bulan resah tak kunjung reda

genderang suasana perang, panas darah mengumpul diujung

jalan mundur diperlambat tiup angin memaksa cepat

malas aku malas jalan mundur saja sambil tutup telinga

ringan menjinjing hati tenang merajalela oh jalan tol seperti tidak macet

lancar menerima belaian lambang dari getaran

Episode 2

simpan lembut belai dilubuk mengalir terasa dingin

nenek mendengkur gelisah mencari lubuk

kura-kura bukan kijang diajak lari malah telungkup

buah tangan manis rasanya

ungkapan lubuk tersimpan dikeranjang gajah

gajah mengamuk berdarah beku lepaskan, nanti uratmu pecah

kura kura bernapas pelan diajak cepat terengah-engah cambukpun tidak terasa lakupun seperti patung

Episode 3

pintu rapat didongkel kasar, buat keringat lelah berceceran

nenek yang gajah cepatlah bangun, mimpi sudah usai

roti sudah gosong dimakanpun pahit rasanya

nanti nenek sakit

raga tidak penting paling gajah berkurang daging

tapi lubuk seperti jerapah kan dahaga ditengah padang pasir

Iklan

Tentang anagustini

Semua bisa kecil tapi kalo semua berfungsi dengan baik, kenapa tidak.
Pos ini dipublikasikan di Sajak. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s