Apakabar

Apakabar jiwa yang ada dibalik asap

Teriakanmu memecahkan pencakar langit merobek jiwa yang gundah

Belum kering air mata darah

Kau kubur kepolosan dengan puing-puing itu

Kau berteriak demi sebuah harapan yang tertanam di lubuk angan-angan

Bidadarikah yang akan menyambutmu atau keabstrakan

Jiwa yang tenang terbisik paham sepihak

Kokoh bagai panasnya padang pasir yang membakar topeng sorban

Garis panas

A-8-3-S

Tentang anagustini

Semua bisa kecil tapi kalo semua berfungsi dengan baik, kenapa tidak.
Pos ini dipublikasikan di Sajak. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s