Kijang dan Lebah

Kijang membeku dilumuri es dari kutub
Tiada rasa untuk ingin menggongong ataupun mencakar
Tenggelam dalam es yang sulit dicairkan isinya
Biarlah siang tidak dipaksa malam, malampun tidak dipaksa siang

Kepasrahan membawa kijang berlari bebas
Ke setiap sudut yang dia mau
Kemanakah kijang berujung
Seperti madukah yang dikerumuni lebah
Atau kijang berlari dari kermunan jiwa jiwa pengembara

Oh kijang dirimu hanya menunggu jatuhnya titik titik pasir matahari
Sampai tempat itu penuh dan penuh pasir
Dan tidak ada lagi lebah disekitar kijang
Hanya menunggu sang khalik dan kemudian bertemu

Tentang anagustini

Semua bisa kecil tapi kalo semua berfungsi dengan baik, kenapa tidak.
Pos ini dipublikasikan di Sajak. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Kijang dan Lebah

  1. Danny berkata:

    Tak usah ditunggu, sang Khalik akan datang.
    Jagan ditunggu hingga pasir jatuh.
    Lebah pun akan pergi.
    Kijang dapat berlari cepat,
    mencari rumput di pertanahan.
    Hingga tajam tanduk,
    hingga dihargai tinggi oleh khalayak.
    sang Khalik pun tersenyum.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s