kumandang di hari pertama

Adzan berkumandang dari sebuah mesjid besar di areal pemukiman elit di kawasan Jakarta Selatan. Hari pertama di bulan Ramadhan . Rasa lemas, lapar, haus serta kantuk karena lelah akhirnya bisa terlewati. Begitupun hal yang memang tidak kalah pentingnya adalah amarah serta nafsu perlahan dapat sedikit tertahankan. Dan hari ini kita memenangkannya.

Suara Adzan dan suasana mesjid tadi membangkitkan rasa dalam diri kita betapa di bulan suci ini kita semakin merasa didekatkan dengan sang pencipta dengan 99 sifat-sifatnya yang telah melindungi seluruh umat nya di jagat raya ini. Bulan suci yang penuh berkah membawa kita untuk membuka mata atas khilaf yang tertelan, laku yang tercoreng serta segala rupa keburukan duniawi.


Semangat kebersamaan dan suasana pikuk di sekitar mesjid, bersiap menemui kerinduannya pada sang khalik. Taraweh, walaupun bisa kita lakukan sendiri di rumah tetapi nilai solat berjamaah, bersama-sama, bersatu menghadap sang khalik adalah sesuatu yang mempunyai nilai yang berbeda dalam keyakinan hati kita juga dimata Alloh SWT.


Anak-anak kecilpun yang mungkin dari tingkat ekonomi yang rendah menggunakan kesempatan hiruk pikuk sekitar mesjid untuk menjual jasanya, dari mulai jasa semir sepatu sampai jasa penitipan sendal. Lucunya hanya karena demi uang seribu perak dia rela untuk mengorbankan waktunya untuk tidak ikut solat taraweh bersama.Dia mengambil situasi ini untuk melakukan bisnis. Bisnis kecil-kecilan lumayan, sekedar memenuhi kepuasan diri.

Bagaimana menanamkan pada semua umat arti serta nilai ibadah yang baik??? Apakah tingkat ekonomi berpengaruh juga terhadap kelalaian dalam beribadah? . Entahlah, akhlak tidak harus dilihat dari tingkat ekonomi. Kadang-kadang kita bisa lihat juga orang yang kaya raya justru tidak berakhlak baik. Hanya bisa membuang-buang uang saja, bahkan berbuat maksiat. Memang sulit menghadapi semua yang ada dilingkungan kita. Cobaan untuk tergoda selalu ada. Seperti yang dikatakan oleh Ustad H .Adnan Idris dalam ceramahnya bahwa, “puasa harus bisa kita gunakan sebagai perisai untuk menahan diri dari hal-hal yang bisa membatalkan puasa”.Tetapi mudah-mudahan di awal bulan ramadhan ini kita senantiasa bisa melewati semua cobaan yang datang dan tetap bertahan terhadap perisai kita yaitu “PUASA”

Tentang anagustini

Semua bisa kecil tapi kalo semua berfungsi dengan baik, kenapa tidak.
Pos ini dipublikasikan di Ilahi. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s