Bobby

Kemaren saya nonton film Bobby, ini terjadi karena di koran gambar filmnya udah tambah kecil saja, lama-lama gak bisa ditonton, nunggu dvd-nya uh pasti lama deh. Nah hal pertama yang kita lakukan adalah cari jadwal yang cocok, tentunya disesuaikan dengan jam kerja kita biar aman dan tidak bikin marah bos. Binggo! akhirnya sms yang dilakukan berkali-kali ke nomor 21 Cineplex berhasil dibalas. Sebelumnya selalu dengan balasan “maaf jalur kami sedang sibuk silahkan ulangi kembali beberapa menit lagi”. 19.15 PIM 1 studio 6 adalah waktu yang cocok dan kita sepakati. Bersiap-siap untuk brangkat sebelumnya saya siapkan kolak dan cemilan gorengan serta sebotol air minum untuk berdua berbuka dijalan.

Memang kejadian, sebelum sampe di tempat tujuan adzan sudah berkumandang. Berbukalah kami dengan seteguk air teh hijau madu yang masih terasa dingin hmmmm menyegarkan. Tapi ko pelit banget yah, sebotol untuk berdua, maksudnya apa? Senasib sependeritaan????


Sampelah kita di PIM 1 beli tiket dan setelah itu ngabur ke kantin makan untuk menghabiskan kolak dan gorengan tadi. sambil ngobrol bahas kejadian yang barusan terlewati. Bikin kesel dan pengap di dada. Emosi bisa memuncak. Setelah itu kita pergi ke mushola untuk solat maghrib.

Fillm ini berkisah mengenai detik-detik terakhir senator Bobby Kennedy tewas di hotel Ambasador pada 1968 setelah dia menyampaikan pidato kemenangannya di California. Juga sederet cerita dan drama-drama pada saat-saat Boobby Kennedy akan datang untuk berpidato di hotel Ambasaddor dan kemudian akhirnya beliau tewas. Cerita kesibukan di dapur dan penambahan lembur untuk pekerjanya, diiringi dengan beberapa koki yang merasa tidak berkenan dengan acara lembur karena memang sebelumnya sudah menyiapkan acara pribadinya.


Persiapan dari seorang penyanyi cantik Virginia fallon (diperankan oleh Demi More) yang harus mempersiapkan penyambutan presiden termasuk penataan untuk rambutnya sang penata rambut dimainkan oleh Sharon Stone. Kemudian adegan mengenai seorang perempuan yang datang ke salon untuk persiapan pernikahannya yang tidak disetujui sang ayah. Untuk melakukan menicure dan pedicure, sementara dengan mereka menikah akhirnya akan menolong sang pengantin pria tidak dikirim untuk bertugas di vietnam.

Kemudian Adalagi cerita mengenai dua orang yang mencari drug dan adegan-adegan lucu karena mereka mabuk. Juga cerita mengenai seorang manager hotel yang selingkuh dengan seorang gadis operator telepon hotel tersebut yang akhirnya ketahuan oleh sang istri (si penata rambut). Dan ternyata sang istri mengetahuinya dari anak buah si manager yang dipecat dengan alasan rasialis karena melarang memberikan ijin para pekerja khususnya para koki memberikan hak suaranya dengan alasan karena mereka dari mexico sehingga mereka harus lembur. Adalagi adegan mengenai saat-saat kesibukan pada waktu penghitungan suara untuk Bobby Kennedy.

Film ini hanya menceritakan mengenai saat-saat persiapan dan saat terakhir Sang senator tewas. Di sutradarai oleh Emilio Estevez. Film ini bener-bener rame dengan cerita berpindah-pindah sana sini dari satu hal ke hal lainnya bercerita tentang kegiatan seputar hotel sebelum Bobby berpidato dan tewas. Membingungkan, ada adegan lucu juga pada saat pembelian pil yang memabukkan dan terkesan memang jenaka terutama pada saat mereka menjatuhkan televisi dan bermain tenis di hotel itu. Tidak ketinggalan juga penampilan penyanyi Virginia Fallon di panggung, dia seoranga alkoholik, sebelum naik panggung dia terlebih dahulu meneguk alkohol dan barulah dia berdendang. Kemudian adegan suami istri dan sang istri meributkan pasangan sepatu yang tidak cocok warnanya dengan baju dan akhirnya mereka memutuskan untuk membeli lagi sepatu yang cocok dengan warna bajunya.

Begitulah, akhirnya setelah selesai berpidato mengenai kemenangannya Bobby turun dari podium kemudian berjalan menuju dapur dan akhirnya penembakan itupun terjadi. Pistol diletuskan berkali-kali dan tidak hanya senator yang menjadi korban tetapi termasuk koki hotel, pegawai hotel, para tamu termasuk suami dari sang pengantin baru.Tetapi menurut cerita sebenarnya bahwa akhir cerita korban-korban yang tertembak lainnya selamat kecuali sang senator.

Akhirnya lampu bioskop kembali menyala. Dan kita serasa terbangun dari tidur. Beranjak dari bangku bioskop, dan melangkah keluar ruangan yang kemudian saya tersadar belum makan satu suap nasi pun, pantas begitu terasa lapar perut ini. Akhirnya kita cari makan dan kemudian berjalan ke arah rumah untuk mandi, istirahat, karena besok akan puasa kembali. Memang mata ini begitu terasa mengantuk.

Tentang anagustini

Semua bisa kecil tapi kalo semua berfungsi dengan baik, kenapa tidak.
Pos ini dipublikasikan di Prosa. Tandai permalink.

4 Balasan ke Bobby

  1. aprikot berkata:

    bagus yah filmnya?

  2. kucingkeren berkata:

    trusssss..makannya di mbok Berek lagi tho..πŸ™‚ hehehe… anyway ttg bobby, gue lebih suka nonton film documenternya Na.. Lebih asyik , ceritanya juga ttg detik-detik terakhir si ganteng itu.. its the real fil,. Termasuk investigasi siapa kah pembunuhnya yg sampai sekarang masih misteri, meski sudah ada yang dihukum…

  3. heriest berkata:

    Bagus juga ya resensimu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s