Lailatul Qadar

Hari itu hari senin tgl 8 Oktober 2007. Esoknya kita melaksanakan puasa untuk hari yang ke-27. Malam seribu bintang. Malam penuh berkah yang dinanti-nanti seluruh umat untuk datangnya Lailatul Qadar. Malam yang lebih baik dari seribu bulan. Para malaikat dan Jibril turun ke dunia pada malam Lailatul Qadr untuk mengatur segala urusan. Lailatul Qadar (malam ketetapan) adalah satu malam penting yang terjadi pada bulan Ramadhan, yang dalam Al Qur’an digambarkan sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Dan juga diperingati sebagai malam diturunkannya Al Qur’an.


Terdapat pendapat yang mengatakan bahwa terjadinya malam Lailatul Qadar itu pada 10 malam terakhir bulan Ramadhan, hal ini berdasarkan hadits dari Aisyah yang mengatakan : ” Rasulullah ShallAllahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf di sepuluh hari terkahir bulan Ramadhan dan beliau bersabda, yang artinya: “Carilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Romadhon” ” (HR: Bukhari 4/225 dan Muslim 1169)


Pada saat saat hari ganjil di sepuluh hari terakhir ramadhan orang-orang lebih banyak yang ber-Iktikaf namun di malam ganjil akan lebih banyak dari pada di malam genap, walaupun ada juga yang melakukan pada malam genap karena hukumnya beritikaf itu adalah sunat dan wajib. Wajib bila sebelumnya telah bernazar melakukan iktikaf. Mereka berkumpul di mesjid mulai dari usia muda, tua, sampai remaja-remaja . Mereka sengaja berada di mesjid sampai tiba waktu subuh dan akhirnya mendengarkan Tausyiah. Bahkan anak-anak kecil banyak yang diikutsertakan, kasian mereka masih pada kecil tapi orang tuanya suka cita mengajak dan sekalian mengajarkan anak-anak itu. Mungkin orangtuanya bermaksud memberikan contoh dan mengambil berkah yang akan diturunkan dari iktikaf itu.

Sebenarnya ada syarat yang harus dilakukan dalam beriktikaf. Orang yang iktikaf harus memenuhi kriteria-kriteria sebagai berikut:
1. Muslim
2. Berakal
3. Suci dari janabah (junub), haid dan nifas.
Oleh kerana itu, iktikaf tidak sah bagi orang kafir, anak-anak yang belum dewasa, orang junub, wanita haid dan nifas.

Yang paling penting adalah kita bertujuan mengambil berkah pada waktu malam itu. Karena dalam surat Al-Qadr disebutkan pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Pada saat itu kita bisa melakukan muhasabah atau tafakur, memohon ampun. Maka pada saat itu juga kita berdoa meminta ampun juga meminta semua yang kita kerjaan menjadi maslahat, dibuang dari kesulitan, diberikan kebahagiaan, dan juga disembuhkan dari penyakit, diampuni dosanya dan dijauhkan dari api neraka. Doa kita akan di dengar langsung oleh para malaikat.


Biasanya di mesjid-mesjid agung, muhasabah akan dipimpin oleh seseorang dan kita mengikuti serta meresapi apa yang dia ungkapkan sesuai dengan target dan cita-cita umum. Pemimpin muhasabah akan mengarahkan kita pada kesyahduan, kepasrahan dan semakin dekatnya kita dengan sang khalik. meminta pertolongan, juga ampunan-Nya. meminta rahmat Alloh dan perlindungannya.

Sebelum bermuhasabah kita melaksanakan sembahyang qiyamulail yaitu solat sunat yang dilakukan pada malam hari sambil menunggu malam lailatul Qadar. Dan setelah itu diakhiri dengan salat witir. Dan diselingi juga dengan tausyiah untuk melengkapi di malam yang penuh berkah tersebut.

Malam ganji terakhir adalah malam ke-29, dan kita pun tidak pernah tahu pada saat kapan lailatul Qadar itu turun dan pada saat kapan malaikat-malaikat serta jibril turun menyelesaikan urusan seperti yang dibilang dalam surat Al-Qadr . Yang jelas betapa tenang dan damainya hati pada saat beritikaf.

Hari ganjil terakhir Orang akan berduyun-duyun untuk beritikaf. Melupakan sejenak rasa kantuk,rasa capek setelah bekerja juga lelah dan penat melupakan tontonan-tontonan menarik di televisi, melupakan kenikmatan kasur, ruangan ber-AC dan selimut tebal. Alas tidur kita hanya karpet mesjid, kita bermalam di mesjid, kita melakukan saur di mesjid. Betapa Indahnya berdekatan dengan malaikat-malaikat membantu menyelesaikan urusan-urusan kita. Semoga doa kita semua dikabulkan dan kita tetap berada dalam lindungan serta barokah-Nya. Amin.

Tentang anagustini

Semua bisa kecil tapi kalo semua berfungsi dengan baik, kenapa tidak.
Pos ini dipublikasikan di Ilahi. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s