Syukur yang memberi kenikmatan

Semalem saya bertukar wacana dengan seorang teman mengenai bersyukur dan nikmat. Dengan bertambahnya rasa syukur kita, maka akan semakin bertambahlah nikmat yang diberikan oleh-Nya kepada kita.

kalo kita hidup di alam keserakahan, selalu dirundung kekecewaan dan diapun tidak akan pernah puas. Mengeluh, dan merasa bahwa hidup ini selalu hina dina, merasa Tuhan selalu membiarkan kita dianiyaya, merasa hidup selalu susah, tidak berdaya, tidak kaya raya seperti yang lain, tidak sukses seperti mereka.

Bentuk-bentuk kekecewaan inilah yang membuat hidup kita tambah melempem, tidak ada spirit dan membuat kita frustasi, semangatpun hilang. Bahkan merasa bahwa apa yang kita lakukan adalah selalu salah. Kita merasa Tuhan tidak sayang, tidak mendukung, membiarkan selalu sedih dan merana.

Wah, wah …Itu semua adalah pemikiran yang salah dan membuat kita tambah keciiilll. Dan Tuhan tambah menjauhkan kenikmatan itu. Kenikmatan itu akan terasa kalau kita bisa menimati dengan mensyukurinya. Obat kesedihan itu adalah semuanya ada di diri kita, ada di Otak dan kesadaran kita.

Tau kah kamu di tengah-tengah kesulitan yang yang kita dapatkan kita harus bisa membuka mata barang sedikit saja, misalnya berpikir tentang apakah doa kita sudah dikabulkan Alloh ? Kadang-kadang kita tidak sadar kalau sebetulnya secara perlahan Alloh mengabulkan doa kita walau belum maksimal. Coba inget-inget deh, dulu apa yang sudah kita minta dan bagaimana cara Alloh memberinya. Dia beri secara perlahan, tidak terasa dan kadang membuat kita lupa. Hal inilah yang patut kita ingat-ingat, syukuri dan nikmati.

Coba bandingkan dengan keadaan kita sebelum ini. Nah barulah kamu menyadarinya. Betapa kita sudah mendapatkan berlimpah- limpah kenikmatan. Atau berkenaan dengan hal lainnya misalnya saja, kita masih diberi kesehatan, atau kita masih dipilih untuk tetap dikasihi dibandingkan yang lain, masih ada yang selalu menemani kita makan malam misalnya, atau ada yang mau mengantar kita pulang tiap hari dan ada memberikan kita sebuah ketulusan hati. Atau sekedar ada orang yang masih memperhatikan dan berempati terhadap diri kita.

Tuhan itu adil gak semua tentang keburukan ditumpuk hanya di diri kita saja. Asal kita jeli secercah ataupun sepercik kasih Alloh kita cermati dan sadari telah kita dapatkan dan untuk kita nikmati serta kita syukuri. Duh nikmatnya, ternyata Tuhan masih mengasihi kita melalui orang-orang itu.Pemikiran seperti ini membuat diri dan jiwa kita bertambah besar dan DIA akan senang untuk mengabulkan doa kita selanjutnya.

Tentang anagustini

Semua bisa kecil tapi kalo semua berfungsi dengan baik, kenapa tidak.
Pos ini dipublikasikan di Ilahi. Tandai permalink.

8 Balasan ke Syukur yang memberi kenikmatan

  1. Togar Silaban berkata:

    Hmm. perenungan yang perlu. Kita sering lupa betapa banyaknya berkat yang sudah kita peroleh.
    Selamat, semoga Bandung bisa semakin cantik dan adem.

  2. anagustini berkata:

    Iya …..kadang-kadang kita suka lupa dengan semua yang telah DIA berikan.

  3. tobadreams berkata:

    masalahnya, pada saat masih nikmat kebanyakan di antara kita terlalu sibuk mereguknya, lupa deh untuk bersyukur…

    trims anagustini

    dari yang sering lupa bersyukur
    karena sibuk menikmati perihnya luka …

  4. rha-k berkata:

    Tuhan memberi lewat seperangkat hukum yg berlaku untuk semua ciptaan-Nya tanpa terkecuali.

    Senang dan susah, suka dan duka, bahagia dan merana, semuanya adalah hasil dari apa yg dinamakan hukum sebab akibat.

    Jadi, buatlah sebab yg baik supaya baik pula akibat yg kita terima. Jadilah pribadi yg mudah untuk Dia tolong🙂 Salam Super *hehehe*

  5. rha-k berkata:

    Tuhan memberi lewat seperangkat hukum yg berlaku untuk semua ciptaan-Nya tanpa terkecuali.

    Senang dan susah, suka dan duka, bahagia dan merana, semuanya adalah hasil dari apa yg dinamakan sebagai hukum sebab akibat.

    Jadi, buatlah sebab yg baik supaya baik pula akibat yg kita terima. Jadilah pribadi yg mudah untuk Dia tolong🙂 Salam Super *hehehe*

  6. ika berkata:

    huhuhu sayah jadi malu neeh,,saya kadang2 mengeluh dan kalo sudah mengeluh malah jadi malu sendiri,,merasa childish ajah

  7. anagustini berkata:

    Hehehe, saya juga berawal dari terlalu menikmati luka….

  8. wiwite berkata:

    dalam hidup memang harus diperbanyak syukur walau apapun yang kita terima, baik itu berupa kenikmatan atau cobaan. ~> “jangan lupa juga doa” <~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s