Ujung

Tidak usah hujan karena dia sudah habis.
Menarilahmu dalam kekeringanku.
Kau tetap tunjukkan jalan yang tak pernuh berujung.
Buntupun tak pernah kau hadapi bahkan perjuangkan.
Nyalimulah yang membuat semua berujung.
Ih semua membuat penat, tapi kenapa penat tak membuat lari terbirit.
Susahmu kau siram dan bertumbuh subur.
Hentikan, biar tidurmu lelap.

Tentang anagustini

Semua bisa kecil tapi kalo semua berfungsi dengan baik, kenapa tidak.
Pos ini dipublikasikan di Sajak. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Ujung

  1. Ping balik: Yogya « jejak jejak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s