1/2 cerah

Sinar di ruangan itu tinggal 1/2.
Cerah itu sekarang hanya sebagian cekikian dari seorah bocah.
Ternyata engkau telah mengijinkan cerah itu menghilang 1/2.
Dia tak beri cerah di ruang selain untuk si bocah.
Apa gerangan petunjuk lanjutan dari-Mu.
Terkadang bingung tertumpuk di sudut akan teka teki ini.
Tapi walau cerah hanya 1/2, tetap harus tertapaki.
Memang, hujanpun masih enggan berganti dengan sinar yang penuh.
Ah lelahnya menanti cerah, kemanakah engkau bersembunyi.
Cepatlah tunjukkan hai engkau cerah.
Atau cerah itu enggan berteman lagi?
Kami masih menginginkan yang 1/2 lagi.
Tidakkah kau tau lama tak ada sinar, hujan kan datangkan banjir.
Ah mungkin ternyata engkau tak mau aku nikmati penuhnya cerah.

Tentang anagustini

Semua bisa kecil tapi kalo semua berfungsi dengan baik, kenapa tidak.
Pos ini dipublikasikan di Sajak. Tandai permalink.

Satu Balasan ke 1/2 cerah

  1. kucingkeren berkata:

    Penuhnya cerah itu milik sepenuhnya yang Maha besar.. BErsyukurlah ada 1/2 cerah, tdk 1/2 mendung… hihi..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s