tiada koma

Sehari ini saya memang tidak berkoma, terus dan terus mengikuti aliran deras pekerjaan yang tiada henti. Ini memang harus segera dihentikan dengan cara diselesaikan dengan baik tanpa menyisakan koma. Karena tiap hari hidup saya menjadi selalu koma. Menurut saya semua harus berakhir titik dan kemudian akan dilanjutkan dengan kalimat baru ataupun lebih baik dari sekedar kalimat. Kita bisa berganti alenia.

Pernah pada suatu malam saya tidak bisa tidur hanya memikirkan kata-kata dari seorang rekan kerja yang menulis melalui email. Intinya dari email itu mengartikan bahwa saya harus merubah proses kerja yang berlaku baku bagi rekan kerja lainnya. Jadi saya akan tidak seragam dengan mereka. Saya harus melakukan lebih detail dan sistematik. memang untuk bagian accounting atau general affair itu bagus karena lebih terorganisir. Tapi biasanya untuk bagian marketing itu akan sulit dilakukan. Meskipun sebetulnya itu bagus . Semua data terkumpul dengan komplit.

Seorang marketing membutuhkan kecepatan informasi serta mobilitas tinggi. Mereka dikejar target dan waktu. Begitu pula hal ini berlaku untuk seorang reporter dari sebuah surat kabar. Reporter mobilitasnya tinggi juga, dia harus cepat menangkap informasi yang cepat untuk disungguhkan lebih cepat juga.

Saya pernah membaca sebuah buku yang judulnya “personality plus”, buku itu berwarna kuning. Dalam buku itu diterangkan bahwa ada 4 kekuatan dan kelemahan dari sifat seseorang. Nah begini ceritanya keempat kekuatan dan kelemahan itu :

  • Sanguinis, seseorang yang senang tampil, pencinta seni punya rasa humor yang tinggi. Tetapi, dia cenderung menjadi seorang pelupa. Walaupun begitu, dia akan selalu ingat terhadap warna. Dan biasanya dipastikan mejanya akan sangat berantakan . Pekerjaan yang cocok adalah sebagai artis, penyanyi, juga seorang marketing atau sesuatu yang berhubungan dengan orang banyak. Karena seorang senguin cenderung supel dan fleksibel. Seorang senguin sejati adalah Bung karno. Lihatlah beliau, mempunyai rasa seni yang tinggi.
  • Koleris, sifat ini akan dipunyai oleh seorang calon pemimpin. Para pemimpin kita pasti dia akan mempunyai sifat ini. Kelakuannya akan seperti bos alias bosy. Dia berjiwa pemimpin bisa mengorganisir, dan mempunyai rasa tanggungjawab yang tinggi.
  • Melankolis, bersifat sistematis, terorganisir, dan agak sedikit pendendam. dia pun bersifat sangat detail, juga rata-rata tidak mempunyai sense of humor yang tinggi. Nah coba lihat saja deh, meja seorang Melankolis pasti dia akan selalu bersih dan rapi tanpa kertas-kertas. Pekerjaan yang cocok adalah seorang accounting, juga analisis statistik. Pokonya yang berbau analitikal yang memerlukan kedetailan serta ketelitian tinggi.
  • Plegmatis, Intinya orang plegmatis lebih memilih damai dan tenang daripada ribut, walaupun belum tentu masalahnya selesai. Dia sangat cinta damai. Da akan memilih ditengah-tengah tanpa memihak. Yang jelas dia akan memilih jalan agar suasana dilingkungannya tetap damai.

Nah dari situ bisa dilihat kan profesi apa yang akan cocok dengan kelemahan dan kelebihan dari seseorang. Atau selain profesi kita juga bisa sedikit memahami dengan sifat seseorang. Sehingga jikalau menghadapi seseorang kita tau caranya. karena seorang melankolis akan sangat sensitif.

Nah kembali ke permasalahan saya yang minggu-minggu ini selalu menghadapi koma dan koma. kesimpulan saya tidak setuju sesuatu yang sudah berlaku umum kemudian dirubah menjadi tidak umum untuk lingkungan itu menjadi lebih detail, waktu hanya habis untuk papper work dan itu buang waktu. kerja jadi tidak cepat.

Rasanya untuk seorang marketer itu kurang fleksibel mereka perlu sesuatu yang lebih singkat dan cepat. Bahkan dari sifatnya pun dituntut seperti itu. Jadi seorang yang melankolis akan tidak cocok untuk profesi sebagai marketing. Nah kedetailan itulah yang membuat hari-hari saya jadi tanpa titik. Terlalu detail dan mengganggu ritme dan proses kerja saya. Saya mau kembali dalam kondisi awal. Agar pekerjaan saya lebih cepat dan selalu melihat skala prioritas.Bagaimana mengkomunikasikan ini yah??

Tentang anagustini

Semua bisa kecil tapi kalo semua berfungsi dengan baik, kenapa tidak.
Pos ini dipublikasikan di Prosa. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s