keinginan yang tak terpenuhi

Sayang sekali keinginan itu tidak bisa terpenuhi. Saya tidak bisa membawakan laki-laki itu kopi. Padahal kerjaan yang menumpuk membuat dia penat dan kopi akan sedikit mengusir galau. Ruangan itu,  dengan meja panjang serta kursi disekelilingnya. Untuk apa dia disana hanya menunggu secangkir kopi. Kopi itu tak akan datang, sang pembawa tak akan ke ruangan. Dia harus segera pulang dan menuju sang empuk dengan badan dilapisi hangat selimut. Tak usah risau dengan keinginan kopimu. Besok pun masih ada kesempatan di kopi yang lebih nikmat. Dan keinginan itu tidak harus selalu kau lampaui.

Tentang anagustini

Semua bisa kecil tapi kalo semua berfungsi dengan baik, kenapa tidak.
Pos ini dipublikasikan di Prosa. Tandai permalink.

3 Balasan ke keinginan yang tak terpenuhi

  1. tobadreams berkata:

    Ada kalanya segi paling menarik soal keinginan ini bukanlah terpenuhinya keinginan itu, tapi justru karena keinginan itu ada dan mengusik keasadaran kita. Kira-kira enak nggak ua, kalau semua yang kita inginkan selalu terpenuhi ?

    btw yang ditunggunya bukan kopinya kan ?

  2. kakak berkata:

    ah sepertinya kamu ego banget cuma kopi saja ngak mau kasih

  3. kucingkeren berkata:

    betul..pasti bukan kopinya.. tp perhatian dan kehadiran siapa tahu besok sdh tak ada waktu… anyway, kopi tak baik untuk jantung lho, apalagi kalu sering2…🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s