Dari seorang sahabat

Seorang sahabat merenung merasa terbuang bak seonggok sampah. Tetapi seandainya mereka itu menyadari ada dua kacamata yang bisa dilihat, disisi lain dia telah diberi sebuah toleransi serta harapan baru untuk tetap dipahami dalam sebuah semangat. Dan disisi lain rasa kotor dan tak berdaya atas cemoohan serta cibiran. Semua tergantung kacamata itu.Memang berat untuk bisa merasakan dan memakan buah pahit yang telah kita tanam. Kita tetap harus menikmati dan memakannya, tidak manis dan selalu merasa merah padam.Walau sebenarnya mereka bertujuan menggapai manis.

Tidak ada yang patut disesali, walaupun getir , engkau tetap ingin meraih kebahagiaan yang tidak pernah orang lain rasakan. Asalkan teguh menjalankan serta yakin bahwa kebahagiaan itu akan datang. Walau harus meninggalkan kulit-kulit tersayat dan berlumur darah. Tebuslah darah itu dengan itikad baikmu, dan irislah sebagian buah yang pahit itu. Toleransi itu masih ditanganmu. Perjalananmupun masih cukup panjang, mungkin setinggi gunung dan akan banyak peluh bercucuran hingga puncak. Tapi tetaplah biarkan api selalu berkobar.

Jangan ragukan keyakinan, jalanilah yang sudah terlanjur hanyut dan tetap diiringi itikad yang baik. Biarlah bunyi sirine itu meraung-raung hingga kehabisan batere. Tatkala suatu saat akan hilang walau pahit itu meninggalkan jejak . Dan sebenarnya sisi yang lain kamu akan rasa manis

Saya tersenyum dan memandang pun meyakini bahwa semua berkonsekuensi. Tak bisa larangan itu datang karena nasibmu adalah keputusanmu. Mereka tahu dan sadar akan buah pahit itu. Biarlah dan berikan semangat untuk sebuah keputusan . Asalkan mereka tahu kelak dimana menanam buah pahit atau manis. Semua adalah perjalanan dan pelajaran yang berharga untuk dipahami.

Tentang anagustini

Semua bisa kecil tapi kalo semua berfungsi dengan baik, kenapa tidak.
Pos ini dipublikasikan di Prosa. Tandai permalink.

2 Balasan ke Dari seorang sahabat

  1. nadi berkata:

    Buah pahit itu opo to? Majapahit? Ini soal kerajaan ato buah-buahan sih?…(sampah mode on)

  2. anagustini berkata:

    iya sesuatu yang pahit lah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s