KEgilaAan

Hentikan kegilaan ini, hentikan kecepatan ini. Sadarilah semua hanya mendaki keambisian saja. Saya bingung dan saya penat. Kalau mau makanlah makanan itu saya enggan, tak tertarik, tidak mau menjamah, aku malas.
Amanat dan atas sesuap nasi menjadi iringan untuk para sang ambisius disana, tak pernah puas, tak pernah merasa bagus. Demi sang prestasi demi nasi yang semakin berharga mahal semua memang jadi terpaksa harus diperjuangkan.
Mulianya menjadi sebatang pohon ambisinya hanyalah di malam hari karena dia harus berebut. Tetapi siang memberikan kesejukan silih berganti sesuai dengan sistem alam. Tidak begitu dengan manusia yang puas tanpa batas. Selalu menggunung dan lebih menggunung. Apakah yang dicari
Sadarlah serta menjadilah seorang yang apa adanya.Memang tidak lebih baik bagi sang ambisius. Tetapi kebahagiaan serta kenyamanan hati yang patut kita lakukan. Hanya ikut pada akhirnya, sesuai jalur serta tugas yang diberikan. Tak ada permintaan pujian, hanya cukup menjalankan atas tanggungjawabl.

Tentang anagustini

Semua bisa kecil tapi kalo semua berfungsi dengan baik, kenapa tidak.
Pos ini dipublikasikan di Prosa. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s