gairah yang hilang

Sudah lama gairah ini menghilang, terbang ntah kemana, semua bisu disudut bekunya pikiran. Apakah rutinitas ini yang terlalu menjejali membuat semuanya susah melahirkan kreasi. Adakah gairah itu hanya keluar disaat semua samar-samar dan limbung?. Semestinya ide itu lancar bak air mengalir deras dari atas bukit dan bercabang-cabang mengaliri lembah. Bak air alam merembes keluar memberikan kesegaran di atas panasnya terik.

Sekarang seakan tenggelam, tak lagi membasahi, menutup bak kabut bergulung melingkari. Tapi tak baik terlalu berkeluh, becak ini tetap harus dikayuh dan gairah pun tetap harus ditemukan. Ayo sang gairah datanglah dan keluarlah engkau dari persembunyian. Hidup bagikan tak seimbang dan kosong kala engkau enggan menemani.

Tentang anagustini

Semua bisa kecil tapi kalo semua berfungsi dengan baik, kenapa tidak.
Pos ini dipublikasikan di Prosa. Tandai permalink.

4 Balasan ke gairah yang hilang

  1. kucingkeren berkata:

    cuti dulu…katanya mau ke yogya lagi…ayooo..

  2. Panda berkata:

    adakalanya begitu ya? entahlah, aku juga lagi jumud. beku. kanal di otakku itu serasa disumbat karang……..

  3. Robert Manurung berkata:

    perlu treatment khusus untuk “memanaskan” kembali. semoga ketemu caranya.

    salam hangat
    RM

  4. willfully berkata:

    Willfully says : I absolutely agree with this !

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s