Air

Air itu perlahan mendekati panas dan bara.

Tapi sayang, api pun enggan bersalaman dengan sang air.

Api masih bersembur ganas,semakin panas, tersayat dan murka.

Air datang hanya memancing semburat bara.

jernihkan dirimu air, dan beri tulusmu sehingga api berujung padam

Tentang anagustini

Semua bisa kecil tapi kalo semua berfungsi dengan baik, kenapa tidak.
Pos ini dipublikasikan di Sajak. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s