Sampai renta

Percikan ini tak mau berhenti, api perlahan menyala dan menghangat.

Tak mungkin aku membuat api ini menjadi berkobar.

Biarkan hangat dan nikmati di dinding hatiku saja.

Sampai kapan kau hanya mencari hangat.

uh aku memang belum pernah diberi yang lebih dari sekedar hangat.

Biarkan saja kunikmati hangat ini sampai renta menjadi temanku

Tentang anagustini

Semua bisa kecil tapi kalo semua berfungsi dengan baik, kenapa tidak.
Pos ini dipublikasikan di Sajak. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Sampai renta

  1. Sungai berkata:

    Percikan ini tak mau berhenti, api perlahan menyala dan menghangat.

    Setelah itu, orang-orang akan berlari. Tak ingin kau bakar. hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s