Tulus

Tulus disini bukan berarti nama seseorang tetapi kata yang artinya kurang lebih adalah melakukan sesuatu atas dasar ikhlas , sukarela serta tidak pamrih. Saya pribadi akan lebih suka melihat orang yang melakukan sesuatu misalnya dalam hal menolong bukan karena harapan ingin dibalas atau memanfaatkan demi kepentingan dan tujuan pribadi. Kenapa saya tiba-tiba ingin membahas masalah “tulus”?, sering diantara kita sehari-hari melihat orang melakukan sesuatu bukan atas dasar keikhlasan, tetapi hanya untuk melakukan atau mencapai tujuan tertentu. Jatuhnya kan jadi semu semata.

Tulus dan tidak tulus adalah hak pribadi, dan kita tidak punya wewenang untuk melarang dan memaksa seseorang untuk berbuat tulus ikhlas. Tapi saya suka gemes saja terhadap kebaikan seseorang hanya didasari atas tujuan dan maksud tertentu. Misalnya saja Si Dono dia berbuat baik dan perhatian terhadap si Indra, dengan maksud untuk memanfaatkan si Indra karena ternyata si Indra ini adalah seorang anak pejabat. Dono berharap dengan mendekati si Indra , suatu saat dia membutuhkan pertolongan dia akan mudah memintanya karena Dono mempunyai tujuan tertentu.

Atau misalnya Si Urip yang merasa mempunyai kelebihan dari segi penampilan kemudian mendekati dan berbuat baik pada seorang perempuan, seolah-olah dia menyayangi serta penuh perhatian. Dan ternyata perhatian dan kebaikan Si Urip nyaris seperti layaknya orang yang menyukai perempuan itu, padahal sebenarnya Urip tidak menyukai si perempuan. Hal ini dilakukan Urip demi mendekati ayah dari si perempuan yang ternyata seorang ketua sebuah organisasi tertentu. Dan Urip-pun memang mempunyai misi tertentu untuk sebuah organisasi ayah si Perempuan itu. Walhasil setelah si perempuan tau dengan tujuan Urip dia akan sebel dan mungkin sakit hati karena Urip mendekati dia bukan karena suka, tetapi hanya untuk mencapai ambisinya. Bahkan Si Urip akan rela berbohong mengaku belum mempunyai isteri atau pasangan demi mencapai tujuannya, ko bisa yah ?.

Pertemanan dan pendekatan yang dilakukan Dono serta Urip adalah jenis pertemanan yang hanya memanfaatkan demi mendukung tujuan saja. Padahal banyak hal bisa dilakukan untuk mencapai cita-cita misalnya dengan meningkatkan kualitas diri, atau membuat orang percaya akan potensi kita. kasus Urip disini memperlihatkan bahwa Urip melakukan kebaikan yang semu dan tidak ada ketulusan . Mungkin Urip terlalu percaya diri bahwa kebaikannya yang semu serta penampilannya bisa memuluskan segala tujuannya, padahal secara tidak sadar Urip telah melakukan sesuatu yang mencerminkan bahwa dia itu tidak percaya diri tidak jujur dan tidak apa adanya. Urip hanya tergila-gila pada pada ambisinya sehingga rela melakukan apapun tanpa berpikir akibatnya ke depan. Mungkin saja jika orang yang didekati itu tahu akan menimbulkan masalah baru, memusuhi, bahkan kebencian. Tujuan layaknya jadi seperti “berhala” saja. Kita boleh dan syah-syah saja mempunyai tujuan tetapi mungkin dicapai dengan cara yang wajar.

Saya jadi miris saja dan terkadang sedih bahwa banyak orang memberikan pertolongan tidak atas dasar ketulusan, tetapi atas dasar bahwa suatu saat dia bisa memanfaatkan orang yang ditolong tersebut. Dono dan Urip mungkin tidak akan bergaul dengan orang yang tidak memberikan mereka manfaat. Padahal sebetulnya dengan bersahabat secara tulus, pertolongan yang diinginkan akan datang dengan sendirinya. Hal ini pernah saya alami ketika saya menjalin persahabatan pada saat saya sekolah. Saat itu saya berteman tanpa berpikir dia itu siapa dan akan jadi apa nantinya setelah bekerja. Hasilnya sahabat saya yang mempunyai kelebihan baik dari segi jabatan maupun materi dari saya sekarang, kerap kali menolong jikalau saya memerlukan pertolongan. Begitupun saya akan memberikan pertolongan semampu saya pada sahabat-sahabat saya tersebut bila mereka membutuhkannya. Memang Semuanya akan kembali kepada pribadi masing-masing dalam melakukan apapun. Cerita ini hanya sekedar pandangan bagaimana cara orang berteman di lingkungannya.

Iklan

Tentang anagustini

Semua bisa kecil tapi kalo semua berfungsi dengan baik, kenapa tidak.
Pos ini dipublikasikan di Prosa. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Tulus

  1. kucingkeren berkata:

    tak gampang memang mendapatkan seseorang yg tulus itu. yg pasti, komen ini bener2 tulus lho… 🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s