Kemelut

Kemelut  bagai angin datang  lupa menghilang

kemelut menggumpal berkumpul di otak

Serasa pintu tak bergagang susah dibuka

Dan nafaspun hilang setengah

Duh kemelut kau bebas datang tiba-tiba

Siksa terasa nyata dan aku meronta

Kemelut, harus aku apakan kau ini

Kau datang dan aku tak bisa antar

Kemelut akankah kau selalu menjadi bagian

Tentang anagustini

Semua bisa kecil tapi kalo semua berfungsi dengan baik, kenapa tidak.
Pos ini dipublikasikan di Sajak. Tandai permalink.

2 Balasan ke Kemelut

  1. yande berkata:

    Oh kemelut…, kepalaku cenut-cenut
    kejedut di sudut dagang sop buntut

    oh kemelut…, nasib tukang bubut (halahh..)

    Lam kenut eh kenal🙂

  2. Rahman berkata:

    Kemelut….matak hayang ngajak gelut nya…..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s