9 bulan

9 bulan dalam dekapan dan setelah itu tak pernah menoleh kebelakang. Hanya tapak-tapak saja yang kian lama pupus dari penasaran dan harapan. Walau asa terlihat gelap sang 9 tetap semangat, menengok kiri kanan, melonjak-lonjak, tatkala menggoyangkan kaki dengan senyum lebar dan mata berbinar.Duh larapun berganti jadi luapan bahagia terus mengejar, menyongsong ke muka tak peduli untuk  yang kosong tak terisi. Kamu hebat, tetap mau tinggi  dan cari arti. Teriring bisikanku  di setiap aliran darahmu, tetesan keringatmu, dan hirupan nafasmu untuk kumandang 99 kupu-kupu yang selalu mengitari.

Iklan

Tentang anagustini

Semua bisa kecil tapi kalo semua berfungsi dengan baik, kenapa tidak.
Pos ini dipublikasikan di Prosa. Tandai permalink.

3 Balasan ke 9 bulan

  1. meiky berkata:

    menari, tapi kayaknya kental banget kiasnya. Mungkin perlu dibikin rada jelas sedikit, sehingga orang menangkap pesan utama yang mo disampaikan. Misalnya cerita tentang anak dan kebehagian ibu. BTW, top dah.

    Hehe he iya memang sengaja kiasnya dibikin kental, sehingga pesan utamanya susah ditebak dan kadang saya juga lupa waktu saat nulis selagi memikirkan apa.

  2. ronald berkata:

    Met, kenal sebelumnya gustini on-rumah hati.

    Kalau saya menangkap pengambaran bukan sekedar ibu dan anak dalam arti harfiah. Tetapi tentang TUHAN, misalnya 99 itu hitungan asma Allah bukan.

    Iya memang kepadaNya kita meminta dan memohon perlindungan dengan senantiasa menyebutkan 99 asma Allah

  3. Rahman berkata:

    poko namah……hebring euy……

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s