Tangkai itu

Kenapa aku dipersalahkan karena tidak bisa raih pohon terindah
Kenapa aku harus bertanggungjawab melebihi tangkai yang sudah kuraih
Apakah tangkai terindah itu memang harus bisa kita duduki
Bolehlah kita menduduki tangkai yang lebih rendah
Bukan aku yang salah bukan aku yang harus dipersalahkan,
Karena aku sudah laku sampai keringat habis
Meraih tangkai terindah hanya menunggu jentikan dari hai engkau sang pengisi jagat
Tetesku sudah habis, tinggallah Engkau memberi keringat semangat untuk tetesan tetesan baru.

Tentang anagustini

Semua bisa kecil tapi kalo semua berfungsi dengan baik, kenapa tidak.
Pos ini dipublikasikan di Sajak. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Tangkai itu

  1. madagumilang berkata:

    @Karena aku sudah laku sampai keringat habis

    pohon karet ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s