Arsip Bulanan: Agustus 2007

Khalik

Apakah khalik akan membiarkan makhluknya tetap semerah darah dan sehitam pekat. Dalamnya makhluk tidak sama .Tidak ada keadilan di jagat yang ada perjuangan dan doa menuju keadilan. Tapi kenapa doa tidak pernah putih selalu bernoda, salahkah makhluk karena laku tidak … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Prosa | 3 Komentar

Kandang untuk berteduh

Kenapa Kijang tidak dibiarkan lari, diikat, dijerat tak bisa melangkah. Kandang untuk berteduhpun tidak diberi. Jahat yang memikirkan baju kelihatan tetap putih Badan tinggi terlihat pendek saat dia takut. Muka putih dikanan dan muka merah dikiri. Tidak usah malu karena … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Sajak | Meninggalkan komentar

Kijang dan Lebah

Kijang membeku dilumuri es dari kutub Tiada rasa untuk ingin menggongong ataupun mencakar Tenggelam dalam es yang sulit dicairkan isinya Biarlah siang tidak dipaksa malam, malampun tidak dipaksa siang Kepasrahan membawa kijang berlari bebas Ke setiap sudut yang dia mau … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Sajak | 1 Komentar

ada gempa

    Sehari itu jadwal istirahat di rumah karena uh badan sudah terasa gak enak, lagian ktp bandung mana perlu untuk nyoblos. Mandi, dan dering telepon berbunyi yah biasa ada yang mau berkunjung biarlah walaupun walau….makan dan emang enak tidur … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Prosa | 2 Komentar

1, 1/2

1, 1/2 harapan mengubah busung lapar, tertindaskah atau disisihkan Hati mencair bagai Karl Mark Atau teguh pada kokohnya benteng terpanjang di jagat Egois menjadi asing kala cecak menggonggong terdengar di gedung paman Lubang-lubang terjamah Lenin Harapan lapang yang luas Aku … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Sajak | 6 Komentar

Apakabar

Apakabar jiwa yang ada dibalik asap Teriakanmu memecahkan pencakar langit merobek jiwa yang gundah Belum kering air mata darah Kau kubur kepolosan dengan puing-puing itu Kau berteriak demi sebuah harapan yang tertanam di lubuk angan-angan Bidadarikah yang akan menyambutmu atau … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Sajak | Meninggalkan komentar

99 Kupukupu

99 kupu-kupu bertaburan di mulut yang kering karena dahaga merindukan pancaran sinar abadi tuk hari dimana pertanyaan yang harus dijawab pake nurani. kugali lebih tinggi contekan dari ilahi tuk jawab pertanyaan dari abdi mu ya rob kegelapankah atau sinar abadi … Baca lebih lanjut

Dipublikasi di Sajak | Meninggalkan komentar